Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2009

Karier Berdasarkan Zodiak



Sedang mencari profesi baru, tapi bingung mau jadi apa? Berikut ini beberapa penjelasan mengenai karakter masing-masing bintang zodiak untuk membantu melihat kemungkinan profesi yang sesuai. Percaya atau tidak, semua itu kembali lagi kepada Anda. Namun, tak ada salahnya untuk ‘mengintip’ dan melihat kemungkinannya, kan?

Aries (21 Maret-19 April)
Si Biri-Biri Jantan yang energik, baik dalam melakukan pekerjaan yang menantang, kompetitif, maupun wiraswasta. Bintang ini akan bekerja baik jika diberikan iming-iming komisi, seperti insentif penjualan. Pahlawan dari dalam hatinya, Aries juga cocok sebagai prajurit, polisi, dan pasukan penyelamat. Bidang periklanan dan kehumasan juga bisa dijadikan salah satu pilihan karena sifat senang berpromosinya yang cocok untuk bidang ini.

Taurus (20 April-20 Mei)
Bintang ini mendambakan karier yang bisa memberikan kestabilitasan. Taurus tak masalah jika harus kerja lembur asalkan mendapat bayaran yang setimpal, fasilitas yang memuaskan, dan banyak waktu libur. Taurus cukup sensual dan menyenangi pekerjaan yang berhubungan dengan makanan, bunga, atau barang-barang luks. Terkenal karena suaranya yang merdu, orang yang berada di bawah bintang ini juga baik sebagai penyanyi, pembicara, dan resepsionis.

Gemini (21 Mei -20 Juni)
Si Kembar yang cerdas memerlukan pekerjaan yang membutuhkan stimulasi intelektual. Meski orang-orang yang di bawah tanda ini tak suka bekerja di luar batas waktu, Gemini bisa memberikan produktivitas tinggi dalam waktu hari kerja ketimbang apa yang dihasilkan orang lain. Mereka baik bekerja di bawah tekanan, hingga profesi yang cocok, antara lain pekerja technical support, customer service, guru, dan penulis.

Cancer (21 Juni-22 Juli)
Penuh rasa kasih dan perseptif, Sang Kepiting sangat cocok di perkejaan yang memerlukan kemampuan mengasuh. Pekerja sosial, berkebun, dan menjaga anak adalah hal-hal natural yang cocok untuk zodiak ini. Cancer baik dalam menghasilkan uang, dan akan cocok jika ditempatkan sebagai penjual saham, eksekutif bank, dan manajer portofolio saham. Karena sifatnya yang tak terlalu suka mengumbar cerita, bisa diandalkan, dan taktis, mereka cocok bekerja di bagian sumber daya manusia.

Leo (21 Juni-22 Juli)
Leo sangat kreatif, dinamis, dan penuh inspirasi. Leo cocok sebagai penampil di atas panggung, dekorator interior, dan pemandu wisata. Karena sifat dasar singa, maka mereka memerlukan karier yang memberi mereka status dan prestis tinggi. Maka, pekerjaan seperti dokter, pengacara, dan eksekutif akan cocok. Mereka cocok ditempatkan di posisi tinggi. Mereka juga cocok bekerja dekat dengan anak-anak.

Virgo (23 Agustus-22 September)
Virgo yang penuh perhatian akan baik bekerja di bagian jasa. Mereka senang memenuhi kebutuhan para pelanggannya. Mereka akan baik bekerja di bidang seputar restoran, spa, dan hotel. Virgo memiliki daya ingat kuat sehingga akan cocok bekerja sebagai editor, peneliti, dan guru. Karena memiliki perbendaharaan kata yang banyak, Virgo cocok bekerja sebagai penulis dan kritikus. Akan baik dalam bekerja yang banyak memberikan tip dan bonus.

Libra (23 September-22 Oktober)
Si Libra yang menawan, ceriwis, dan berselera tinggi akan menyenangi pekerjaan yang berhubungan dengan publik. Mereka akan cocok bekerja di bagian penjualan. Secara alami artistik, mereka cenderung bekerja di bidang seni, seperti desain, musik, atau tarian. Libra juga anggun dalam bersikap, akan bagus bekerja sebagai duta, customer service representative dan host restoran.

Scorpio (23 Oktober-21 November)
Penuh fokus dan motivasi diri, Scorpio akan baik bekerja di profesi yang membutuhkan konsentrasi. Orang yang berada di bawah zodiak ini akan cocok bekerja sebagai ahli bedah, pengacara, dan sekretaris eksekutif. Scorpio tak suka berada dalam pengawasan dan perlu diberikan kebebasan setelah mereka membuktikan dirinya bahwa ia bisa dipercaya. Scorpio menyenangi misteri, yang membuat mereka cocok bekerja sebagai detektif, polisi, dan psikiater.

Sagitarius (22 November-21 Desember)
Sebagai pribadi yang penuh antusias dan optimistis, Sagitarius memerlukan pekerjaan yang penuh tantangan. Orang-orang di bawah bintang ini tak tahan berada dalam rutinitas, dan akan lebih senang untuk berkelana dalam bisnis daripada bekerja di belakang meja sepanjang hari. Sangat aktif, si pemanah akan nyaman bekerja di luar ruangan dan cocok sebagai ahli lanskap, pelatih binatang, dan pelatih fitnes. Sebagai pribadi yang filosofis, Sagitarius sangat cocok bekerja sebagai pengacara, profesor, dan pemuka agama.

Capricorn (22 Desember-19 Januari)
Penuh perhatian dan pendengar kata hati, Capricorn butuh pekerjaan yang memerlukan banyak tanggung jawab. Capricorn jarang bekerja hanya sebagai bawahan, mereka bisa diandalkan sehingga akan baik ditempatkan sebagai manajer toko atau administrator rumah sakit. Pekerjaan seputar perbankan, manufaktur, dan gedung adalah industri yang bagus untuk dikejar oleh orang-orang di bawah zodiak ini.

