Tampilkan postingan dengan label Pernikahan/Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan/Keluarga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2009

Tipe Ibu Seperti Apakah Anda?



Menjadi seorang ibu merupakan masa-masa paling penuh tantangan dalam hidup seorang wanita. Suatu saat Anda merasa jadi orang paling bahagia sedunia, tetapi pada saat yang lain Anda merasa sangat sedih dan sendiri. Memiliki seorang bayi merupakan sebuah perubahan yang sangat besar dalam hidup seseorang yang secara alamiah memerlukan sebuah adaptasi dari Anda.

Sifat dasar seorang wanita biasanya memiliki sebuah pola dan sebuah refleksi diri bisa membantu kita menghadapi ekspektasi dan emosi untuk menghadapi kebahagiaan dan tantangan menjadi seorang ibu.

Mengenali siapa diri Anda dan memahami bagaimana cara alamiah Anda menghadapi masalah bisa membantu Anda menjalani emosi, memutuskan sebuah masalah, dan beradaptasi pada situasi baru sambil menikmati waktu bahagia dalam hidup Anda.

Umumnya, ada lima tipe kepribadian calon ibu, seperti dipaparkan www.femalefirst.co.uk, yakni

* Pencemas
Tipe ibu yang kecanduan dalam mencari informasi. Secara sadar-tak sadar selalu mencari informasi sebanyak-banyaknya. Selalu mencari nasihat dari teman, keluarga, banyak membaca majalah dan buku-buku kehamilan. Meski hal ini baik untuk memperkaya pengetahuan, namun terkadang bisa membuat Anda kelelahan dengan banyaknya informasi yang didapat. Tak jarang Anda malah bingung memutuskan sesuatu karena terlalu banyak informasi.

Jika Anda merasa menjadi ibu tipe yang seperti ini, penting untuk diingat, bahwa sangat alamiah untuk mencemaskan hal yang paling berharga dalam diri Anda -yakni bayi Anda. Untuk menghindari kebingungan, kurangi banyaknya sumber informasi. Hanya gunakan satu situs untuk mencari informasi, cukup temui satu dokter yang Anda nyaman untuk diajak berdiskusi, dan untuk mendapatkan informasi faktual bagi Anda dan si buah hati.

* Kompetitif
Seorang ibu yang kompetitif selalu ingin menjadi yang terdepan dari yang lainnya. Anda mungkin orang yang pertama kali hamil di antara teman-teman Anda. Karena itu, Anda pasti yang paling banyak membaca buku-buku pengetahuan seputar kehamilan. Biasanya, karena sifat alami Anda yang senang berkompetisi, Anda sering mengabaikan informasi dari orang lain karena merasa sudah paling tahu.

Tak jarang, Anda membagi informasi tanpa perlu ditanya. Sebenarnya pengetahuan Anda mungkin memang sudah cukup banyak, namun tak ada salahnya untuk mendengarkan orang lain sekali waktu. Yang terpenting adalah Anda mengetahui apa yang terbaik untuk Si Kecil, apa pun yang dilakukan orang lain.

* Profesional
Tipe semacam ini, tipe yang sangat teratur, rasional, pengikut sistem. Ibu profesional tak mau kompromi jika berkaitan dengan bayinya. Anda akan melahirkan di rumah sakit, dikelilingi peralatan medis, dokter, dan personel medis yang sangat profesional untuk mencegah komplikasi yang tak diduga. Anda akan mencoba mencari rasionalisasi mitos-mitos seputar kehamilan dan kelahiran, selalu berkonsultasi dengan dokter. Jika ini adalah tipe Anda, cobalah untuk bersantai sejenak.

Meski persiapan memang penting, biarkan bidan atau dokter Anda membimbing Anda setiap jalannya. Jangan terlalu tegang. Kebanyakan kebahagiaan dan pelajaran menjadi seorang ibu datang dari hal-hal yang datang mendadak, dan hal-hal seperti inilah yang akan Anda ingat ke belakang dan rasakan bahagianya. Dengan lebih bersantai, Anda akan menjadi lebih fleksibel menghadapi permasalahan menjadi seorang ibu. Anda kan lebih bisa menempatkan diri untuk menghadapi permasalahan yang datang sebagai seorang ibu.

* Naturalis
Tipe seperti ini ingin memberikan segala hal yang natural untuk bayinya. Sebagai seorang ibu yang naturalis, Anda akan mengelilingi diri dengan segala hal yang organik, makan makanan yang simpel, natural, dan penuh nutrisi sehat. Lebih memilih pengobatan alternatif ketimbang medis, dan Anda akan memilih penyembuhan di rumah. Anda akan lebih tenang jika si bayi berada di rumah sendiri.

Jika ini adalah tipe Anda, penting untuk diingat, agar Anda harus bisa menyeimbangkan kebutuhan bayi Anda dengan keadaan. Anda perlu tahu, apakah Anda bisa menangani pertumbuhan Si Kecil dengan bantuan alam sepenuhnya saja? Ataukah masih ada kesempatan Si Kecil untuk berkenalan dengan dunia medis? Untuk lebih bisa membuat keputusan yang terbaik bagi anak, sebaiknya Anda pintar-pintar memperkaya diri dengan pengetahuan di bidang medis dan alamiah.

* Tak khawatir
Tipe ini menghadapi hidup dengan santai dan tanpa beban. Anda merasa bahwa ibu, kakak perempuan, teman, dan wanita lain di dunia baik-baik saja menghadapi kehamilan dan kelahiran tanpa perlu banyak kerepotan. Jadi, pasti Anda pun akan baik-baik saja. Anda biasanya tenang saja menghadapi tantangan. Meski penting untuk menikmati menjadi seorang ibu, namun penting juga untuk memperkaya diri dengan informasi diri seputar masalah ibu, bagaimana saat menghadapi sakit, atau saat Anda sulit tidur pada malam hari.

Untuk memastikan bahwa Anda membekali diri dengan segala pengetahuan seputar kehamilan, keibuan, dan lainnya, temui dokter atau bidan Anda segera setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil.

Senin, 25 Mei 2009

6 Janji yang Bikin Hubungan Makin Erat

Sepuluh tahun pernikahan, seringkali menjadi tantangan tersendiri. Karir yang mulai mapan, ditambah anak-anak yang semakin besar, membuat kita lupa bagaimana indahnya mendengar sweet promise atau janji manis dari pasangan.

Padahal janji manis adalah medium untuk membuat kita selalu jatuh cinta pada pasangan. Karena janji manis merupakan blueprint dari rasa cinta yang dilakoni setiap harinya. Psikolog John Gottman, PhD, bahkan menyakini, janji manis yang diucapkan setiap hari akan mengkristal dalam hati. "Kristalisasi inilah yang nantinya menjadi wujud nyata dari cinta."

Lalu janji manis seperti apa yang dapat melanggengkan komitmen berbagi hidup bersama pasangan?

"I vow to not go to bed angry"
Memberikan punggung pada pasangan usai bertengkar, ternyata bukan reaksi yang bijak. Penelitian yang dilakukan University of Washington mengungkapkan, pertengkaran yang dibawa tidur hanya akan meningkatkan gengsi ketimbang rasa sayang kita terhadap pasangan. Maka penelitian yang dilakukan pada Love Lab ini, mendorong setiap pasangan menyelesaikan masalah sebelum tidur. Tujuannya hanya satu, menyelesaikan permasalahan yang menguntungkan kedua belah pihak.

"I vow to keep our romance going -even when I'm not feeling romantic"
Kerja yang menumpuk yang dibayangi dengan acara rutin keluarga besar, sering kali membuat kita lupa akan kesenangan yang dilakukan sebelum menikah. Menonton film atau makan di restoran romantis, misalnya. Padahal momen berdua ini akan membuat kita dapat saling memperhatikan secara utuh. Habiskanlah waktu bersama di akhir pekan, untuk menyadari bahwa pasangan yang ada di samping kita adalah yang terbaik bagi kita.

"I vow to be honest"
Berapa kali kita rela menemani pasangan menonton siaran langsung sepak bola yang sebenarnya tidak kita sukai? Mencoba untuk menikmati, sebenarnya hanyalah menyiapkan bom waktu. Karena di dalam hati kita marah dan jenuh. Berjanji untuk menemani pasangan dalam keadaan suka dan duka, bukan berarti menyembunyikan kejujuran. Justru definisi cinta sejati adalah saat kita bisa jujur mengekspresikan apa yang kita rasa dalam kebersamaan.

"I vow to stay faithful -even if I'm tempted
Polling mengungkapkan 28 persen laki-laki yang sudah menikah, akan mengalami affair pada usia 50 tahun. Dan 17 persen perempuan yang sudah menikah, juga mengalami hal yang sama. Memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis adalah hal yang wajar. Tapi yang membuat komitmen kita berbagi hidup selamanya lebih memiliki makna adalah ketika kita tidak ingin menguji diri kita sendiri.

"I vow to take care of myself"
Tanpa disadari menjaga dan merawat diri adalah cara untuk membuat pasangan kita selalu jatuh cinta. Kesehatan fisik dan emosi adalah modal utama untuk dapat mendampingi pasangan. Apabila kita sakit, pasangan kita pasti akan merasa kurang bersemangat menjalani rutinitas. Alhasil, hari-hari yang dijalani pun terasa lebih berat dari biasanya karena tidak ada kesenangan yang dapat dinikmati bersama.

"I vow to cultivate intimacy"
Tidak ada salahnya untuk menyediakan waktu untuk bermesraan. Waktu bermesraan ini, adalah cara untuk memperdalam ikatan dengan pasangan. Kita mendengarkan apa yang menjadi masalah terbesarnya, tanpa harus menggurui. Posisikan diri sebagai seorang pendangar yang baik. Kadang kala, memiliki pendengar yang baik adalah terapi terbaik untuk melepaskan stres.

Sabtu, 23 Mei 2009

Si Dia Tak Pernah Bilang I Love You?



Kamu cinta sama aku nggak, sih?" begitu tanya seorang perempuan pada pasangannya. Sang pasangan, bukannya langsung menjawab, malah langsung terdiam kaku. Kata-kata jawaban sudah terkumpul di ujung mulutnya, tetapi sulit sekali ia mengeluarkannya. Akhirnya ia hanya tersenyum dan mengecup kening perempuan tersebut. Namun, perempuan ini masih terus mendesaknya, "Sayang nggak, sama aku?"

Barangkali Anda termasuk salah satu perempuan yang pernah mengalami hal seperti ini. Memiliki kekasih, atau suami, yang tak pernah mengucapkan rasa cinta atau sayang kepada pasangannya. Padahal, tak terhitung berapa kali "I love you" yang sudah keluar dari mulut Anda selama menjalani hubungan bersamanya. Tetapi, Si Dia tak pernah membalas pernyataan Anda. Sebaliknya, ia hanya menjawab, "Ya". Aneh sekali. Jangan-jangan Si Dia tak mencintai Anda?

Wanita memang selalu membutuhkan pernyataan, atau pengakuan cinta dari pasangannya. Jika tidak, ia akan merasa tidak aman, karena mengira perasaan itu hanya muncul dari satu pihak. Padahal, hanya karena Si Dia tidak pernah mengatakan “I love you,” tidak berarti ia tidak mencintai Anda lho. Jika ia sudah menunjukkan rasa cintanya melalui perbuatan (dengan setia menjemput Anda saat Anda harus lembur di kantor, tak pernah lupa membawakan oleh-oleh untuk Anda dan anak-anak saat ada acara jalan-jalan kantor di luar kota, atau memijat kaki Anda saat Anda mengeluh kecapekan sehabis shopping di mal), untuk apa lagi ia mengatakannya?

Memaksanya mengungkapkan perasaan juga tidak akan membuat Si Dia mengucapkan kalimat sakti itu.

Mengapa pria tidak mengucapkannya?
Ada beberapa penyebab mengapa pria tidak menyatakan rasa sayangnya kepada pasangan melalui kata-kata. Hal ini biasanya berkaitan dengan karakter pria tersebut.

1. Menurut Dr. Brenda Shoshanna, psikolog dan penulis sejumlah buku seperti Zen And The Art of Falling In Love, mengatakan "I love you," sama artinya dengan menawarkan komitmen. Bagi banyak pria, cinta diekspresikan melalui tindakan, sehingga kata-kata ini adalah janji mengenai apa tindakan selanjutnya. Hanya dengan membalas ucapan Anda, pria akan merasa harus menyetujui dukungannya pada Anda. Misalnya, menikah, membelikan rumah, dan sebagainya.