Aquarius (20 Januari-18 Februari)
Aquarius kurang menyenangi pekerjaan yang konvensional. Apa pun yang mereka kerjakan, mereka senang melakukannya dengan gaya yang berbeda. Misalnya di dunia pengobatan, mereka justru mengambil dari segi holistik atau di dunia perkebunan, mereka justru menanam tanaman organik, bahkan pertunjukan seni kontemporer. Inovatif dan intelektual, Aquarius menyenangi pekerjaan yang memberi mereka ruang untuk berimajinasi, mengeksplor, dan berinovasi. Mereka akan suka bekerja sebagai ilmuwan, insinyur, dan bekerja di bidang kemanusiaan.

Pisces (19 Februari-20 Maret)
Sebagai karakter yang penuh intuisi dan imajinasi, Pisces adalah artis alami. Mereka menyenangi pekerjaan yang kreatif, apakah itu tata rambut, desain grafis, atau jurnalisme foto. Ikan juga penuh kasih dan menyenangi bidang kesembuhan, seperti suster, pekerja sosial, dan terapis fisik. Pisces juga akan menjadi dokter hewan dan psikolog yang baik. Intinya, mereka yang berada di bawah zodiak ini akan bekerja sangat baik jika mereka bisa menetapkan waktu kerja mereka sendiri dan bekerja sendiri. *

Rabu, 11 Februari 2009

Bekerja Di Rumah, Why Not?



Banyak di antara kita yang berhenti bekerja begitu memiliki Si Kecil. Sebagian besar teman Anda mungkin akan menyayangkan keputusan Anda. Namun, percaya lah, Anda tidak mengambil keputusan yang salah. Anda bisa merasakan betul bagaimana merawat anak, tidak membiarkannya tumbuh besar dalam pengaruh pembantu rumah tangga atau baby sitter-nya, dan mampu mendukung penuh aktivitasnya.

Namun ketika anak sudah mulai bisa ditinggal, Anda mulai merasa kangen dengan dunia kerja. Di lain pihak, anak yang makin besar juga membutuhkan lebih banyak biaya. Dalam situasi ini, Anda mulai berpikir-pikir untuk bekerja di rumah supaya tetap dapat mengawasi anak. Banyakkah pekerjaan yang ditawarkan? Cukupkah hasil yang diperoleh untuk membiayai kebutuhan, dan bagaimana supaya target pekerjaan terpenuhi?


Bidang Pekerjaan

1. Anda yang pernah bekerja di media atau periklanan mungkin tidak akan begitu kesulitan mencari pekerjaan lagi. Anda bisa menjadi copywriter dan desainer freelance, menjadi kontributor di berbagai majalah, editor buku di penerbit, atau mewujudkan impian sebagai penulis novel. Jika sudah memiliki networking, menjadi freelancer bahkan bisa lebih sibuk daripada menjadi karyawan tetap. Anda bisa mengatur sendiri jumlah pekerjaan yang ditawarkan.

2. Manfaatkan kemampuan berbahasa asing Anda dengan melamar sebagai penerjemah buku-buku di penerbit, atau penerjemah subtitle di film-film asing di televisi. Anda bisa mengambil kursus lebih dulu, lalu menjalani ujian sebagai penerjemah bersertifikasi agar dapat bergabung dengan biro penerjemah.

3. Memberikan kursus baca-tulis untuk anak TK (boleh percaya boleh tidak, murid TK pun sudah mengikuti kursus sekarang ini!).

4. Jika Anda terbiasa dengan pekerjaan administratif, Anda bisa menjadi document typist atau data entry typist.

5. Senang memasak atau membuat kue? Ambillah kursus untuk menguasai teknik membuat kue-kue atau makanan lain yang sedang ngetren seperti cupcakes atau cookies. Buat blog, dan pamerkan karya Anda di sana.

6. Menjadi independent sales untuk produk kosmetik, obat-obatan, asuransi, dan banyak lainnya.

7. Membangun bisnis baru, seperti membuka butik, toko penyedia hadiah, tempat persewaan peralatan bayi (ajak teman-teman untuk mengumpulkan peralatan bayi bekas Si Kecil dulu), konsultan untuk home decoration (Anda bisa mengikuti kursusnya), penyelenggara dan pembuat konsep seminar, MLM, dan lain sebagainya. Untuk bisnis, bidangnya sangat luas. Akan lebih baik jika Anda mampu mengembangkan bidang yang belum banyak dimanfaatkan orang lain.

8. Jika Anda ingin pekerjaan yang bersifat sosial, bergabunglah dengan yayasan atau LSM untuk menjadi sukarelawan.

Membagi Waktu dan Menyesuaikan diri

Nikmati peran Anda.
Saat menjalani pekerjaan atau bisnis yang baru tentu membutuhkan cukup banyak waktu untuk menyesuaikan diri. Nikmati saja saat-saat ini, apalagi setelah Anda lama tidak menyentuh pekerjaan.

Tentukan tujuan dan target Anda dalam bekerja.
Hal ini akan membimbing Anda untuk fokus pada pekerjaan, dan tidak tergoda untuk terus-menerus mengikuti ajakan teman untuk bersenang-senang, atau lebih banyak bermain dengan anak.

Buat jadual kerja, dan patuhi.
Anda bisa beristirahat saat anak Anda pulang dari sekolah, dan kembali bekerja saat anak tidur siang.

Informasikan pada keluarga dan rekan-rekan.
Ibu-ibu rumah tangga biasanya belum mampu menerima ide tentang bekerja di rumah. Bila pekerjaan Anda memiliki deadline, sampaikan kepada keluarga atau rekan yang lain bahwa saat ini Anda harus betul-betul bekerja. Atur pertemuan pada saat Anda tidak sedang bekerja.

Sabar dan tidak putus asa.
Jika membangun bisnis baru, Anda membutuhkan cukup waktu hingga bisnis bisa berjalan dengan lancar. Bersabarlah mengenai hasil yang ingin dicapai, dan jangan putus asa bila menghadapi kegagalan.

Tawaran Pekerjaan, Diterima atau Ditolak?

Mendapatkan pekerjaan impian di tengah kompetisi yang tinggi apalagi di zaman krisis seperti sekarang, tentu bukan perkara mudah. Dalam situasi ini tak sedikit profesional yang mendapat tawaran pekerjaan dengan posisi tertentu namun kompensasi kurang memuaskan.

Situasi ini kerap menimbulkan dilema; menampik pekerjaan di masa sekarang memang bukan tindakan bijaksana, namun menerima pekerjaan yang ditawarkan dengan kompensasi di bawah standar juga bukan pilihan yang tepat. Kenyataannya memang tidak ada pekerjaan yang bisa memenuhi seluruh harapan Anda.

Menurut Steve Levin, CEO Leading Change Consulting & Coaching, California, AS, bersikap fleksibel dan menurunkan standar memang tak ada salahnya. Nah, sebelum Anda melakukannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Skala kebutuhan
Seberapa tinggi kebutuhan Anda terhadap pekerjaan tersebut. Bila Anda adalah satu-satunya tulang punggung keluarga atau sedang butuh biaya untuk pengobatan salah satu anggota keluarga, mungkin Anda harus menerima tawaran pekerjaan tersebut.

2. Prospek perusahaan
Jangan lupa untuk mengukur job security dari perusahaan yang akan Anda masuki. Jangan sampai baru beberapa bulan bekerja Anda sudah terkena PHK gara-gara perusahaan itu gulung tikar. Cari informasi mengenai "kesehatan" perusahaan dari internet atau bertanya pada teman.

3. Kenali prioritas pribadi
Ada berbagai motivasi yang mendasari kita untuk memilih pekerjaan. Ada orang yang tak memedulikan gaji yang ditawarkan asalkan bisa berkarya di bidang yang sesuai dengan minat. Barangkali Anda juga termasuk orang yang mementingkan posisi atau hirarki. Tak sedikit pula ibu bekerja yang lebih memilih kantor dengan jam kerja fleksibel ketimbang gaji besar namun sering lembur. Jadi, kenali dulu motivasi pribadi Anda.

4. Kesempatan belajar
Sebelum memutuskan, pertimbangkan juga tujuan karir Anda dan apakah nantinya perusahaan ini bisa membawa Anda mencapainya. "Bila posisi tersebut bisa membuat skill Anda bertambah dan bisa mempelajari banyak hal, jangan ragu. Itu adalah investasi yang bernilai tinggi," kata Levin.

5. Buat rencana
Menganggur dalam waktu terlalu lama bisa merugikan, bukan hanya dari sisi finansial tapi juga skill yang tumpul karena lama tak diasah. Karena itu, sebelum menolak pekerjaan yang disodorkan, rencanakan apa yang akan Anda lakukan selama menunggu datangnya tawaran pekerjaan lain. Misalnya memulai bisnis kecil-kecilan atau mencoba mengirimkan tulisan Anda ke berbagai media sambil menunggu datangnya panggilan wawancara.

Rabu, 21 Januari 2009

Beersinar di Kantor

Sukses berkarier tak cukup hanya mematuhi deadline atau pun datang on time. Anda perlu menguasai kualitas seorang bintang.

Para high flyers alias 'karyawan bintang' adalah future leader, yang memang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, karena sangat menentukan masa depan perusahaan. Nama mereka terpatri dalam succession plan perusahaan dan mendapatkan perhatian utama dalam program career management.

Menggiurkan, ya? Anda juga bisa kok mengubah diri dari karyawan biasa menjadi karyawan 'bintang'. Tentu performa Anda harus sangat memuaskan untuk bisa menyandangkan predikat ini. Meski tak mudah, ada banyak hal yang bisa Anda Iakukan. Antara lain:

1. Kenali Perusahaan

Sebagai karyawan, memang tugas kita tidak hanya hanya duduk bekerja dan menerima gaji saja. Sudah semestinya kita juga mengetahui banyak hal tentang perusahaan. Bahkan jika perlu jadilah orang yang paling memahami seluk beluk perusahaan.

Anda bisa memulai dengan mencari informasi selengkapnya tentang tempat kerja, siapa yang dapat dipercaya dan yang sebaiknya dihindari, serta bagaimana mengatur kompetisi dalam organisasi. Buka mata dan ketahui semuanya. Apa pandangan atasan dan rekan kerja senior mengenai hal-hal yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapinya.

2. Gaul lintas divisi

Dalam bekerja, Anda memang sebaiknya membangun relationship dengan orang sebanyak mungkin dalam lingkup pekerjaan Anda. Namun, membangun hubungan kerjasama ini tentu bukan hanya dengan rekan se-departemen, tapi juga lintas divisi. Dengan begitu, Anda akan dikenal luas sebagai figur karyawan yang supel.

Kesan baik dan pergaulan luas bisa membuka kesempatan Anda mendapat promosi di masa depan atau mendapat kenaikan gaji. Dan, bila kelak Anda ditunjuk mengepalai suatu proyek, menjadi team-leader atau memimpin suatu unit kerja, luasnya pergaulan akan memudahkan Anda memilih orang-orang yang memang capable atau mampu dalam pekerjaan mereka.

3. Get network

Memiliki jaringan koneksi ke perusahaan atau instansi lain pasti akan membuat profil Anda di mata rekan-rekan menjadi tinggi. Anda bisa menjadi orang yang paling diandalkan karena mengetahui perkembangan dunia di luar perusahaan. Dengan memiliki jaringan yang luas, Anda juga akan semakin dikenal dan dianggap memiliki kredibilitas. Selain itu, secara tidak langsung Anda akan dianggap sebagai juru bicara tidak resmi perusahaan oleh orang lain. Tentu hal ini akan makin menunjukkan kemampuan leadership Anda di mata atasan, rekan kerja dan klien.

4. Kuasai Teknologi

Anda juga perlu melihat sesuatu dengan cara lebih luas ataupun lewat cara berpikir orang lain. Jadi, hindari melihat sesuatu hanya dari sudut pandang sendiri. Salah satu ciri orang berpikiran luas adalah selalu menambah wawasan di luar spesialisasi dan mempelajari hal-hal baru.

Apalagi saat ini berlaku tren baru di dunia bisnis. Siapa yang menguasai teknologi, dialah yang menguasai dunia. Menjadi orang yang gemar belajar akan menjadi nilai lebih bagi Anda. Bisa lebih dulu menguasai salah satu kemajuan teknologi, seperti program-program komputer yang banyak beredar saat ini, juga akan membuat profil Anda semakin tinggi di mata rekan kerja.