2. Pada pasangan yang masih dalam tahap pacaran, pria enggan mengucapkan kalimat tersebut karena belum yakin apakah dirinya memang betul-betul mencintai pasangannya. Bagi mereka, kata cinta harus diucapkan dari hati, dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar untuk menyenangkan hati pasangannya (meskipun ada juga yang melakukan hal ini).

3. Pria yang lain memang cenderung sulit mengekspresikan perasaannya. Orang yang sejak kecil tidak dibiasakan mengungkapkan rasa sayang kepada orangtua melalui kata-kata, ketika dewasa pun akan cenderung seperti itu. Baginya, lebih baik rasa sayang diperlihatkan melalui perbuatan, atau pemenuhan kebutuhan pasangan. Misalnya, menyediakan waktu untuk menemani Anda berbelanja di hypermarket, meskipun ia tidak menyukainya.

4. Pria yang lain lagi tidak ingin terlihat cengeng dengan mengucapkan kalimat tersebut, apalagi jika kepergok mengucapkannya di depan teman-temannya. Jika ia tahu lingkungan pergaulannya termasuk yang memiliki kebiasaan yang sama, mungkin ia pun akan melakukannya. Jika tidak, lebih baik tidak mencari masalah.

5. Pria yang pernah menghadapi kegagalan dalam hubungannya, seperti bercerai, berebut hak asuh anak, dan sejenisnya, juga akan berpikir lebih lama untuk menambahkan komitmen baru ke dalam dirinya (lihat nomor 1). Ia akan memilih lebih berhati-hati, karena tidak ingin melukai perasaan Anda, dan mengulang kesalahan yang sama.

Nah, jika Anda merasa belum yakin apakah Si Dia memang mencintai Anda, kenapa tidak langsung mengingat-ingat apa yang telah dilakukannya untuk Anda? Buat catatan mengenai hubungan Anda: Bagaimana ekspresinya saat Anda sedang sedih atau Anda sedang bersama pria yang tidak Anda kenal (bisa jadi saat cemburu pun Si Dia tidak mengungkapkannya)? Apakah ia selalu mempersilakan Anda yang memilih tempat makan? Apakah ia tidak pernah keberatan jika Anda pamit ingin jalan-jalan dengan teman-teman?

Setelah mencatat semua yang pernah diberikan pasangan kepada Anda, ucapkan terima kasih padanya, dan katakan betapa Anda beruntung memilikinya. Dan, jangan lagi mendesaknya dengan pertanyaan, "Cinta nggak sih, sama aku?"

Rabu, 29 April 2009

Bila Seks Mulai Menjadi Rutinitas yang Membosankan

Seiring berjalannya waktu, semakin lama perjalanan pernikahan, banyak pasangan tak menyadari pentingnya sentuhan. Kebosanan seksual bisa dibilang merupakan epidemik. Gejalanya antara lain: pasangan yang saling mencintai, jarang cekcok, ingin keadaan selalu baik-baik, dan kehidupan seks adalah kegiatan rutin. Pasangan seperti ini biasanya menghindari perubahan, tak ingin mencoba risiko, dan cenderung bermain "aman".

Trina Read, kolumnis sebuah situs khusus pasangan, mengatakan, ada banyak penyebab kebosanan seksual. Untuk pasangan yang sibuk, kebosanan seksual sering termanifestasi dalam bentuk seks yang "buru-buru". "Lekas tanggalkan pakaianmu!", atau "Cepatlah capai puncakmu!". Intinya, pasangan didorong untuk cepat melakukan dan menyelesaikan supaya yang lain bisa langsung tidur, demikian menurut Trina.

Kebosanan seksual ini menyebabkan kegiatan bercinta hanya sebagai kegiatan yang rutin, atau hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai suami-istri (atau lebih parah, sebagai alat membantu cepat tidur), alih-alih sebagai aktivitas yang memperkuat keintiman Anda dan suami. Padahal, orgasme kedua pihak merupakan suatu hal yang bisa mengeratkan hubungan pasangan. Pasangan seperti ini membutuhkan sesuatu yang baru, lucu, menyenangkan, atau sedikit berbahaya untuk "menghidupkan" hubungan atau membuat suasana lebih seru.

Yang diperlukan hanyalah kemauan keduanya untuk mengambil waktu berduaan. Hentikan diri dari kesibukan dan nikmati sentuhan (juga menyentuh) sayang dari pasangan. Bermanja-manjaan dan berpelukan adalah tindakan sentuhan yang membantu pasangan untuk tetap intim. Menyentuh orang lain dengan tujuan untuk menenangkan adalah hal yang berbeda dari hanya sekadar sentuhan dengan hasrat untuk bercinta. Sentuhan kasih sayang di antara pasangan bisa membantu untuk menenangkan, menyayangi, dan membawa keduanya lebih dekat.

Namun ironisnya, sentuhan untuk menenangkan dan penuh kasih ini terkadang disepelekan. Mungkin pada awal pernikahan, suami atau Anda terbiasa untuk langsung menyentuh titik-titik genital, dan kebiasaan ini terbawa terus ke dalam pernikahan. Karena pengulangan pola yang sama, pasangan bisa merasa bosan dan menebak gerakan berikutnya dari Anda. Memang, di tengah kesibukan membagi tugas antara pekerjaan dan mengurus anak-anak, wajar jika Anda dan suami merasa kelelahan untuk mencoba kegiatan seks baru. Namun, hanya dengan saling memeluk, tidur bersebelahan sambil bercerita sebelum terlelap, dan saling menyentuh pun bisa membantu keintiman Anda.

Jika Anda memiliki waktu dan tenaga lebih, Anda bisa berinisiatif dengan membeli krim atau lotion pijat, lalu mulailah untuk memberikan pijatan terbaik untuk pasangan yang selama ini telah membuat segala sesuatunya lebih indah untuk Anda. Tanyakan pada pasangan, di mana mereka ingin disentuh? Jika ia membiarkan Anda yang memegang kendali, coba mulai dari kaki, naik ke betis, paha, bokong, punggung, pundak, lengan, dan ke ujung-ujung jarinya. Jangan lupa untuk menanyakan feedback. Siapa tahu ia tergerak untuk memulai sesuatu yang baru juga besok malam. Ingatlah, bahwa sentuhan yang tulus adalah komoditas yang paling diperlukan dalam kegiatan seksual yang sehat.

Kamis, 16 April 2009

Banyak Cara Mengungkapkan Rasa Cinta


Untuk ide mengingatkannya betapa Anda mencintainya, berikan catatan cinta di dasar gelas berisi jus milik si dia. Sehingga ketika jusnya habis, ia bisa membaca tulisannya


Jika selama ini Anda terus-menerus mengungkapkan rasa cinta melalui perkataan, mengapa tidak mengubahnya sesekali dengan menyatakannya melalui tindakan unik? Tak perlu serta-merta membelikan suami Anda barang-barang mahal atau menyelenggarakan pesta besar-besaran. Cukup dengan tindakan-tindakan kecil yang manis dan membekas. Jadilah kreatif, seru, romantis, lucu, tetapi jangan lupa untuk tetap menjadi diri sendiri.

Ini ide-ide unik yang bisa Anda lakukan untuk suami:

1. Tempelkan kertas bertuliskan pesan lucu di bagian luar dasar gelas berisi jus untuk suami. Perhatikan ketika ia menemukan harta karun di akhir minumannya. Pastikan tulisan tersebut menghadap ke arah dalam gelas, bukan ke arah luar, agar bisa terbaca ketika ia selesai menghabiskan jus atau susunya.

2. Awali hari dengan membawakan kopi atau mencetak rotinya dengan cetakan kue berbentuk hati.

3. Selalu mengucapkan terima kasih ketika ia melakukan sesuatu yang baik. Tentunya, ucapkan dari dalam hati dan beri tatapan hangat, lengkapi dengan sedikit senyuman.

4. Ketika rumah sedang sepi, kejutkan si dia dengan makan malam sambil piknik di lantai beralaskan karpet di ruang keluarga, atau di halaman jika itu adalah malam yang indah.

5. Bungkus cokelat batangan dengan kertas bertuliskan kata-kata manis, seperti "have a sweet day".

6. Panaskan mobilnya di pagi hari sebelum ia berangkat, tinggalkan catatan di setirnya dengan tulisan manis, seperti "I love you with all my heart".

7. Kejutkan sidDia dengan membawakan makan siang ke kantornya.

8. Kirimkan pesan-pesan singkat manis di waktu-waktu luang, seperti "sedang memikirkan kamu" atau "kamu seksi", dan sebagainya.

9. Sisipkan pesan di bawah bantal yang bertuliskan, "I love you".

10. Ciptakan kartu buatan sendiri, seperti guntingan kertas berwarna berbentuk hati yang ditempelkan pada kartu ucapan, lalu berikan kutipan kata-kata cinta.

Ini adalah sedikit contoh-contoh lucu yang bisa Anda lakukan sendiri. Ciptakan ritual ucapan cinta untuk si dia. Jangan sia-siakan waktu untuk terus mengingatkan si dia betapa Anda mencintainya. Mudah-mudahan si dia pun makin mencintai Anda.

Jumat, 03 April 2009

10 Hal Romantis Menurut Pria



Hal-hal romantis, jangan selalu diterjemahkan sebagai makan malam dengan cahaya lilin. Romantisme juga berkaitan dengan hal-hal yang dapat membuatnya teringat masa lalu, sesuatu yang Anda lakukan dan berkesan buatnya, pokoknya apa saja yang dapat membangkitkan perasaan cinta antara Anda dan pasangan. Dan, tidak seperti yang Anda pikirkan sebelumnya, ternyata tidak sulit menciptakan suasana romantis bagi pasangan. Anda hanya perlu mengingat apa yang pernah dilakukannya untuk Anda, dan mengirimkan pesan bahwa Anda menghargai dan mencintainya.

1. Berdandan untuknya
Si Dia pernah membelikan Anda pakaian, atau sepatu? Mungkin Anda pernah memakainya, sekali atau dua kali, lalu menyimpannya di lemari. Hal ini pasti akan menimbulkan pertanyaan baginya: Anda tidak menyukai pemberiannya itu. Mungkin, seleranya kurang pas untuk Anda. Namun, "Cobalah untuk berdandan sesuai seleranya sekali waktu," saran Barbara De Angelis, Ph.D., penulis Secrets About Men Every Woman Should Know. "Ajak dia berbelanja, dan biarkan dia memilih pakaian yang dia inginkan untuk dipakai Anda, atau lingerie yang menurutnya seksi."

Ingatlah, Anda melakukan hal ini untuk dia, bukan untuk Anda. Tidak apa-apa kan, sesekali membuatnya senang?

2. Lebih sering menyentuhnya
Sentuhan tidak selalu berarti hubungan seks, atau pijatan. Sentuh lembut kakinya di bawah meja, usapkan tangan Anda di pundak atau punggungnya.... Pria menganggap sentuhan wanita yang mereka cintai itu sangat menentramkan hati. Dalam bahasa non verbal, hal ini bisa diterjemahkan sebagai, "Aku sayang banget sama kamu." Sentuhan semacam ini juga tidak harus diartikan ajakan untuk berhubungan seksual. "Belajarlah untuk mencintai dan menghargai tubuh pria," kata De Angelis. "Hal ini membuatnya merasa Anda mencintai setiap bagian tubuhnya."

3. Membiarkan dia hangout bersama teman-teman prianya
Heran, karena konsep romantis di sini tidak melibatkan Anda? Ya, pria memang memerlukan waktu untuk menjauhkan diri dan membentuk koneksi dengan sesamanya, untuk bertingkah gila-gilaan, atau kekanak-kanakan. Anda pun suatu ketika ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman wanita untuk membicarakan pria, bebas mengagumi pria-pria tampan yang lewat di depan Anda. Mereka pun begitu. Jangan terlalu serius mengenai hal ini, dan ia akan mencintai Anda karena sikap Anda tersebut. Dan, tak perlu meneleponnya berulang kali saat ia sedang bersama gerombolannya. Hal itu justru menunjukkan kepercayaan Anda padanya, bahwa membuatnya bahagia tak hanya dengan memberikan sentuhan erotis.