5. Berani ambil resiko

Membangun dasar yang kokoh ketika memulai pekerjaan atau menyampaikan gagasan akan memberi kesan baik kepada rekan, bos, dan klien. Itu sebabnya, inisiatif akan menjadi langkah utama Anda menjadi bintang. Untuk menunjukkan inisiatif, Anda perlu empat poin, melakukan hal di luar deskripsi kerja, membantu rekan lain, berani mengambil risiko dan bekerja sampai tuntas.

Dan, dalam bekerja, tugas sulit yang bisa membuat para karyawan enggan dipilih sebagai project officer akan selalu ada. Cermati baik-baik. lni bisa menjadi tiket utama Anda meraih kesempatan. Jangan takut gagal. Meski akhirnya pekerjaan itu hanya selesai setengah, nama Anda akan dikenal sebagai orang yang berani mengambil risiko dan mau bekerja keras.

6. Be team leader

Para bintang dalam suatu pekerjaan memang memiliki kemampuan memersatukan orang untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun, bukan dengan ancaman memecat, iming-iming kenaikan gaji atau memberi jabatan. Pemimpin yang baik hanya mengandalkan tiga komponen yaitu pengetahuan, kemampuan membawa energi ke tempat kerja dan lingkungan, serta selalu memberikan perhatian pada setiap orang dalam timnya. Nah, sudahkan tiga komponen ini Anda miliki?

7. Komunikator yang baik

Satu hal yang tak boleh dilupakan. High flyers adalah ahli komunikasi yang hebat. Mereka tahu bagaimana cara membentuk percakapan, membatasinya dan menarik perhatian orang. So, gunakanlah bahasa yang tepat dengan pendengar yang tepat pada waktu yang tepat.

Semoga 'bintang' Anda makin bersinar!

Jumat, 12 Desember 2008

Pekerjaan vs Perkawinan


Kendati hubungan asmara atau perkawinan dan karier Anda berkembang secara terpisah, semua orang tahu, keduanya saling berhubungan. Kualitas dari kehidupan percintaan mempengaruhi karier Anda.


Bila merasa stres dengan hubungan Anda, pekerjaan akan menjadi kurang produktif karena Anda tidak dapat memusatkan perhatian pada pekerjaan. Di lain waktu, jika perasaan sedang bahagia dan berbunga-bunga, semangat kerja Anda meningkat.

Demikian juga sebaliknya, pekerjaan mempengaruhi hubungan percintaan Anda. Hal ini tidak mengherankan karena sebagian besar manusia menghabiskan waktunya lebih banyak pada pekerjaan dibanding waktu yang dihabiskannya bersama pasangan.

Bila merasa bahagia dengan pekerjaan Anda, hal ini akan meningkatkan hubungan Anda karena Anda akan pulang ke rumah dengan perasaan senang, dengan suasana hati bahagia. Di sisi lain, bila merasa bosan dengan pekerjaan, Anda akan stres dan membawa suasana hati negatif pada saat pulang ke rumah. Anda akan menghabiskan malam dengan suasana hati yang buruk dan mengeluh mengenai pekerjaan Anda.

Banyak orang yang cukup beruntung karena dapat menikmati pekerjaannya, baik dengan penghasilan yang besar maupun kecil. Tetapi alasan utama mengapa sebagian besar orang bekerja adalah untuk mendapatkan gaji. Hal ini tidak berarti kita harus merasa sengsara karena bekerja. Anda akan menyukai pekerjaan karena walau bagaimanapun mendapatkan gaji.

Langkah pertama untuk memaksimalkan apa yang diperoleh dari pekerjaan adalah dengan mengajukan pertanyaan berikut pada diri sendiri.
1. Apakah secara umum Anda menyukai pekerjaan Anda?
2. Apakah setiap pagi Anda merasa takut dan berat untuk berangkat kerja?
3. Apakah atasan serta rekan sekerja memperlakukan Anda dengan baik?
4. Apakah penghasilan yang diterima sesuai dengan pekerjaan yang Anda kerjakan?
5. Apakah di sore hari Anda merasa sangat kelelahan setelah bekerja?
6. Apakah jumlah jam kerja melebihi kesanggupan Anda?
7. Apakah pekerjaan membawa Anda ke tempat yang diinginkan untuk 5 tahun mendatang?
8. Bila tidak bahagia dengan suasana tempat bekerja, apakah menurut Anda dengan melakukan pekerjaan yang serupa dengan yang sekarang dikerjakan tetapi dilakukan di tempat yang berbeda akan bisa membuat Anda bahagia?
9. Bila tidak bahagia dengan pekerjaan, apakah Anda pernah mempertimbangkan untuk melakukan perubahan?
10. Apakah Anda merasa pasangan memberi dukungan bila Anda pindah kerja atau mengubah haluan dalam karier Anda?

Pertimbangkan jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan tadi. Bila puas dengan pekerjaan Anda, hal ini pertanda baik! Bila tidak, pastikan untuk mempertimbangkan apakah ada cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pekerjaan yang sedang dijalani.

Untuk sementara, dapatkah Anda mengubah atau memperpendek jam kerja, membagi tugas atau bekerja untuk atasan yang berbeda? Bila pekerjaan yang sedang Anda lakukan saat ini sangat menyedihkan sehingga Anda tidak dapat berpikir dengan baik, dapatkah Anda mencari pekerjaan yang lain? Apa pun keputusannya, jangan pernah lupa melibatkan pasangan.

Jumat, 05 Desember 2008

Pendongkrak Semangat Kerja



Kejenuhan merupakan penyakit langganan para pekerja setelah menjalani peran rutin beberapa lama. Apalagi bila load kerja sangat padat dan tak menyisakan waktu untuk "bernapas". Waspadai situasi ini. Bila tak diatasi, rasa bosan bisa membuat semangat kerja hilang dan produktivitas menurun. Untuk mendongkrak semangat, jadikan kegiatan tak biasa ini sebagai bagian dari rutinitas Anda di kantor.

* Membaca buku
Membaca buku, lembaran koran atau majalah di sela jam kerja, setelah menyelesaikan satu tugas, bisa jadi sarana pelarian yang efektif dari rutinitas pekerjaan. Bahkan, dari sini Anda bisa menemukan ide-ide segar untuk menyelesaikan tugas. Keuntungan lainnya, wawasan Anda pun jadi lebih ter-update dan tak akan canggung lagi mengikuti diskusi mengenai topik hangat dengan rekan yang lain.

* Take a break
Setiap perusahaan memang memberi waktu untuk istirahat siang sekitar satu jam. Namun, para ahli menyarankan agar kita mengikuti isyarat tubuh untuk sejenak istirahat saat pikiran dan tubuh terasa overload.

"Manusia hanya bisa berkonsentrasi 45 menit setiap waktunya," kata Doris Jeanette, psikolog dari Center for New Psychology di Philadelphia, AS. Karena itu ia menyarankan agar para pekerja break sejenak setelah bekerja selama 50 menit. Mengambil istirahat siang lebih lama dari biasanya juga dianjurkan bila Anda merasa sangat lelah. Setelah kembali, pastikan pikiran dan tubuh lebih segar sehingga Anda pun kembali produktif bekerja.

*Kesampingkan tugas berprioritas rendah
Saat tugas-tugas menumpuk, tak ada salahnya mengesampingkan pekerjaan yang punya prioritas rendah. Dengan taktik ini Anda jadi punya tambahan waktu dan energi untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan jenis top priorities.

* Abaikan e-mail
Langsung membalas e-mail yang masuk merupakan kebiasaan banyak orang. Padahal, kegiatan itu seringkali mengganggu konsentrasi. Karena itu, jadwalkan untuk mengecek email yang masuk setiap beberapa jam sekali.

* Bersih-bersih tugas
Luangkan waktu sehari setiap bulannya untuk membereskan tugas-tugas dengan prioritas rendah atau tugas yang belum selesai.

* Turunkan standar
Banyak orang yang menunda-nunda pekerjaan karena mereka terlalu perfeksionis. Padahal, sesuatu yang sempurna tak selalu mungkin. Dengan sumber daya yang ada, kita tetap bisa, kok, melakukan yang terbaik tanpa dibebani oleh harapan yang terlalu muluk.

Di Balik Bahasa Diam Si Bos



Bahasa tubuh seseorang bisa menggambarkan isi hatinya. Bila atasan tak banyak bicara, coba ungkap pesan yang ingin disampaikan lewat bahasa tubuhnya.

Melepas jam tangan
Bila saat presentasi, tiba-tiba atasan Anda melepas jam tangan dan meletakannya di tempat yang dapat terlihat oleh peserta rapat, ini berarti ia ingin menyampaikan pesan bahwa dirinya adalah orang yang sangat penting dan sibuk. Baginya, semua harus dimulai dan diakhiri tepat waktu.

Berdiri di balik podium
Ketika atasan berdiri di hadapan para karyawan, dan berbicara bahwa ia sangat menghargai kinerja para karyawannya, cobalah perhatikan sikap tubuhnya. Bila saat menyampaikan pesan atasan lebih memilih berbicara di balik podium, ini menunjukkan dia bukan orang yang terbuka dan defensif. Anda harus berhati-hati dalam menyampaikan kritikan kepadanya.

Menyilangkan lengan setelah bicara
Jika tangan atasan bergerak-gerak sebelum atau ketika ia berbicara, ini menandakan adanya keterbukaan dan keterusterangan. Namun, jika ia berbicara lebih dulu, setelah itu membuat gerakan-gerakan tertentu, seperti memasukkan tangan ke saku, atau menyilangkan kedua lengan di dada, ini menunjukkan ada sesuatu yang membuatnya ragu.

Menatap mata
Saat atasan menyampaikan sesuatu dengan menatap mata Anda, ini menunjukkan bahwa ia ingin Anda benar-benar memerhatikan apa yang ia sampaikan. Biasanya, ia akan melakukan gerakan ini untuk menyampaikan perubahan besar, peluang strategis, atau bahkan menyampaikan kabar buruk yang harus segera ditindaklanjuti.

Selasa, 02 Desember 2008

Help, Bos Killer



Punya bos killer? Jangan gampang ciut. Kunci menghadapinya, perkecil intensitas pertemuan.

1. Jadwalkan beberapa jam setiap harinya untuk membahas segala permasalahan dengan bos. Pagi hari merupakan waktu yang tepat, karena pikiran masih segar dan masih siap untuk menerima omelan.

2. Selain jam yang Anda jadwalkan, usahakan untuk tidak berinteraksi secara langsung. Anda bisa menghubungi atasan lewat telepon atau e-mail.

3. Laporkan perkembangan pekerjaan setiap beberapa jam. Jika atasan mengetahui perkembangan pekerjaan, tidak ada alasan bagi dia untuk meneror Anda.

4. Selesaikan tugas sesegera mungkin. Performa yang baik, efektif meluluhkan hati atasan.

5. Perbaiki terus perilaku Anda yang kurang menyenangkan hati bos.

6. Bekerjalah dengan santai. Anggap saja omelan dari atasan memang bagian dari tugas. Terpenting, usahakan kinerja Anda tetap memukau.

Tipe Wanita Sukses



Mau tahu seperti apakah tipe wanita yang sukses dalam kariernya? Simak beberapa tanda berikut:

1. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

2. Memiliki visi dan mampu meyakinkan lawan bicara, memiliki ide yang mampu menjadi inspirasi bagi lingkungannya, serta mampu meyakinkan dan mendorong semangat timnya agar mencapai hasil.