4. Muncul di kantornya
Buat surprise dengan tiba-tiba mengunjunginya di kantor menjelang pulang. Tentu saja, hal ini bisa dilakukan jika Si Dia sedang tidak sibuk. Bila ia seorang yang senang bersosialisasi, ia akan senang mengajak Anda menghabiskan waktu dengan teman-temannya, pria atau wanita. Namun hadir di kantornya bisa juga diartikan secara kiasan: buat kehadiran Anda dirasakan olehnya sepanjang hari. Caranya, bisa dengan meneleponnya, atau mengiriminya email berisi foto seksi Anda. "Menurut saya pria senang mendengar betapa sang istri mencintai dan merindukannya," tukas Ronald Goldstein, Ph.D., psikolog dan konsultan perkawinan di Newtown, Pennsylvania.

5. Mengatakan betapa hebat ia di mata Anda
Pria umumnya tidak mampu mengekspresikan dirinya secara verbal, oleh karena itu kitalah yang perlu menyampaikannya untuk dia. Katakan pada suami betapa ia membuat Anda merasa aman dan nyaman, berterima kasihlah karena ia telah bekerja begitu keras untuk keluarga (meskipun Anda pun bekerja sama kerasnya), ceritakan betapa kasihan teman-teman Anda yang tidak mempunyai suami seperti dia. Memang tidak mudah menyampaikannya di sela-sela jam kantor yang sibuk, namun pesan kilat pun akan membuatnya merasa diinginkan dan dibutuhkan. Jika ia terlihat lelah dan stres sepulang kantor, siapkan bir dingin, air panas untuk mandi, membawakan baju gantinya, atau apa saja yang membuatnya merasa rileks. Pijatan halus di pundaknya akan mengatakan, semuanya akan baik-baik saja.

6. Menyiapkan kencan yang berbeda dari biasanya
Nongkrong di mal yang biasa Anda lakukan pada malam minggu, tentu tidak termasuk. Ajaklah dia keluar kota di akhir minggu, atau siapkan tiket nonton film di bioskop mewah yang belum sempat dikunjunginya sejak dulu. Untuk memastikan rencana ini berhasil, gali apa yang dibutuhkan oleh hubungan Anda saat ini. Bila Anda terlalu lelah bekerja, bagaimana kalau cuti bersama dan berlibur di tempat favorit Anda? Bosan dengan situasi sehari-hari? Anda bisa membuka kamar di hotel lokal. Lebih seru lagi bila kegiatan ini Anda lakukan secara spontan.

7. Hubungan seks yang mendebarkan
Saat Anda telah lama menikah, hubungan seks seringkali menjadi kewajiban saja. Anda sudah melupakan unsur kesenangan di dalamnya. Coba ingat bagaimana Anda berhubungan seks saat pertama menikah? Ketika Anda masih sering tersipu, ketika Si Dia masih sering melontarkan ide mengenai gaya-gaya baru, atau memilih tempat seperti di ruang tamu, atau di ruang tengah. Lakukan kembali hal-hal yang mendebarkan ini. Atau, bila Anda terbiasa berhubungan intim dengan lampu dimatikan, kali ini lakukan dengan lampu menyala, atau dengan bantuan lilin. Cari tahu fantasi seksual yang masih dimilikinya.

8. Berikan hadiah yang hanya dapat dinikmatinya
Jika Anda memberi hadiah berupa ponsel, atau pemutar musik, mungkin suatu saat Anda akan meminjamnya. Memberi hadiah yang hanya dapat dinikmatinya mengirimkan pesan bahwa Anda ingin membuat Si Dia senang atau bahagia. Jadi, jangan pikirkan apa yang ingin Anda berikan untuknya, tetapi apa yang disenangi atau dibutuhkannya. Misalnya, tiket konser band yang disukainya, supaya ia bisa nonton bersama teman-temannya. Atau, stick bilyar yang ingin dimilikinya sejak dulu. Anda lebih tahu apa yang dibutuhkan suami, kan?

9. Tunjukkan perhatian untuk keluarganya
Rutinitas sehari-hari sering membuat hari begitu cepat berlalu. Perhatian Anda tercurah ke pekerjaan, atau mengurus keperluan anak-anak. Sampai-sampai Anda melupakan ulang tahunnya. Atau ulang tahun kakak, adik, atau orangtuanya. Buat reminder di ponsel untuk mengingatkan Anda hari jadi anggota keluarganya. Tanpa diminta, kirimkan SMS ucapan selamat ulang tahun, atau simpati jika ada keluarga lain yang sedang berduka. Kirimkan bunga, atau kue untuk adiknya yang baru saja dipromosikan. Ucapan terima kasih dari sang adik, yang mengira hadiah tersebut berasal dari sang kakak, akan membuat Si Dia makin menghargai perhatian Anda.

10. Memasak untuknya
Anda mungkin pandai memasak, namun sering enggan memasak karena malas membereskan peralatannya, atau memang tidak lagi mempunyai waktu saat hari kerja. Di akhir minggu, memasaklah untuk dirinya. Buat makanan kesukaannya, atau masakan andalan Anda yang membuatnya jatuh cinta pada Anda. Aturlah makan pagi (atau makan malam), lengkap dengan snack, minuman kesukaannya, dan makanan penutup. Tak perlu memikirkan setting menu seperti di hotel. Siapkan saja snack atau buah-buahan favoritnya. Makanlah perlahan sambil ngobrol ringan. Momen ini akan sangat membuatnya rileks.

Rabu, 01 April 2009

7 Cara Meningkatkan Gairah Perkawinan

Bagi banyak pasangan pengantin baru, perkawinan menjadi suatu pengalaman baru yang mendebarkan. Ada perasaan menyenangkan karena bisa lebih sering bersama pasangan, ada pula rasa bingung saat berusaha mentoleransi kebiasaan-kebiasan baru pasangan.

Namun bagi pasangan yang sudah lama pacaran, pernikahan bisa-bisa hanya menjadi perubahan status saja. Anda merasa menikah tidak banyak bedanya dengan saat pacaran, karena Anda sudah terlalu lama bersamanya. Hal seperti ini seperti berpotensi memunculkan rasa bosan. Jadi bagaimana cara meningkatkan gairah dalam perkawinan? Trik ini juga berguna bagi pasangan baru lainnya agar tetap menjaga kehangatan dalam hubungannya.

1. Ciptakan suasana seperti saat mulai pacaran
Menurut Patti Britton, PhD, sex therapist dan penulis The Idiot’s Guide to Sensual Massage, sangat baik bila Anda kembali flirting pada suami. Coba ingat bagaimana dulu cara Anda membuatnya "meleleh" di depan Anda. Apakah karena senyum malu-malu Anda? Apakah cara Anda meminta sesuatu dengan menggemaskan, sehingga ia tak kuasa membiarkan Anda kecewa? Atau panggilan sayang Anda untuknya, yang membuatnya bangga memiliki Anda? Bergandengan tangan sesering waktu pacaran juga akan meningkatkan rasa kebersamaan di antara Anda.

2. Buat panggilan kesayangan
Pasangan lain mungkin akan menyebut "Sayang", "Yang", "Honey", atau "Babe". Anda bisa menciptakan panggilan sayang Anda sendiri. Mungkin dengan nama dari tokoh film animasi kesukaannya, atau meniru cara keponakan memanggilnya. Seorang rekan Kompas.com memanggil calon suaminya dengan "Masnya", karena teman-teman indekosnya dulu selalu mengatakan, "Puuut... masnya datang!". Menjadi unik karena "sejarah" nama kesayangan tersebut hanya Anda berdua yang mengetahui, dan tentu tidak akan dipakai oleh pasangan lain.

3. Anggaplah suami sebagai "alter-ego" Anda
Hal ini memang dirasakan pasangan yang sudah lama berhubungan, dimana chemistry lebih memegang peranan daripada perasaan berbunga-bunga. Anda dan Si Dia merasa sudah menjadi satu bagian, saling merasa nyaman satu sama lain. Hasilnya, Anda pun lebih percaya diri di depannya. Misalnya, dengan tidak malu bertelanjang di hadapannya, atau mengenakan pakaian seksi yang sedikit menampakkan pundak atau dada saat menghadiri pesta.

4. Coba aktivitas yang baru
Kegiatan Anda sebagai pengantin baru mungkin tak banyak bedanya dengan saat pacaran. Makan, nonton, atau mengunjungi keluarga. Namun, coba lakukan sesuatu yang tak pernah Anda pikirkan sebelumnya, seperti jalan-jalan ke kota-kota yang biasanya tidak menjadi tujuan berlibur Anda, seperti Garut, Tasikmalaya, Solo, atau Malang dan sekitarnya. Ikuti arung jeram berdua. Tontonlah teater yang menampilkan selebriti sebagai bintang tamu. Anda tak akan tahu jika kegiatan baru tersebut akan menyenangkan bagi Anda.

5. Selalu intim, meskipun sedang tidak mood
Bila Anda melewatkan aktivitas paling intim antara Anda dan pasangan, Anda tidak akan membantu keharmonisan hubungan Anda. Intercourse dan orgasme memicu oxytocin, "hormon cinta" yang harus dilepaskan oleh tubuh, yang membuat Anda merasa melebur sebagai pasangan. Semakin banyak Anda melakukan hubungan seks, semakin sering Anda menginginkannya. Bila Anda merasa kelelahan saat malam, tidurlah lebih cepat, dan bangun lebih awal untuk melakukan "serangan" di pagi hari. Bila tidak, melakukan hal-hal menyenangkan berdua di dalam kamar juga seru: saling memijat, sarapan di dalam kamar, atau ngobrol intim sepanjang hari.

6. Mandi berdua
Buat kejutan dengan menyusup masuk ke dalam kamar mandi saat suami sedang berada di dalamnya. Saling menyabuni, atau memberikan sentuhan-sentuhan kecil, akan menciptakan kehangatan di antara Anda. Bila memungkinkan, jadikan aktivitas mandi berdua ini menjadi kebiasaan Anda yang baru.

7. Berjanji untuk selalu mesra

Pernahkah Anda melihat pasangan paruh baya yang masih terlihat mesra satu sama lain? Tidak inginkah Anda menjadi seperti itu kelak? Bila ya, berjanjilah mulai sekarang dengan calon suami untuk terus memperlihatkan kemesraan hingga nanti Anda beranjak tua. Tak usah malu memperlihatkan kemesraan Anda di depan teman-teman, seperti menggandeng tangannya, memeluk, mengecup kening, atau sekadar mengelus rambut atau pundaknya. Percayalah, komentar teman-teman pria seperti, "Alaaah... norak banget sih!", hanyalah menunjukkan rasa iri hati karena mereka tidak terbiasa bersikap mesra dengan pasangannya.

Mengenai Perjanjian Pra Nikah



Jika Anda sering mendengarkan berita gosip, sering terdengar suatu tren di kalangan selebritis Hollywood tentang dilakukannya perjanjian pra nikah, atau disebut juga pre nuptial agreement. Hal ini dibuat untuk melindungi harta milik masing-masing mempelai. Perlukah perjanjian ini dibuat? Bukankah ini justru menodai kepercayaan dalam pernikahan? Berikut adalah penjabaran dari T. Estu Indrajaya (Estu & Company, Advocates & Solicitors, Patent & Trademark Attorneys) mengenai perjanjian pra nikah.

Perjanjian pra nikah adalah perjanjian antara kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan di hadapan notaris. Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur mengenai perjanjian pra nikah. Pasal 29 menyebutkan:
1. Pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan, kedua pihak atas persetujuan bersama dapat mengadakan perjanjian tertulis yang disahkan oleh Pegawai pencatat perkawinan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tersangkut.
2. Perjanjian tersebut tidak dapat disahkan bilamana melanggar batas-batas hukum, agama, dan kesusilaan.
3. Perjanjian tersebut mulai berlaku sejak perkawinan dilangsungkan.
4. Selama perkawinan berlangsung perjanjian tersebut tidak dapat dirubah, kecuali bila dari kedua belah pihak ada persetujuan untuk merubah dan perubahan tidak merugikan pihak ketiga.

Di Undang-Undang Perkawinan, disebutkan bahwa dalam perjanjian pra nikah dalam pasal ini tak termasuk taklik-talak. Secara awam dan garis besar, perjanjian pra nikah dapat digolongkan menjadi 2 macam, yakni Perjanjian Pemisahan Harta Murni dan Perjanjian Harta Bawaan.