3. Memiliki enerji, fokus, disiplin kerja yang tinggi, serta fleksibel menghadapi berbagai masalah.

4. Memiliki keberanian untuk mempertahankan prinsip yang mereka yakini serta kemauan untuk mendengarkan lawan bicara.

5. Kemampuan untuk mengendus dan melakukan perubahan.

6. Kalau memang harus, mereka ini biasanya siap untuk berkonflik demi mempertahankan prinsip mereka.

7. Memiliki empati, integritas, keberanian sekaligus rasa iba.

Dok. NOVA

Kamis, 27 November 2008

9 Alasan Bergaji Tinggi



Menurut US News, lupakan kerja keras karena ada hal-hal (di luar kehendak) yang membuat orang digaji lebih besar. Di antaranya:

1. Bertubuh tinggi
Menurut beberapa penelitian, orang bertubuh tinggi menghasilkan uang lebih banyak dari mereka yang bertubuh pendek.

2. Kidal
Aneh memang, tapi kenyataannya di Amerika kebanyakan orang bertangan kidal memiliki gaji lebih tinggi. Mungkin ini ada hubungannya dengan orang kidal lebih kreatif.

3. Berkelamin Lelaki
Masalah gender ini memang terjadi di mana-mana, bahwa lelaki umumnya berpenghasilan lebih besar daripada perempuan.

4. Status: Suami
Lelaki menikah dianggap lebih fokus pada pekerjaan dan tak repot mengurusi rumah tangga. Itu sebabnya, mereka lebih berprestasi dan mendapat gaji tinggi.

5. Perempuan Lajang
Begitu pula dengan perempuan lajang yang bisa bekerja lebih fokus dan lebih dari 40 jam seminggu (karena belum sibuk mengurusi suami dan anak).

6. Jenis Pendidikan
Menurut penelitian American Association of University Women Education Foundation, banyak perempuan lebih memilih bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan yang tak memberi gaji sebesar ketimbang bidang teknik atau matematika yang banyak ditekuni lelaki.

7. Koneksi
Anda mungkin kenal baik dengan kepala divisi SDM/Personalia atau kepala divisi keuangan. Ini bisa saja mempengaruhi jumlah penghasilan yang Anda terima.

8. Bakat
Pada beberapa profesi, bakat juga berpengaruh. Seorang arsitek yang punya bakat besar, tentu bisa memberikan mutu kerja yang hebat pula.

9. Kerja Keras
Mengapa banyak orang bekerja lebih keras? Tentu dengan harapan mendapat kenaikan jabatan dan otomatis kenaikan gaji.

9 Penyebab Gaji Kecil



Memang gaji yang diterima setiap orang belum tentu sama. Dua orang manajer yang bekerja di satu bidang di perusahaan sama bisa memiliki penghasilan berbeda.

Kalau gaji yang diterima besar, tentu tak menjadi masalah. Gaji kecil lah yang sering membuat kita bertanya-tanya. Apa saja yang memengaruhi kecilnya gaji? Ini faktornya.

1. Pendidikan Standar
Memang banyak pengusaha yang tidak lulus pendidikan tinggi bisa sukses dan mendapat penghasilan besar. Meski begitu, pendidikan tinggi tetap membantu seseorang mendapat penghasilan lebih besar. Statistik menunjukkan, orang yang menempuh pendidikan tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang berpendidikan rendah.

2. Usia Muda
Mereka yang berumur 25 tahun ke bawah cenderung berpenghasilan lebih rendah dibandingkan yang berumur di atas 25 atau 30 tahun. Ini masuk akal mengingat pengalaman di satu bidang, jika ditekuni dari tahun ke tahun akan membuat pengalaman bertambah sehingga penghasilan pun juga bertambah.

3. Pengalaman Minim
Sudah pasti makin banyak dan lama pengalaman bekerja, makin tinggi pula nilai jual kita. Maka tak heran, jika usia di atas 25 tahun Anda baru mulai bekerja, gaji pun tak sebesar mereka yang sudah mulai bekerja 2 tahun lebih awal.

4. Hanya Staf
Jika jabatan atau posisi di tempat kerja hanya staf, meski usia di atas 30 tahun dan pengalaman kerja cukup banyak, tentu gaji Anda hanya “jalan di tempat”.

5. “Lahan Kering”
Setiap jenis usaha memiliki rentang gaji yang berbeda. Hal ini disesuaikan dengan beban kerja, waktu, tanggung jawab, dan besarnya pengaruh keputusan berdasarkan hasil kerjanya. Misalnya, di industri migas tentu akan berbeda tanggung jawab dan beban kerjanya dengan bidang perbankan. Meski posisi sama-sama staf dengan pengalaman kerja 5 tahun.

6. Kerja Lapangan
Bekerja di luar kantor memang lebih banyak menggunakan fisik dan sedikit memerlukan otak. Alhasil, posisi lebih rendah dan gaji lebih kecil dari yang duduk manis di kantor. Pernah dengar istilah white collar worker (pekerja kerah putih yang lebih banyak menggunakan pikiran dalam bekerja) dan blue collar worker (pekerja kerah biru yang lebih banyak menggunakan tenaga)? White collar worker biasanya menghasilkan lebih banyak uang daripada blue collar worker.

7. Status
Apakah pegawai tetap, pegawai kontrak waktu tertentu (PKWT), atau pegawai dari kontraktor (consultant)? Pegawai kontrak level bawah (non-staff) biasanya menerima gaji lebih kecil dibanding pegawai tetap. Namun, untuk level staf ke atas seringkali pekerja kontrak lah yang bergaji lebih besar daripada pegawai tetap.

8. Bad Attitude
Pernah berbuat kesalahan yang membuat atasan tak lagi menyukai Anda? Bisa jadi faktor ini membuat gaji Anda tak pernah naik karena bos tak mau memberi rekomendasi kenaikan gaji.

9. Diskriminasi
Masalah gender dan SARA memang masih berpengaruh. Tak heran jika di beberapa perusahaan, karyawan perempuan mendapat gaji lebih rendah dibanding lelaki untuk pekerjaan yang sama. Atau karyawan dari suku X (yang sama dengan suku si bos) mendapat gaji lebih tinggi daripada karyawan dari suku berbeda.

Nah, semoga pertanyaan Anda sudah terjawab!

Kelola Keuangan Berdasarkan Zodiak



Seperti apakah karakter Anda dalam mengelola uang? Intip apa kata Zodiak tentang Anda.