Untuk Perjanjian Harta Murni, dalam artian benar-benar memisahkan seluruh jenis harta kedua belah pihak selama perkawinan berlangsung, termasuk penghasilan yang didapat, utang dan segala macam harta, baik yang didapat sebelum pernikahan maupun yang didapat setelah pernikahan. Kemudian mengenai pengeluaran-pengeluaran rutin keluarga (uang belanja keluarga, pendidikan anak, asuransi, dan lain-lain) selama dalam tali pernikahan biasanya ditanggung secara keseluruhan oleh suami. Namun tidak mutlak, tergantung kesepakatan kedua pihak.

Kemudian, Perjanjian Harta Bawaan dalam perjanjian ini yang menjadi objek perjanjian hanyalah harta benda bawaan milik para pihak sebelum terikat tali perkawinan. Sedangkan harta yang nantinya didapat setelah terjadinya pernikahan menjadi harga bersama (harta gono-gini) dan pengeluaran rutin keluarga dibicarakan bersama.

Namun, seiring berkembangnya zaman dan emansipasi kaum wanita dewasa ini, maka tidak menutup kemungkinan perjanjian pra nikah tersebut tidak memuat mengenai harta benda, melainkan mengenai hal-hal lain yang dirasa lebih perlu contohnya proteksi diri oleh pihak istri terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Perjanjian pra nikah memang masih belum ’populer’ di kalangan masyarakat Indonesia, malah dianggap tabu dan negatif. Karena hal ini masih dianggap ’pamali’ karena memikirkan perceraian terlebih dulu sebelum menikah.

Namun demikian, perjanjian pra nikah mempunyai cukup manfaat, antara lain:
1. Dapat menimbulkan sikap saling terbuka antar pasangan dalam hal keuangan. Masing-masing pihak dapat mengekspresikan kemauannya dalam perjanjian ini.

2. Menghindari sifat boros salah satu pasangan. Dalam hal salah satu pasangan mempunyai indikasi boros, maka dengan adanya perjanjian ini dapat menyelamatkan rumah tangga perkawinan mereka nantinya. Dengan adanya perjanjian ini, maka pihak yang boros harus menaati semua aturan-aturan yang sudah disepakati dalam perjanjian pra-nikah.

3. Menghindari dari maksud buruk salah satu pasangan. Seringkali pernikahan menjadi suatu sarana untuk memperoleh keuntungan atau kekayaan dari pihak lain. Menikah kemudian mengajukan gugatan cerai untuk mendapatkan harta gono gini. Dengan adanya perjanjian pra nikah ini maka akan melindungi harta benda dari rebutan pihak lain.

4. Melindungi salah satu pihak dari tindakan hukum. Apabila salah satu pihak mengajukan kredit (misalnya kredit rumah) biasanya akan dilakukan penandatanganan perjanjian kredit oleh suami-istri sehingga utang kredit tersebut ditanggung bersama. Namun, dengan adanya perjanjian ini, maka yang mengajukan kredit bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan bukan menjadi utang bersama.

5. Bagi perempuan WNI yang menikah dengan lelaki WNA, sebaiknya mereka memiliki perjanjian pra nikah, untuk memproteksi diri mereka sendiri, karena kalau tidak, maka perempuan WNI tersebut tidak akan bisa membeli tanah dan rumah atas namanya sendiri. Selain dari pada itu, perjanjian ini dapat pula memuat mengenai kewarganegaraan anak yang nantinya dilahirkan dari perkawinan campuran, bahwa anak yang nantinya dilahirkan akan mengikuti kewarganegaraan ibu dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya pekerjaan ibu yang berlokasi di Indonesia.

Perjanjian semacam ini terbuat untuk melindungi pihak-pihak tertentu dari adanya kemungkinan-kemungkinan buruk dan dibuat setelah banyaknya kejadian-kejadian. Nah, setelah penjabaran dari Estu Indrajaya tersebut, tergantung dari Anda kembali bagaimana menyikapi perjanjian pra nikah ini.

Kamis, 26 Maret 2009

Mesra Bak Pengantin Baru



Semakin bertambahnya usia perkawian, hubungan Anda biasanya akan semakin solid. Baik Anda maupun pasangan bisa saling mengandalkan satu sama lain. Tetapi, di sisi lain, hubungan perkawinan yang telah berjalan bertahun-tahun membuat orang sering melupakan karunia cinta yang sudah dimiliki.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda ambil untuk memastikan Anda dan pasangan akan selalu saling menghargai cinta berdua.

1. Mensyukuri hal kecil
Mungkin Anda selalu mengucapkan terima kasih setiap kali pasangan melakukan sesuatu yang besar, seperti menyelamatkan dokumen di komputer atau membereskan gudang. Dengan berjalannya waktu, kita tidak lagi memperhatikan apa yang diberikan oleh pasangan kita. Hal-hal rutin yang dilakukannya kita anggap biasa dan memang sudah seharusnya dikerjakan olehnya.

Seperti misalnya membetulkan genteng yang bocor atau mencuci piring kotor, sehingga kita merasa tidak perlu mengatakan terima kasih. Padahal seharusnya kita mengatakan terima kasih kepada pasangan kita agar pasangan merasa dihargai dan selalu berusaha melakukan hal-hal yang membuat kita senang. Dia juga akan mengatakan terima kasih terhadap hal-hal kecil yang kita lakukan untuknya.

2. Lewatkan rutinitas
Sering Anda berdua terlalu sibuk dengan rutinitas urusan rumah tangga sehingga membuat lupa bahwa Aanda berdua pun memerlukan waktu santai, bercanda, dan bersenang-senang.

Solusinya, luangkan waktu untuk berdua. Artinya, seandainya sepulang kantor Anda masih harus memasak untuk makan malam, sesekali manjakan diri Anda berdua dengan makan malam di luar. Atau bila biasanya sepulang kantor pasangan masih harus mencuci mobil, bawalah mobil ke tempat cuci mobil otomatis dan sambil santai di dalam mobil manfaatkan waktu yang sedikit tadi untuk saling menceritakan kejadian yang dialami seharian.

3. Katakan 'Saya cinta kamu'
Sisihkan dua menit dari waktu Anda untuk mengatakan 'saya cinta kamu', di sela-sela kesibukan dan rutinitas anda sehari-hari. Ucapkan dengan mesra dan di saat yang tidak terduga, seperti misalnya pada saat pasangan sedang membaca koran atau sibuk mengajarkan pekerjaan rumah kepada anak-anak.

4. Selalu bersih dan rapi
Bila kita sudah merasa nyaman terhadap suatu hubungan, sering kita tak lagi peduli terhadap penampilan diri sendiri. Begitu berada di rumah, kita segera mengganti pakaian kita dengan daster, yang mungkin tidak akan pernah kita kenakan di depan orang banyak, atau membiarkan rambut tergerai tanpa disisir. Bahkan lebih parahnya, pasangan kita pun tidak mempedulikan kebiasaan buruk kita tadi. Mereka tidak mengomel atau pun tidak memberikan pujian pada saat kita berdandan rapi.

Memang, memiliki pasangan yang selalu setuju dengan apa yang kita lakukan merupakan pemberian yang luar biasa. Tetapi, tanpa kita sadari lambat laun membuat kita dapat dengan mudah menyalahgunakan sikapnya yang selalu menuruti kehendak kita tadi. Tidak berarti Anda harus mengeringkan rambut dan mengaturnya sedemikian rupa pada saat berada di rumah. Tetapi paling tidak, tetaplah menyisir rambut dengan rapi. Kerapian tidak hanya dilakukan untuk pasangan Anda, tetapi juga untuk diri Anda.

Percayalah, dengan penampilan yang rapi dan bersih, Anda akan merasakan sensualitas tubuh Anda, dan hal ini dapat membantu kedekatan dan romantisme dan membuat cinta menjadi menyenangkan.

15 Hal yang Diinginkan Pria di Tempat Tidur



Kehidupan rutin kadang menenggelamkan hal-hal romantis yang harus dilakukan di tempat tidur. Jangan terkejut jika akhirnya hubungan intim pun menjadi sesuatu yang rutin dan kehilangan gregetnya.


Nah, agar keintiman dengan pasangan tetap terjaga, tak ada salahnya memperhatikan saran ahli berikut ini.

1. TAK CUMA SEKS
Dengan segala kesibukan yang kita lalui, seringkali kita melupakan pentingnya kebersamaan di tempat tidur. Ingat, tempat tidur bukan hanya sarana untuk melepaskan kantuk. Suami-istri pun harus sadar pentingnya kebersamaan saat terjaga. Tak harus melulu untuk hubungan intim. Sekadar membelai, saling memeluk, atau hanya saling bicara pun cukup.

Jadi, atur waktu untuk berduaan di tempat tidur dan konsentrasikan pikiran hanya untuk berdua. Jangan bangun cepat-cepat di pagi hari tanpa saling memberi ciuman selamat pagi. Ini penting untuk meningkatkan kualitas waktu dan hubungan.

2. BIARKAN BICARA
Pria melihat tempat tidur sebagai tempat ideal untuk bicara tentang segala hal yang tidak pernah didiskusikan di saat-saat lain. Artinya, Anda pun harus menahan diri dan siap mendengarkan bila dia membicarakan hal-hal yang tak menyenangkan di tempat kerjanya ataupun tentang teman-temannya. Baginya, berada di tempat tidur bersama merupakan kesempatan untuk sungguh-sungguh bicara. Jadi, mengubah subyek, asyik membaca sendirian, atau lebih buruk lagi, membalikkan badan, hanya akan membuatnya merasa tidak mendapatkan dukungan secara emosional seperti yang dia butuhkan.

3. NYATAKAN GAIRAH ANDA
Pria sangat menyukai bila ia merasa diinginkan. Jadi, kala Anda mengatakan, "Saya ingin dilayani dan dimanjakan," bisa jadi ini akan menyalakan hasratnya. Tekanan pekerjaan, anak-anak, dan kehidupan secara umum, terkadang membuat pria sulit menyatakan keinginan atau inisiatif untuk berhubungan seks. Padahal, kegiatan asmara adalah minyak ampuh yang dapat merekatkan hubungan suami-istri. Dan pria terkadang memang butuh sedikit "lompatan." Jadi, jangan ragu, ganggu dan goda dia. Percayalah, dia pasti akan menyambutnya dengan suka hati dan gairah menyala.

4. SINGKIRKAN ANAK-ANAK
Jika Anda berdua mulai "memanas" dan anak-anak datang mengganggu, mintalah mereka agar keluar dan datang ke kamar 20 menit lagi. Kalau perlu, minta anak tak mengganggu Anda untuk sementara.

5. BERPAKAIANLAH
Berangkat tidur dengan baju tidur merangsang mungkin saran yang klise. Tapi, apa pun, saran itu benar, lo. Sebab, tak ada pria yang tahan melihat pasangannya berbusana menggoda, apalagi dengan bahan yang memikat pula. Bagaimanapun, tubuh Anda adalah daya tarik Anda secara visual. Dan percayalah, terkadang pria melihat apa yang Anda kenakan di atas tempat tidur jauh lebih seksi ketimbang Anda tanpa busana.

6. EKSPRESIKAN DIRI ANDA
Jangan ragu mengeluarkan rintihan dan suara Anda (tentunya suara beneran, bukan hanya lenguhan teatrikal) bila tiba-tiba dia membuat kejutan atau mengubah posisi kala berhubungan intim. Pria sangat menyukai jika pasangannya mengemukakan kemauannya secara terang-terangan. Sedikit petunjuk yang membantu tidak akan mengganggunya, justru sebaliknya, biarkan dia tahu jika sesuatu yang dia lakukan tidak "menaikkan laju perahu Anda". Bagaimanapun, kejujuran adalah langkah terbaik. Diskusikan apa yang membuat Anda merasa nyaman dan terangsang.

7. PANDANG MATANYA
Meski Anda sudah sekian tahun berumahtangga, namun Anda berdua seringkali kesulitan untuk saling menatap di saat paling intim. Ada sesuatu tentang itu yang membuat Anda merasa tak percaya diri atau malu. Padahal, jika Anda menatap tepat di matanya saat berhubungan mesra, dia akan sangat menyukainya. Anda berdua pun akan merasa lebih dekat daripada sebelumnya.

8.. KALIMAT "MENGUNDANG" PERLU
Tentu, Anda tak harus mengatakan semuanya dengan terperinci.

Katakan saja apa yang Anda rasa nyaman, dan apa yang Anda ingin dia lakukan. Kalau perlu, sesekali lontarkan kata-kata bernada "mengundang". Percayalah, pasangan akan makin bergairah.