Aries (21 Maret - 19 April)
Aries termasuk boros dalam memakai uangnya. karena itu sebaiknya Aries mengikuti satu prinsip sederhana: sisihkan uang Anda. Ini maksudnya, setelah menerima gaji, utamakan untuk pos tabungan atau dana pensiun. Aturlah agar setiap bulannya ada dana sejumlah tertentu yang otomatis didebet dari rekening Anda. Selain itu, jangan takut berinvestasi untuk mencapai tujuan finansial yang Anda inginkan.

Taurus (20 April - 20 Mei)
Anda punya bakat sebagai manajer keuangan yang baik. Bagi Taurus mengelola aset adalah hal yang menantang dan sangat disukainya, seperti halnya petani mengelola kebun. Taurus termasuk royal membelanjakan uangnya untuk menyenangkan hati pasangan. Sesekali, berikan juga hadiah untuk diri sendiri.

Gemini (21 Mei - 20 Juni)
Orang-orang Gemini sangat pintar mencari uang. Sayangnya, mereka kurang tekun menabung. Gemini punya jiwa yang selalu muda, karenanya menabung untuk hari tua bagi mereka adalah hal yang perlu dilakukan nanti saja. Agar tak menyesal kemudian, masukkan dana pensiun dalam rencana pengeluaran Anda.

Cancer (21 Juni - 22 Juli)
Cancer sangat peduli pada hal keamanan, karenanya mereka lebih suka cara-cara konvensional, seperti menabung, ketimbang investasi dengan risiko tinggi. Kepuasan terbesar bagi cancer adalah saat mengeluarkan uang untuk memanjakan diri. Tapi, tak ada salahnya juga membelanjakan uang untuk barang-barang yang punya kesenangan jangka panjang, seperti peralatan rumah tangga moderen atau interior rumah yang gaya.

Leo (23 Juli - 22 Agustus)
Semua pasti setuju kalau Leo adalah orang yang punya selera tinggi. Karena itulah mereka perlu berhati-hati dalam manajemen uang. Untungnya, karena Leo hanya memilih barang berkualitas, ia pun terhindar dari pemborosan uang untuk membeli barang-barang murah namun cepat rusak. Bakat memilih barang-barang berkualitas tinggi sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai pemasukan loh. Misalnya saja sebagai penulis product review.

Virgo (23 Agustus - 22 September)
Virgo adalah orang yang teliti, ia tahu dengan detil berapa uang yang dimiliki di rekening. Makin tebal pundi-pundi uang, makin tentramlah hati si Virgo. Ia juga cermat dalam pengeluaran. Mereka hanya berbelanja saat perlu saja, itu pun setelah mereka membandingkan harga dan mendapat harga termurah. Karena sikap telitinya ini, Virgo sering dianggap pelit mengeluarkan uang, bahkan untuk dirinya.

Libra (23 September - 22 Oktober)
Libra sangat nyaman menggunakan uangnya, sehingga sering tak punya prioritas pengeluaran. Bantuan seorang konsultan keuangan profesional mungkin bisa membantunya dalam pengaturan keuangan. Dalam hal belanja, Libra suka mengeluarkan uangnya untuk barang-barang seni, antik, atau untuk bersenang-senang.

Scorpio (23 Oktober - 21 November)
Sebelum mengeluarkan uang atau berinvestasi, Scorpio memikirkan semuanya dengan hati-hati. Namun, terkadang bila sudah suka dengan satu barang, meski harganya tak masuk akal, Scorpio tetap nekat mengeluarkan uang. Untungnya insting mereka seringkali tepat, sehingga barang yang dibeli justru bisa jadi investasi di masa depan. Berhutang jarang ada dalam kamus si Scorpio.

Sagitarius (22 November - 21 Desember)
Bagi Sagitarius, uang adalah penggoda yang harus dijauhi. Mereka tak suka melakukan perencanaan finansial karena dianggap hanya membuang waktu dan energi. Akibatnya uang mereka sering menguap begitu saja karena Sagitarius tak punya pengalaman dalam mengatur keuangan.

Capricorn (22 Desember - 19 Januari)
Manajemen keuangan hanya salah satu dari banyak kelebihan yang dimiliki Capricorn. Mereka pintar memutar uang. Setiap kelebihan dana yang dimiliki disimpannya atau diinvestasikan. Namun, jagalah agar tujuan Anda mengelola uang bukanlah karena ingin dihormati atau menimbun kekayaan.

Aquarius (20 Januari - 18 Februari)
Cara Aquarius mengelola uang sangatlah unik. Seringkali dalam kondisi kepepet, muncul kreativitas yang tak terbayangkan. Jadi jangan heran bila Aquarius sering punya bisnis dadakan. Sayangnya, jiwa bisnis ini hanya muncul saat mereka butuh uang saja.

Pisces (19 Februari - 20 Maret)
Secara umum Pisces tak begitu peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan uang. Bila punya uang lebih mereka hanya menghabiskannya untuk kesenangan sesaat. Dalam investasi sebenarnya Pisces lebih cepat untung bila masuk ke bidang kesehatan atau makanan. Untuk membatasi pengeluaran pada hal-hal yang tidak perlu, sebaiknya Pisces mengambil fasilitas otomatis debet agar ada dana yang disisihkan untuk tabungan dan membayar tagihan.

Evaluasi Kerja, Siapa Takut?

Evaluasi atau penilaian kinerja (performance review) masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar karyawan. Maklum saja, dalam evaluasi ini kita harus siap dinilai dan tentu saja menerima kritik dari atasan.

Evaluasi kerja biasanya dilakukan setahun sekali atau per semester, tergantung pada sasaran yang ingin dicapai perusahaan. Pada dasarnya evaluasi ini dibuat untuk mengetahui sejauh mana kadar profesionalisme Anda.

Lewat review ini atasan dan manajemen bisa menilai kinerja kita. Misalnya, apakah kemampuan dan keahlian yang kita miliki selama ini sudah memadai, adakah target yang ditetapkan perusahaan tercapai, dan sebagainya. Pekerja yang memiliki kinerja bagus atau termasuk dalam top performer cenderung memperoleh kenaikan gaji lebih besar dibandingkan dengan rekan kerja yang kinerjanya lebih rendah. Selain itu, bila atasan menilai kinerja kita bagus, kompensasi berupa bonus besar sudah menanti.