9. SESEKALI, EGOISLAH!
Ya, terkadang kita tak ingin itu terjadi pada diri kita, dan mementingkan kepuasan pasangan. Namun, sesekali egois pun perlu saat berhubungan intim. Pria sangat suka, kok, bila Anda mengambil alih permainan, khususnya jika biasanya Anda cenderung pasif di tempat tidur.

10. SPONTAN MALAH LEBIH SERU
Sarankan hal baru jika Anda merasa kehidupan intim terasa membosankan. Misalnya, lakukan seks di tempat khusus atau teknik baru. Bagaimanapun, variasi adalah bagian dari kehidupan seks. Dan jangan hanya lakukan sebelum atau sesudah tidur saja. Pria pun butuh spontanitas. Melakukan seks kilat di siang bolong terkadang lebih mengasyikkan, bahkan jika mempunyai risiko tertangkap basah oleh anak-anak.

11. BERI PIJATAN
Pijatan bukan hanya menggosok dan membuat seseorang menjadi nyaman, tapi juga cara yang baik untuk memberi seseorang yang Anda cintai sebuah rabaan mesra yang mengarah pada kegiatan fisik.

Memijat juga cara ideal untuk mengingatkan diri sendiri tentang tubuh pasangan dan kenapa Anda mencintainya. Begitu juga sebaliknya.

12. BIARKAN LAMPU MENYALA
Walaupun sebagian pasangan merasa lebih nyaman melakukan hubungan intim dalam kegelapan, namun belum tentu suami Anda termasuk di antaranya. Alternatifnya, gunakan lilin dan lakukan ritual mesra dengan badan Anda di arah yang membelakangi cahaya.

13. COBALAH SEDIKIT BINAL
Secara sporadis, menyambut kedatangannya dengan gaya yang sedikit binal dapat sangat menggairahkan para pria, lo. Ingatlah, para lelaki kadang agak sedikit terpaku pada rutinitas, jadi Anda dapat mencoba memberi dia sedikit "kursus kilat".

14. "UMUMKAN" ORGASME ANDA
Jika Anda bahagia di tempat tidur, pasangan Anda pun akan merasa bahagia pula. Artinya, kala Anda mengalami orgasme, jangan simpan itu untuk diri sendiri. Pasangan pun menyukai kala Anda merasakan saat-saat berada dalam puncak kepuasan, jadi tak ada salahnya mengumumkan betapa Anda bahagia mencapai orgasme. Kesempatan ini akan ia gunakan untuk meresponsnya secara simultan.

15. SALING PERCAYA
Agar kehidupan seks yang memuaskan tercapai, maka yang paling penting adalah mengomunikasikan keinginan dan batasan Anda. Anda harus saling percaya. Jangan malu menceritakan fantasi-fantasi Anda. Bagaimanapun, tempat tidur itu adalah tempat tidur Anda dan kehidupan seks Anda.

HINDARI 3 PANTANGAN

1. Asyik membaca novel
Membaca novel yang mengasyikkan sekalipun, bagi pria, sama saja dengan sebuah pengumuman, "Saya tidak ingin seks!" Sesekali, sih, tidak masalah, tetapi jika rutin Anda lakukan dan sepertinya tak ada lagi waktu untuk seks, barangkali lama-lama ia akan merasa sudah tak lagi dibutuhkan untuk hubungan suami istri.

2.Mengumbar mimpi tiap pagi
Kita semua pasti pernah bermimpi. Namun, jangan setiap mimpi diceritakan pada pasangan. Menceritakan mimpi-mimpi Anda setiap pagi sama halnya mendorong teman melihat 5 film pada hari liburnya. Sangat menarik, tetapi tidak perlu, karena itu tidak berarti banyak buat dia.

3.Membawa "kamar mandi" ke tempat tidur
Pria sangat menyukai penampilan Anda yang terbaik. Jadi, jangan pergi ke kamar tidur dengan wajah penuh perkakas kecantikan, seperti masker, rol rambut, dan sebagainya. Yakinlah, ini hanya akan menyurutkan hasratnya. Lakukan semua hal yang bersifat pribadi di kamar mandi, baru kemudian masuk ke tempat tidur.

Rabu, 25 Maret 2009

Jangan Jadikan Pernikahan Suatu Tujuan Akhir



Akhirnyaaaa…!” Begitu komentar teman-teman Anda ketika akhirnya Anda menyebarkan undangan pernikahan Anda. Selama ini Anda dikenal sebagai perempuan cuek, yang tidak juga menampakkan tanda-tanda akan menikah. Sehingga ketika akhirnya mengumumkan pernikahan, terlontarlah kata tersebut.

Banyak perempuan menganggap menikah adalah suatu tujuan dalam hidupnya. Hal ini umumnya dialami oleh perempuan yang sejak kecil dibebani suatu konsep bahwa siklus hidup seseorang adalah lahir, sekolah, bekerja, lalu menikah. Menikah di sini dijadikan suatu tahapan akhir dalam siklus hidup tersebut, sehingga hidup perempuan belum tuntas jika belum menikah. Akan menjadi penghalang besar ketika perjalanan cinta perempuan tak semulus harapannya. Akhirnya, ketika usianya semakin bertambah dan terus didesak untuk menikah, begitu menemukan seorang pria yang dinilai cukup memenuhi syarat, perempuan segera memutuskan untuk menikah.

Pada tahap ini, perempuan tentu menganggap bahwa tugasnya sebagai perempuan telah selesai. Tak akan ada lagi desakan atau tuntutan dari keluarga untuk menikah. Bagaimana hidup akan berjalan setelah menikah adalah urusan nanti. Perempuan menjadi lega karena telah berhasil mengubah statusnya dari lajang menjadi menikah.

Perlu disadari bahwa keputusan untuk menikah adalah suatu keputusan besar. Anda akan menjalani sisa hidup Anda bersama pria yang Anda pilih ini. Dibutuhkan suatu komitmen untuk menjalani hidup dalam susah dan senang, komitmen untuk memahami bagaimana kepribadian pasangan Anda yang sesungguhnya, komitmen untuk mencari jalan keluar bila terjadi masalah, dan tentunya komitmen untuk saling membahagiakan. Artinya, dengan menikah Anda justru baru memasuki suatu babak baru dalam kehidupan Anda. Tak percaya?

Bila biasanya Anda mengurus diri sendiri, kini harus mengurusi suami, anak, dan ikut merawat dan membantu biaya perawatan mertua Anda sakit. Anda harus mampu mengelola keuangan agar mampu mencukupi kebutuhan pokok seperti biaya kesehatan, sekolah anak, cicilan rumah dan mobil, dan lain-lainnya. Anda juga masih harus berkompromi dengan suami yang ternyata memiliki perbedaan prinsip hidup. Begitu masa bulan madu berlalu, hal-hal itulah yang Anda hadapi dalam rutinitas sehari-hari.

Anda mungkin juga tak akan menyadarinya, namun akan ada masalah yang muncul bila Anda menganggap tujuan akhir dalam hidup Anda sudah terpenuhi dengan menikah:
1. Anda tidak merasa perlu lagi menghujaninya dengan perhatian, hal yang dulu selalu Anda lakukan untuk “mengikatnya”.
2. Anda merasa tak perlu lagi merawat diri untuk memikat seorang pria, karena merasa sudah “laku”. Akhirnya, penampilan Anda begitu asal-asalan. Anda tak peduli lagi dengan berat badan yang terus bertambah, muka kusam karena kelelahan, atau berpakaian seadanya.
3. Anda merasa berat dalam menjalani tanggung jawab Anda sebagai istri, menantu, dan ibu. Segalanya Anda anggap sebagai beban, sehingga membuat Anda stres.
4. Hal-hal baru yang Anda temui pada suami, seperti sifat-sifat dan kebiasaannya, Anda anggap sebagai jebakan, karena tidak Anda lihat saat belum menikah.
5. Anda mulai enggan bermesraan dengan suami, dari sekadar ngobrol hingga berhubungan intim. Apalagi jika Anda menikahinya hanya supaya bisa menikah.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Hal-hal di atas tidak akan Anda alami jika Anda telah memahami betul mengapa Anda menikah. Artinya, Anda telah mengetahui dan bersedia menerima semua tanggung jawab Anda sebagai istri maupun ibu. Sehingga, tugas dan tanggung jawab yang berat tersebut akan Anda jalani dengan senang. Karena bagaimana pun, tujuan menikah adalah mendapatkan kebahagiaan.

Jatuh Cinta Pada Suami



Seorang rekan pernah menyatakan bahwa ia tengah jatuh cinta kepada suaminya. Lho, kok bisa? Tidakkah ia salah mengucap? Mungkin maksudnya, ia sangat mencintai suaminya. Bukannya kita jatuh cinta dulu pada seseorang, menjalin hubungan dengannya, dan bila cocok, memutuskan untuk menikah?

Sang rekan kembali menegaskan, tidak ada yang salah dengan pernyataannya. Dulu ia sering sirik pada teman-temannya, karena tidak pernah merasa kangen pada suami yang waktu itu masih menjadi pacarnya, seperti yang dialami teman-temannya pada pacar masing-masing. Ia baru sering merasa kangen pada suaminya setelah menikah beberapa tahun.

Ada perbedaan mendasar antara jatuh cinta (in love), dengan mencintai (to love) seseorang. Jatuh cinta sifatnya hanya sesaat. Itulah saat di mana kita berdebar-debar menanti telepon seseorang, menunggu kehadirannya, membuat kita jadi lupa makan atau enggan tidur karena tidak ingin kehilangan waktu bersamanya. Inilah perasaan awal yang kita alami terhadap seseorang. Sedangkan mencintai adalah tahap lebih lanjut, setelah kita betul-betul mengenalnya, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya.

Hal yang dialami rekan kami ini—jatuh cinta pada suaminya—sangat mungkin terjadi. Banyak di antara kita yang awalnya menikah tanpa perasaan cinta pada suami. Kita menikahinya karena merasa ia adalah pria yang baik, memiliki visi yang sama mengenai masa depan, dan mempunyai sifat-sifat atau karakter yang dapat melengkapi diri kita. Meskipun kita tidak pernah jatuh cinta padanya. Kita tidak merasa berdebar-debar menunggu kehadirannya. Kita hanya menyayanginya, karena telah menemani hidup kita sehari-hari.

Namun setelah menikah, dan semakin lama Anda mengenalnya, semakin Anda dapat melihat sisi-sisi baik dirinya yang lain. Suami ternyata seseorang yang selalu ingin menyenangkan hati Anda. Ketika Anda bangun pagi di hari Minggu, ia tersenyum pada Anda dan menanyakan apa yang Anda inginkan untuk sarapan. Ia tak keberatan membatalkan janji untuk hangout dengan teman-temannya, karena Anda sedang membutuhkannya. Ia selalu memuji dan menghabiskan masakan Anda, meskipun Anda tahu masakan Anda tidak seenak buatan ibunya. Ia selalu menghargai semua jerih payah Anda menata rumah, meskipun hal itu kadang tak sesuai dengan seleranya. Ia juga selalu mengatakan bahwa Anda tetap seksi, sekalipun Anda mengeluh bokong Anda tak lagi sekencang sebelum melahirkan buah hati Anda.

Karena sikap-sikapnya itu, perlahan-lahan mulai tumbuh perasaan yang lebih dalam terhadap suami. Ketika ia sedang terlelap di samping Anda, Anda menyadari betapa cintanya pada Anda tak berubah setelah bertahun-tahun. Ketika ia sedang terbaring sakit di rumah sakit, Anda menyadari bahwa Anda tak siap jika harus menjalani hidup Anda sendirian tanpa kehadirannya. Tanpa Anda sadari, Anda sering merindukannya ketika ia sedang bertugas ke luar kota. Anda merasa berdebar-debar ketika ingin memberinya kejutan di hari ulang tahunnya.

Itulah saat ketika Anda sedang jatuh cinta pada suami Anda. You're in love with your husband. Anda merasakan sesuatu hal yang tak Anda alami ketika masih berstatus pacar. Berbahagialah bila Anda mengalami hal ini. Perasaan cinta yang tumbuh perlahan seperti ini akan semakin kuat, berbeda jika Anda jatuh cinta pada pasangan sebelum menikah. Ketika perasaan berdebar-debar itu mulai memudar seiring usia pernikahan Anda, hubungan Anda dan suami mulai kering, datar, tak menggairahkan lagi. Lebih parah lagi ketika akhirnya Anda melihat sifat-sifat asli yang tak ditunjukkannya dulu.