Nah, apa saja yang harus kita persiapkan untuk menghadapi evaluasi kinerja?

* Catatan evaluasi pribadi
Idealnya, kita perlu melakukan evaluasi pribadi secara berkala, sehingga kita punya catatan prestasi dan pencapaian target yang sudah dibuat dalam kurun waktu tertentu. Catatan ini bertujuan untuk menghindari adanya perbedaan antara Anda dan atasan.

Selain daftar pencapaian target, masukkan pula prestasi atau peningkatan skill yang Anda capai, misalnya melanjutkan sekolah lagi atau telah mengikuti kursus tertentu.

Setiap tahun, setelah evaluasi kinerja, biasanya atasan akan memberikan daftar jobdesk dan target yang harus Anda capai selama kurun waktu tahun berikutnya. Ini bisa jadi panduan Anda dalam bekerja. Namun perubahan bisa saja terjadi. Misalnya pergantian bos yang menyebabkan bertambahnya tugas-tugas Anda. Karena itulah Anda perlu memiliki dokumentasi jobdesk lama dan baru.

* Tanggapi kritik
Kritik tentang performa kerja kerap kali terlontar dari atasan saat evaluasi kinerja. Tapi nggak perlu ngambek atau sakit hati mendengar komentar negatif atas kinerja Anda. Bila Anda punya bukti kuat, misalnya catatan prestasi tadi, Anda berhak membela diri. Misalnya saja bila Anda dinilai sering terlambat memenuhi tenggat pekerjaan, ajukan bukti bahwa selama ini Anda melakukan multitasking karena rekan kerja Anda dipindah ke departemen lain.

Namun Anda juga harus bersikap sportif bila selama ini memang performa Anda menurun. Yang penting, jangan sampai kritik dari atasan mematikan motivasi kerja dan membuat Anda jadi tak percaya diri. Lagi pula, bila kritik yang diberi seimbang dan masuk akal, justru bisa membangun prestasi kerja Anda dan membuat Anda tidak sembarangan mengambil keputusan.

Terakhir, jangan hanya fokus pada hasil akhir dari evaluasi tersebut. Bila yang Anda pikirkan hanya nilai A, B, C, atau D, itu artinya Anda hanya mementingkan evaluasi, bukan kontribusi yang bisa Anda beri untuk perusahaan.

Kamis, 13 November 2008

Mendeteksi Si Pefeksionis

Orang yang perfeksionis terkadang kurang disukai karena sulit bersikap fleksibel. Bagaimana mengenali si perfeksionis?

* Selalu ingin tampil prima
Orang yang perfeksionis selalu ingin tampil sempurna dalam berbagai hal, termasuk dalam penampilan. Ia paling tak tahan untuk tidak melirik kaca dan merapikan diri setiap kali ada kesempatan.

* Ingin jadi superior
Si perfeksionis tidak dapat dengan mudah mengakui kesalahannya di depan publik. Mereka amat peduli akan pendapat orang lain terhadap dirinya dan ingin selalu terlihat pintar dan superior.

* Hobi mengkritik
Seseorang yang berkepribadian perfeksionis gemar mengkritik orang-orang di sekitarnya. Jangan harap Anda bisa terlihat sempurna di depan matanya.

* Tidak bahagia
Meski terkesan sempurna, sebenarnya orang yang perfeksionis tidak bahagia dengan kehidupannya. Meski hanya sepersekian detik, Anda pasti bisa menemukan jejak itu di matanya.

* Terobsesi pada sesuatu
Pernah mendengar teman Anda bilang, "Saya paling tidak tahan melihat meja berantakan," atau "Saya tidak akan berhenti usaha sampai bisa memenangkan penghargaan karya tulis itu!"

Selasa, 04 November 2008

Mengenal 4 Tipe Stress

Sepertinya kita memang tak bisa luput dari stres. Di kantor, di rumah, bahkan tak melakukan apa-apa pun bisa menyebabkan stres.
Menurut situs stressfocus.com, ada empat tipe stres yang dibagi dalam dua kelompok, yakni positif stres dan negatif stres.

Yang termasuk dalam positif stres adalah eustres,
yakni saat stres muncul, seseorang justru lebih produktif atau malah lebih kreatif dalam menyelesaikan pekerjaan. Positif stres bisa membantu kita melakukan perubahan dalam hidup. Tak sedikit yang berganti profesi atau menemukan jalan keluar yang jitu dari suatu masalah. Positif stres juga membantu kita menyadari ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki.
Penemuan-penemuan penting dalam bidang teknologi atau disain kreatif biasanya berasal dari stres tipe ini.

Yang termasuk dalam kelompok negatif stres diantaranya adalah distress. Perasaan stres ini muncul saat seseorang sedang frustasi, takut, atau punya kemarahan yang belum dilampiaskan. Bila terlalu sering mengalami distress, akibatnya adalah tekanan mental. Kemudian ada juga understress, yang terjadi saat seseorang mulai kehilangan tantangan.
Manajemen kantor yang salah atau minimnya kesempatan untuk berpartisipasi dan menunjukkan skill sering menyebabkan stres tipe ini.
Understress bisa mendorong kita pada masalah baru. Jenuh dan perasaan tak berdaya adalah dua efek dari stres ini, akibatnya kita jadi kehilangan motivasi untuk bekerja.
Tipe negatif stres terakhir adalah over-stress. Stres ini terjadi setelah seseorang bekerja keras atau berusaha berlebihan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan demi memenuhi tenggat.
Kondisi ini terus berulang karena kita tak punya waktu untuk break dan menarik napas sejenak, sehingga pikiran kita hanya terfokus pada cara menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin.

Over-stress bisa berakibat pada berkurangnya kemampuan atau kreatifitas. Bagaimana jika pekerjaan kita rawan stres? Carilah cara untuk selalu memompa energi baru. Melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi, cuti, berlibur, atau tidak memikirkan pekerjaan setelah jam kantor adalah sebagian dari usaha untuk mengelola stres.