Bila Anda pun ingin merasakan jatuh cinta pada suami, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Anda memang tidak akan melihat hasilnya dalam sekejap, karena hal ini membutuhkan kerelaan Anda:

1. Kenalilah dirinya lebih jauh. Perhatikan hal-hal kecil yang dilakukannya, kata-kata yang diucapkannya, atau apa yang menjadikan dirinya seperti sekarang. Mintalah mertua Anda menceritakan bagaimana suami Anda waktu kecil. Dengan menggali sisi lain dirinya, Anda akan menemukan lebih banyak sifat-sifat baiknya yang sebelumnya tidak Anda sadari.

2. Tulislah sisi-sisi baiknya dalam kepala Anda, dan lihat bagaimana sifat tersebut memengaruhi hubungan Anda. Ia seseorang yang selalu mengalah, dan ketika akhirnya ia marah karena sesuatu yang Anda lakukan, Anda sadar bahwa selama ini Anda bersikap egois padanya. Hal ini akan menumbuhkan rasa syukur bahwa ia mampu membuat Anda menjadi lebih baik.

3. Bukalah diri Anda. Jika ia ingin mengantarkan Anda ke suatu tempat meskipun Anda merasa sanggup berangkat sendiri, terima saja tawaran tersebut. Anda mungkin tidak menyadari bahwa hal ini akan membuatnya tenang, karena istrinya telah sampai di tempat tujuan dengan selamat. Sebagai imbal baliknya, tawarkan apa yang dapat Anda lakukan untuknya. Anda akan sadar, sangat menyenangkan membuat dirinya senang.

4. Terimalah apa yang menjadi kelemahannya. Ketika Anda mengetahui apa yang menjadi penyebab kekurangan dirinya, Anda tidak lagi berusaha menyerangnya, melainkan justru ingin membantunya. Misalnya, ia seorang yang tidak percaya diri karena orangtuanya tidak pernah memuji perbuatannya, atau hasil karyanya waktu kecil. Pujilah dia, seperti dia memuji Anda.

Nah, bila Anda tidak merasakan cinta yang mendebarkan seperti yang dialami teman-teman waktu kuliah dulu, Anda mungkin hanya belum melewati masa-masa itu. Kelak Anda pun akan menyadari bahwa suami begitu lovable. Betapa ia seorang yang begitu mudah mencintai dan dicintai. Anda hanya perlu melihat sisi lain dirinya dengan lebih dekat

Selasa, 24 Maret 2009

Kenali Tipe Kepribadian Anda dan Pasangan



Saat mencari pasangan, kita cenderung hanya melihat segala sesuatu yang tampak dari luar. Soal penampilan, misalnya, kita ingin pria berkulit putih, jangkung, atau berambut cepak. Bila membahas soal sifat pun, hanyalah yang tampak di permukaan. Misalnya, ramah, senang bercanda, atau perhatian.

Ketika hubungan telah terbina, kita akan menyadari bahwa kepribadian seseorang akan lebih kompleks daripada yang kita bayangkan. Apa yang tampak dari luar tidak menjamin apakah hubungan Anda akan langgeng atau tidak. Akan lebih baik jika Anda mengenali lebih dulu tipe kepribadian Anda dan pasangan.

Helen Fisher, seorang anthropolog yang juga penulis buku Why We Love: the Nature and Chemistry of Romantic Love, mengadakan riset mengenai mengapa kita jatuh cinta dengan orang tertentu, dan bukannya yang lain. Dari penelitian tersebut, Fisher menyimpulkan bahwa pada dasarnya terdapat empat tipe kepribadian: Explorer, Builder, Negotiator, dan Director. Empat gaya kepribadian ini berhubungan dengan substansi kimia dopamin, serotonin, testosteron, serta estrogen dan oxytocin.

Menurut Fisher, “Yang terpenting bukan hanya memahami siapa diri kita, tetapi juga menggunakan siapa diri kita tersebut. Keempat tipe kepribadian ini melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari jika mereka lebih mengenali tipe apakah diri mereka.”

Inilah empat kepribadian menurut Fisher:

1. The Explorer
Tipe pengeksplorasi mengekspresikan aktivitas mereka dalam sistem dopamine. Mereka cenderung mengambil risiko, selalu ingin tahu, kreatif, spontan, energik, antusias, dan optimistik.

Orang dengan tipe Explorer cenderung tertarik dengan orang-orang yang seperti dirinya. Mereka menginginkan seseorang yang energik dan antusias, seorang petualang yang kreatif dan selalu ingin tahu.

Tipe Explorer juga sangat manis dan murah hati. Kebaikan pria Explorer kerap disalahartikan wanita yang menerima kebaikannya, sehingga akhirnya mereka terluka setelah mengetahui bahwa pria Explorer tersebut ternyata sudah menjalin hubungan dengan wanita lain.

2. The Builder
Tipe Builder mengekspresikan diri mereka dengan serotonin. Orang-orang dengan tipe ini tenang, senang bersosialisasi, populer, hati-hati, namun tidak penakut. Mereka sangat baik dalam membangun jaringan, senang bersosialisasi, dan menyukai orang-orang yang setipe dengan mereka. Anda tipe wanita (atau pria) tradisional, konvensional, dimana keluarga sangat penting bagi Anda, dan sering kali relijius.

Tipe Builder cenderung mengikuti aturan dan jadwal, namun sebaiknya Anda lebih berani mengambil risiko untuk urusan kencan. Mereka senang bertemu dengan banyak orang, sehingga Si Dia bisa saja mengajak Anda menemui teman-temannya meskipun sebenarnya Anda hanya ingin menghabiskan waktu berdua.

3. The Director
Tipe The Director mengekpresikan diri dengan testosteron. Pria atau wanita dengan tipe ini senang memimpin, cenderung bertindak sebagai pengambil keputusan, senang berpikir, dan mampu memahami musik dengan baik karena musik sangat struktural. Mereka senang berkompetisi, dan ambisius.

Tipe Director biasanya akan mencari tipe Negotiator, begitu pula sebaliknya. Fisher mengambil contoh Bill dan Hillary Clinton. Hillary adalah tipe pemimpin, pengambil keputusan, dan berpendirian kuat. Ia bukan tipe yang dapat mengambil hati orang seperti suaminya. Hillary terpikat dengan pria yang memiliki sopan-santun, senang berbicara, dan peduli pada orang lain.

Yang perlu diperhatikan, tipe Director sering menganggap bahwa kencan sangat merepotkan. Mereka maunya yang langsung-langsung saja. Mereka sering terlalu cepat membuat keputusan, sehingga jika menyadari ada sesuatu yang tidak beres di tengah-tengah kencan, mereka menjadi sangat kasar. Pria atau wanita dengan tipe ini harus belajar lebih rileks.

4. The Negotiator
Tipe Negotiator, baik pria maupun wanita, dapat sangat ekspresif dalam estrogen. Mereka orang-orang yang sangat fleksibel, imajinatif, dan intuitif. Tipe Negotiator juga mudah setuju dengan pendapat orang lain, baik, sangat peduli dengan perasaan orang lain, sehingga orang lain sering memanfaatkan mereka.

Bila Anda seorang Negotiator, Anda harus lebih yakin dengan pendapat Anda sendiri. Sebab Negotiator umumnya cenderung kompromis dalam segala sesuatu, meskipun pada dasarnya mereka kurang setuju dengan sesuatu hal. Karena itu jika Anda seorang Negotiator, Anda harus cepat sadar dan tidak berpikir berlebihan.

Adakah tipe kepribadian yang tidak cocok untuk tipe kepribadian yang lain?
Dengan mengenali berbagai jenis kepribadian ini, sebenarnya Anda bisa membantu diri sendiri dalam menemukan pria dengan kepribadian yang sesuai untuk Anda. Sebagai contoh, tipe Explorer sangat karismatik dan memikat, sehingga kita cenderung cepat jatuh cinta dengan tipe ini. Lebih baik lakukan pendekatan dengan perlahan, jangan langsung mengambil keputusan untuk melakukan hal-hal yang akan membawa Anda ke masalah.

Meskipun demikian, menurut Fisher sebenarnya tidak ada kombinasi kepribadian yang buruk, selama kita terus berpikir bahwa Si Dia adalah yang terbaik. Anda bisa membina hubungan dengan tipe mana saja, meskipun beberapa pertemuan dua jenis kepribadian dapat menghadapi masalah-masalah yang spesifik.

Jika Anda dan pasangan sama-sama tipe Explorer, maka biasanya Anda tidak akan bertengkar mengenai siapa yang harus mencuci atau menyetrika, karena Anda berdua orang-orang yang fleksibel. Pasangan yang sama-sama tipe Builder akan menciptakan suatu perkawinan yang langgeng, namun mereka akan selalu meributkan bagaimana merapikan kamar tidur yang benar, karena salah satu merasa punya cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu.

“Dua orang Explorer tidak akan mengalami hal seperti itu,” ujar Fisher. “Mereka akan mengatakan kepada yang lain, ‘Makan saja dengan cara yang kamu suka.’”

Kombinasi yang sedikit kurang baik adalah dua tipe Director. Mereka sama-sama workaholic sehingga akan kekurangan waktu untuk bersama-sama, dan tak satu pun dari mereka yang punya kemampuan untuk menyenangkan yang lain. Namun, sekali lagi, selama mereka berpikir bahwa pasangannya adalah yang terbaik, mereka pun akan mampu membina hubungan yang awet.

Jumat, 13 Maret 2009

Jalan Keluar dari Rutinitas Hubungan



Kebosanan akan melanda jika Anda terus melakukan hal yang sama berulang-ulang dan tanpa variasi. Tak hanya tugas-tugas di kantor setiap hari yang bikin bosan, tapi juga ketika harus mengulang-ulang menghadapi hal yang sama dalam menjalani hubungan.

Rutinitas Sehari-hari
Tugas sehari-hari yang menjadi rutinitas membuat Anda dan si dia seperti robot, tak ayal hubungan Anda pun menjadi ‘hampa’. Tugas-tugas di rumah ataupun tuntutan pekerjaan yang tinggi di kantor membuat Anda dan pasangan semakin renggang.

Jalan keluar: Ketika sepertinya tak akan ada waktu untuk berlibur, bertukar khayalan bisa membantu. Berkhayallah dengan pasangan Anda. Pikirkan apa yang akan Anda lakukan jika memiliki waktu luang atau masalah-masalah di hadapan Anda sudah hilang. Misalnya; mendapat cuti seminggu dan tiba-tiba menang undian uang ratusan juta rupiah, atau ketika anak-anak sudah besar dan mandiri. Khayalkan ke mana Anda akan pergi jika bisa berlibur? Atau hobi apa yang sudah lama tak Anda lakukan dan ingin dilakukan lagi seandainya ada waktu luang. Hal ini bisa dilakukan di sela-sela hari ketika Anda sedang berdua dengannya, contohnya, sebelum tidur atau setelah makan malam sambil menikmati secangkir teh hangat.

“Membayangkan kemungkinan yang indah di ujung jalan membuat Anda dan pasangan semangat untuk terus bekerja, sekaligus meningkatkan motivasi dan harapan,” terang psikolog Dorothy Cantor. Lakukan kegiatan ini secara rutin, misalnya sebulan sekali. Lalu bandingkan impian Anda ini tiap bulan. Hal ini perlu dilakukan sebagai pengingat bahwa Anda tidak akan menghadapi rutinitas ini selamanya, juga sebagai penguatan hubungan satu sama lain.

Romantisme Rutin
Ingat masa-masa pacaran dulu? Ketika tiap malam Minggu Anda akan dikunjungi di tempat sama. Atau tiap jam 17.30 si dia sudah siap menunggu di depan kantor Anda meski hujan? Kemana romantisme itu semua?

Jalan keluar: Anda tahu bagaimana membuat jadwal, jadi jangan lupa untuk memasukkan pasangan Anda dalam jadwal harian atau mingguan. Pilih satu malam atau akhir minggu yang disetujui Anda dan pasangan, lakukan aktivitas berdua. Tak perlu rencana besar-besaran juga, cukup jalan kaki ke depan komplek untuk makan bubur di pagi hari Minggu. Atau jadwalkan Jumat malam sebagai malam nonton DVD, malam main game, apa pun itu, buat acara yang disenangi berdua.

Ide lain: Pulang kerja lebih cepat. Titipkan anak-anak untuk menginap di rumah orangtua Anda, lalu rancang rumah dalam keadaan romantis untuk menyambut si dia pulang dalam temaram lilin. Siapkan makan malam, tak perlu yang mahal, cukup yang ia senangi. Berbincanglah mengenai masa-masa lalu atau khayalan untuk masa depan yang menyenangkan.

Penting untuk diingat, jangan menyudutkannya dengan mengatakan betapa ia sudah tak romantis lagi. Berikan contoh padanya dengan melakukan apa yang ingin ia lakukan untuk Anda lebih dulu. Misalnya, beli bunga untuk si dia atau berikan kecupan sayang ketika ia pulang. Besar kemungkinan, jika ia menyukainya, ia akan menangkap sinyal-sinyal ini dan melakukannya juga untuk Anda.

Rutinitas Seksual
Ketika hubungan seksual sudah menjadi rutinitas, gaya yang sama, bahkan di jam yang sama, tak heran Anda tak lagi merasa bersemangat.

Jalan keluar: Bertualanglah dengan pasangan Anda di luar ruangan. Misalnya, rencanakan perjalanan ke taman hiburan, belajar berselancar, atau naik sepeda ke suatu tempat. Riset yang dilakukan di Stony Brook University, di Stony Brook, New York menemukan bahwa menjalani sebuah aktivitas fisik yang baru bersama suami bisa menimbulkan kembali rasa cinta. Contoh, jika Anda dan dia melihat aktivitas ski air itu menarik, lakukanlah. “Adrenalin yang mengalir cepat ketika melakukan aktivitas fisik bisa berlanjut ke tempat tidur,” ujar Lonnie Barbach, psikolog.

Bukan pencinta petualangan? Mungkin terdengar klise, namun keluar dari rutinitas seksual memang bisa membuat sesuatu terasa lebih seru. Misalnya, pindahkan aktivitas seksual ke ruangan lain, kamar mandi sambil mandi berdua, atau di ruang cuci baju sambil dibantu getaran mesin cuci? Atau tukar arah tempat tidur, pasang lilin, sambil pasang musik untuk mengiringi kecupan-kecupan ke bibirnya, lehernya, hingga dadanya. Atau biarkan si dia menikmati lekuk tubuh dan setiap inci tubuh Anda dengan memintanya memijat Anda menggunakan losyen khusus pijatan. Untuk yang lebih ekstrem, bisa dengan melakukan sandiwara dengan kostum sebelum memulai seks.

Kamis, 05 Maret 2009

Risalah Nikah

Seiring perkembangan manusia modern, nilai-nilai kebenaran yang hakiki semakin tergeser dari kehidupan perilaku modernisme.
Pada akhirnya umat Islam akan semakin tidak memperdulikan lagi terhadap syariat yang mestinya menjadi panutan dan pegangan bagi mereka. Pernikahan yang dilakukan tidak sesuai dengan syariat Islam, bahkan cenderung meniru nilai dan perilaku barat, dan melupakan ushwah/ contoh dari rasulullah, dalam acara walimah yang mengadakan adalah dari pihak laki-laki bukan dari pihak wanita

WALIMAH MERUPAKAN IBADAH

Walimah berasal dari kata Al walam yang bermakna Al jam’u (berkumpul), menurut ibnu Arabi, istilah Walimah mengandung makna sempurna bersatunya sesuatu. Kata walimah biasa dipergunakan untuk istilah perayaan syukuran karena terjadinya peristiwa yang menggembirakan. Lebih lanjut istilah walimah akhirnya dipakai sebagai istilah untuk perayaan syukuran / resepsi pernikahan.
Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksanakannya adalah sunah muakkad berdasarkan hadits Rasulullah kepada Abdurrahman bin Auf : “Selenggarakan walimah walaupun dengan seekor kambing”. (Muttafaq ‘Alaih).
Upacara akad nikah dan walimah merupakan acara ritual atau ibadah yang disyari’atkan dalam Islam, sehingga penyelenggaraannya harus tertib dan sakral. Sebagaimana sebuah ibadah, seperti shalat, zakat, shaum, ibadah haji dan sebagainya, penyelenggaraan pernikahan telah diatur tata cara serta hukumnya dalam syari’at Islam sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat.
Pelanggaran terhadap pelaksanaan rukun-rukunnya menyebabkan tidak sahnya sebuah pernikahan secara Syar’i.
Maka kita dituntut berusaha menyelenggarakan upacara akad nikah dan resepsi pernikahan sesuai dengan tuntunan dan aturan syari’at Islam. Syari’at Islam memang tidak melarang pelaksanaan kebiasaan yang berlaku (adat) sejauh tidak bertentangan dengan Islam. Akan tetapi Islam menentang praktek-praktek khurafat dan takhyul serta kesia-siaan / kemudharatan.

RUKUN-RUKUN NIKAH

Hal-hal yang mesti ada dalam sebuah upacara pernikahan disyari’atkan dalam sebuah hadits sebagia berikut : “Tidak sah pernikahan kecuali dengan hadirnya wali (pihak wanita) dan dua orang saksi serta mahar sedikit maupun banyak” (HR. At-Thabrani) .
Berdasarkan hadits diatas maka ada beberapa rukun pernikahan diantaranya adalah :
1. Kedua Mempelai
2. Wali (pihak wanita)
3. Dua orang saksi
4. Ijab qobul
5. Mahar

SUNNAH-SUNNAH DALAM WALIMAH

Disamping rukun-rukun diatas, maka ada beberapa sunnah Rasulullah dalam acara walimah yaitu :
1. Berdo’a setelah akad nikah
Do’a bagi kedua mempelai :
Baarakallahulaka Wabaaraka ‘Alaika Wajama’a Bainakuma Fi Khoir.
( Semoga Allah memberkahi engkau, dan menyatukan kamu berdua dalam kebaikan ).
2. Shalat sunah setelah akad nikah
3. Tinggal selama seminggu di rumah mempelai wanita
( Muttafaq ‘Alaih ).

Rabu, 04 Maret 2009

Mengapa Pria Ingin Bercinta Usai Bertengkar?



Make up sex is the best sex, begitu kata sebagian orang. Anda yang tak pernah mengalaminya mungkin akan berpikir, pria yang mengajak bermesraan usai bertengkar adalah pria yang kurang ajar. Atau Anda berpikir, "Enak saja, habis berantem malah ngajak bercinta!" Namun bagi pasangan yang melakukannya, bercinta usai pertengkaran justru lebih memberikan sensasi yang luar biasa, dan dengan sendirinya lebih menggairahkan. Hasil penelitian tim Gordon Gallup, profesor psikologi dari University at Albany, State University of New York, pun mendukung pernyataan tersebut. Sebanyak 70,1% pria dan 58% wanita berhubungan intim usai bertengkar.

Memang, banyak dari kita yang mengalami kesulitan untuk berbaikan setelah bertengkar. Jangankan berciuman dan bercinta, saling menegur saja membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Keengganan untuk saling mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah penyebabnya. Namun, ini berita baik untuk Anda: suami bukan sedang ingin kurang ajar jika ia menunjukkan tanda-tanda ingin bermesraan usai beradu mulut dengan Anda.

1. Pria cenderung tidak sabar.
Pria umumnya menjadi pihak yang lebih dulu menegur dan mengajak berbaikan. Ia merasa tidak nyaman dalam situasi saling diam itu, meskipun merasa dirinya tidak bersalah. Banyak pria yang tak tahan untuk tak berbicara dengan pasangannya. Ketika Anda bertengkar dengan suami pada pagi hari, mungkin saja begitu tiba di kantor ia sudah mengirimkan SMS pada Anda berisi, "Maaf ya, tadi aku marah-marah." Atau, setelah sepanjang hari tak saling berkirim kabar, malam harinya suami muncul di depan pintu sambil memasang tampang konyol yang membuat Anda tak tahan untuk tertawa.

Solusi: Jangan biarkan kesempatan berbaikan ini lewat. Suami sudah bersedia mengambil inisiatif untuk sesuatu yang menjadi kesalahan Anda berdua. Balas saja SMS-nya, "Aku juga minta maaf", atau, "Aku juga salah, kok."

2. Ia berusaha meredam kemarahan Anda.
Suami tahu Anda termasuk orang yang cenderung lama memendam kemarahan. Ia mungkin harus menghadapi hari yang berat di kantornya, dan tak ingin pertengkaran tersebut menambah beban dirinya. Karena itu ia berusaha meredam kemarahan Anda dengan menyentuh lengan, mengusap-usap pundak, atau menggenggam tangan Anda. Mungkin juga ada sebagian kecil dari dirinya mengetahui bahwa Anda (atau perempuan pada umumnya) akan langsung melunak jika disentuh dengan lembut.

Solusi: Jika Anda masih marah, tarik nafas dalam-dalam, lalu tatap matanya. Anda akan tahu bahwa suami benar-benar menyesal dengan pertengkaran tersebut. Berikan senyum Anda begitu berhasil mengatasi kekesalan Anda.

3. Ia ingin mengirimkan pesan bahwa ia tetap mencintai Anda.
Betapa pun sengitnya pertengkaran Anda, cinta seharusnya dapat mengatasi perbedaan pendapat antara Anda dan pasangan. Ketika Anda tengah terdiam dan berpikir-pikir, suami mengambil inisiatif untuk berbaikan. Sinyal cintanya mungkin disampaikan dalam bentuk kalimat "Aku sayang sama kamu", atau tanda-tanda fisik berupa sentuhan halus pada lengan atau wajah Anda.

Solusi: Sekesal-kesalnya hati Anda, katakan juga, "I love you." Bukankah lebih melegakan jika Anda sudah memaafkannya, dan lebih cepat berbaikan lagi?

4. Ia ingin mencairkan suasana.
Pada tahap inilah, ketika merasa Anda sudah memaafkannya, Si Dia berusaha mengintensifkan sentuhannya. Dari sekadar sentuhan, usapan, dan pelukan, suami akan mulai mencium kening Anda. Pria tahu bahwa mencium kening akan diterima oleh wanita sebagai tanda bahwa pasangannya betul-betul menyayanginya. Ia ingin mengembalikan suasana yang "panas" tersebut menjadi baik seperti sedia kala. Ketika berbaikan, Anda akan merasakan kelegaan karena berhasil melewati pertengkaran tersebut, dan merasakan cinta yang lebih dalam. Saat itulah, keinginan untuk meneruskan sesi percintaan berlanjut.

Solusi: Tunggu apa lagi? Segera berikan usapan Anda yang membuatnya meleleh.

Pada intinya, pertengkaran adalah hal biasa dalam suatu hubungan. Pertengkaran bahkan membuat hubungan Anda lebih kuat, karena itu jadikan pertengkaran sebagai tanda yang positif. Hubungan intim yang dilakukan sesudahnya (meskipun tidak harus) seringkali membuat Anda menjadi rileks, merasa masih diinginkan dan disayangi.

Perlu Anda tahu juga, pria menyukai wanita yang easy going dan mudah merasa bahagia. Pria tidak menyukai tipe wanita high maintenance yang harus dibujuk-rayu habis-habisan agar melunak. Jika Anda betul-betul menyayangi pasangan Anda, pastikan bahwa Anda peduli pada masalah yang muncul. Buang segala ego dan tunjukkan kemauan dari Anda berdua untuk mencari jalan keluar dari permasalahan.

Jumat, 27 Februari 2009

10 Bagian Tubuh Anda Yang Disukai Pria



Iklan-iklan produk wanita di televisi menciptakan suatu personifikasi bahwa wanita harus bertubuh ramping, berambut panjang dan hitam, dan berkulit putih. Hal ini mungkin akan membuat Anda yang tidak memenuhi syarat tersebut menjadi kurang pede. Padahal, hal-hal tersebut sebenarnya tak akan memengaruhi penilaian pria akan diri Anda. Pada dasarnya, inilah bagian tubuh Anda yang paling disukainya.

Aroma tubuh. Pria suka ketika istrinya bangkit dari ranjang dan aroma alami tubuhnya masih menebar sesaat setelah menghilang dari pandangan. Aroma tubuh yang sedikit bercampur parfum sering kali juga masih "menempel" di bantal sehingga bisa menjadi obat rindu suami ketika Anda tak di rumah.

Bibir. Anda tidak perlu memiliki bibir seperti milik Angelina Jolie. Asalkan bibir Anda cukup kissable, lalu pulas dengan lipstick warna berry. Bahkan pria yang belum mengenal Anda pun bisa membayangkan seperti apa rasanya mencium bibir Anda.

Kuku. Ingat bagaimana Ikal jatuh cinta begitu melihat kuku-kuku cantik A Ling? Usapan Anda dengan kuku yang tak terlalu panjang dan tak terlalu pendek pada punggung pasangan akan memberinya pijatan kecil yang menyenangkan.

Tulang selangka. Inilah tonjolan tulang yang berada di dada atas Anda. Bila bagian ini mengintip malu-malu dari balik blus Anda, suami akan lebih penasaran. Jauh lebih penasaran daripada bila Anda memperlihatkan kulit Anda seluruhnya.

Mata. Mata yang cerah dengan bulu mata yang lentik memikat hatinya. Sapukan sedikit maskara untuk menebalkan dan mempertahankan kelentikannya. Pakai blush on tipis-tipis dan lipstik berwarna nude untuk menonjolkan mata Anda.

Leher. Ketika Anda mengenakan gaun dan mengikat rambut Anda dengan tatanan yang membuat leher Anda yang jenjang tersingkap, wow... itulah saat pria merasa turn on. Helai-helai rambut yang berjatuhan hanya membuat leher Anda makin terlihat seksi.

Daun telinga bagian bawah. Bagian ini sangat halus dan lunak sehingga pria tak akan tahan untuk tidak menciumnya.

Rambut. Anda tak harus berambut panjang untuk menarik perhatian pasangan. Selama rambut Anda sehat dan wangi, pria akan senang mengelus dan menciumnya. Anda bisa membiarkan rambut Anda terurai atau menggulungnya dengan sebuah stick, Anda akan tetap terlihat seksi.

Payudara. Lagi-lagi Anda tak harus memiliki payudara seperti milik bintang-bintang Baywatch. Percayalah, pria kebanyakan justru tidak menyukai payudara yang terlalu besar. Asalkan payudara Anda cukup berbentuk dan mampu merespons dengan baik sentuhan suami Anda.

Kulit. Anda tak perlu khawatir meski kulit Anda tergolong gelap. Kulit yang terawat, halus, dan wangi, akan membuat pria ingin selalu membelai dan menciumnya.

Senin, 23 Februari 2009

Tips memilih Pasangan Hidup

Manusia tidak dapat memilih siapa yang patut jadi ibu dan ayahnya. Tetapi manusia masih ada ruang dan peluang untuk memilih siapa calon pasangan hidupnya.

Nabi SAW sendiri pernah memberitahu kriteria atau nasehat dalam pemilihan pasangan hidup, Antara lain Nabi SAW bersabda: Wanita itu dikahwini kerana dengan sebab hartanya, kecantikannya, keturunannya dan keagamaannya. Hendaklah kamu pilih yang kuat agamanya, tentu akan menenangkan kedua tanganmu. Riwayat Bukhari Muslim

Memang benar bahwa jodoh dan pertemuan itu takdir ketentuan Allah. Namun ketentuan ini tidak boleh menafikan usaha dan iktiar.

Pemilihan bakal suami bagi seorang wanita adalah lebih kritikal sebenarnya. karena suami sebenarnya ibarat penghubung talian taat seorang isteri kepada Allah. Ia juga menjadi jalan turun cinta dan redha Allah SWT kepadanya.Begitu juga bagi lelaki. Jika tersalah pilih calon isteri maka besar juga risikonya. Ini disebabkan dia memipertanggungjawabkan sepenuhnya untuk memimpin seisi keluarga meniti jalan ke syurga. Kesefahaman dan kerjasama penuh kepada isterinya amat diperlukan untuk mengemban tanggungjawab besar yang dipikulnya. Jika suami gagal mendidik dan memimpin keluarga, bukan saja anak isteri yang masuk ke dalam neraka, bahkan dirinya sekali terikut juga.

Di dalam Islam, wanita ada hak untuk memilih bakal suaminya. Tanggapan bahwa wanita tidak ada hak memilih calon suaminya adalah salah. Dalam hal ini Abu Hurairah ra pernah mendengar Nabi SAW bersabda:Seorang wanita / janda tidak boleh dinikahkan sebelum ia diminta pertimbangan dan seorang gadis perawan tidak boleh dinikahkan
sebelum ia diminta persetujuan. Riwayat Bukhari dan Muslim.

Di dalam sejarah ada banyak kisah wanita mempertahankan hak memilih suami. Antaranya ialah kisah Khansa binti Khidam yang mengadu kepada Rasulullah SAW yang akan dikahwinkan oleh ayahnya, pada hal dia tidak suka. Rasulullah SAW telah menolak keinginan ayah Khansa. (Riwayat Bukhari).


Dalam satu kisah lain yang diriwayatkan Bukhari, seorang bekas budak bernama Barirah mempertahankan haknya tidak mau kahwin dengan Mughis meskipun didukung oleh Nabi SAW. ketika ditanya oleh Nabi SAW, Barirah bertanya kembali:;Wahai Rasulullah, apakah ini perintah buatku?; Nabi SAW menjawab: Aku sekadar memberi syafaat.; Lantas mendengarnya, Barirah menolak peminangan Mughis dan Rasulullah SAW menerima keputusannya.

Malahan ada dalam sejarah kisah wanita yang memilih lelaki (Rasulullah SAW) dan menawarkan diri untuk jadi isteri kepada baginda Rosul. ketika wanita itu melihat Rasulullah SAW tidak memutuskan sesuatu terhadap tawarannya itu,lantas dia duduk - (Riwayat Bukhari Muslim). Diamnya Nabi SAW berarti tindakan wanita itu tidak dilarang.

Begitu juga dengan wahyu yang masih turun waktu itu.Bahkan ada diterangkan di dalam kitab fiqih; apabila pilihan wanita tidak diterima oleh walinya maka ketika itu berpindahlah hak kewalian Wali Mujbir kepada Wali Hakim. Asalkan pilihannya itu benar berlandaskan pedoman syariat (di mana calon suami kufu seimbang agama dan mampu mengadakan mahar) maka bapanya perlu menurutinya.

Jika dalam keadaan ayahnya ingkar maka gugurlah hak si ayah mewalikan anaknya. Menyadari tuntutan dan taruhan nikah dalam kehidupan maka semestinya wanita menggunakan sebijak-bijaknya hak untuk memilih pasangan hidupnya.
Jangan meremehkan dan terburu nafsu membuat pilihan. Lebih-lebih lagi jangan membuat keputusan berdasarkan desakan orang lain. Maka seharusnya terlebih dahulu mencari jalan untuk
memastikan bahwa calon suami faham peranan dan tanggungjawabnya serta berpotensi menuntun ahli keluarganya ke syurga.
Setelah merasa aman dan percaya terhadap pegangan agama dan hati budi calon suami maka terimalah pinangannya.
Sehubungan ini Nabi SAW ada bersabda:;Apabila telah datang meminang lelaki yang dipercayai agamanya dan
kejujurannya (amanah); maka terimalah pinangannya. Sebab jika pinangannya ditolak maka tunggulah terjadinya fitnah
di bumi dan kerusakan yang besar.{ Riwayat Tirmizi }

Wallohu alam bi showab


From. Umar Sahid

Minggu, 22 Februari 2009

Cara Bayi mengatakan I Love You



Meski tak secara verbal, ungkapan cinta dan kasih sayang juga bisa datang dari bayi Anda. Dalam setiap tahapan perkembangannya, si kecil mengirimkan sinyal-sinyal cinta yang berbeda. Yuk, cari tahu.

0-6 bulan
Bayi di usia ini memang belum bisa menyampaikan betapa ia berterima kasih atas kasih sayang dan perhatian yang Anda berikan sejak ia masih dalam kandungan. Namun, hari demi hari yang Anda lalui bersamanya akan menumbuhkan ikatan ibu dan anak, yang punya arti lebih dalam ketimbang ungkapan cinta mana pun. "Rasa keterikatan adalah sebuah proses," kata Debbie Laible, Ph.D, profesor psikologi.

Rasa cinta yang Anda berikan setiap hari, baik lewat cara Anda merawatnya atau lewat dekapan, akan membuat si kecil jatuh cinta pada Anda. Ia pun menunjukkannya lewat senyuman. Penelitian mengungkapkan, senyuman bayi di minggu-minggu pertama kehidupannya bisa jadi merupakan respons terhadap senyum yang ayah-ibunya berikan.

Sejak lahir bayi sudah bisa mengenali wajah, suara, dan bau ibunya. Langkah selanjutnya adalah ia berusaha menghubungkan antara suara dan bau yang ia akrabi itu dengan sesuatu yang dilihatnya. Itu sebabnya bayi sering menatap wajah ibunya, seakan berusaha untuk menghafalnya.

6-12 bulan
Ini adalah dimulainya masa-masa menyenangkan. Setelah usia 6 bulan, bayi mulai menaruh perhatian terhadap lingkungan di sekitarnya. Selain itu, keterampilannya pun terus bertambah setiap hari. Sehingga, ia pun mulai menunjukkan rasa sayangnya pada ayah-bundanya.

Menurut para ahli, bayi yang terbiasa melihat ayah atau ibunya memperlihatkan rasa cinta, baik itu lewat pelukan atau ciuman, tertarik untuk melakukan hal yang sama juga. Jadi jangan kaget bila si mungil tiba-tiba memeluk atau mencium dengan sayang pipi Anda. Rasa sayangnya juga ia ungkapkan lewat senyuman lebar di wajahnya saat melihat Anda kembali setelah meninggalkannya untuk mengerjakan sesuatu di ruangan lain atau ke kantor.

Mengajarkan Anak Meminta Maaf



ANAK Anda bertengkar dengan adik, sepupu, atau temannya, namun menolak mengakui kesalahannya? Atau, dia enggan meminta maaf? Hal ini memang biasa terjadi, namun Anda tak boleh membiarkannya. Anak perlu diajari untuk bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Agar anak mau melakukannya, berikut 6 langkah yang dapat kita terapkan pada anak.

1. Beri kesempatan pada anak untuk mengungkapkan masalahnya.

Galilah dari diri anak apa yang membuatnya tidak mau atau menolak meminta maaf. Baik orangtua maupun guru harus bersikap netral, tidak berpihak kepada pelaku maupun korban. Jika berpihak, dikhawatirkan pemulihan hubungan keduanya akan semakin sulit.

2. Tidak memaksa anak meminta maaf.

Sering kita jumpai orangtua yang memaksa anaknya untuk minta maaf, seperti, "Ayo, kamu minta maaf sekarang sama adik!" Sebetulnya, cara seperti ini tidak benar dan dapat menekan anak. Semakin dipaksa untuk meminta maaf, semakin sulit bagi anak untuk melakukannya. Karena paksaan merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka hal itu tak akan diulangi lagi. Atau, kalaupun mau, anak akan meminta maaf dengan terpaksa, tidak tulus.

3. Tumbuhkan empati pada anak.

Cara terbaik dengan menumbuhkan empatinya. "Kamu sudah memukul adik seperti itu. Coba kamu pikirkan kalau kamu yang diperlakukan seperti itu, bagaimana rasanya?" Mungkin anak tidak akan langsung menjawab atau berkomentar saat itu juga dengan mengatakan, "Tidak enak," misalnya. Tetapi setidaknya anak tahu perbuatannya telah membuat orang lain menderita, terganggu, atau tersakiti. Anak harus bisa memahami, perbuatannya itu tidak baik. Dia juga harus merasakan apa yang orang lain rasakan. Anak harus melihat dampak yang dia lakukan pada anak lain, bagaimana perasaan orang tersebut, dan sebagainya.

4. Berikan dorongan.

Contoh, "Ibu akan senang kalau kamu mendengarkan keluhan orang lain, dan kamu mau mengubah perilakumu. Ibu berharap kamu juga bisa meminta maaf atas perbuatan yang sudah kamu lakukan pada temanmu." Harapan semacam ini tidak memberi kesan memaksa dan sok berkuasa, melainkan mengajari anak untuk bersikap terbuka dan membuatnya berpikir. Apalagi di usia ini anak sudah bisa diajak berpikir mengenai konsekuensi.

5. Kenalkan aneka cara meminta maaf.

Ada berbagai cara meminta maaf, baik secara langsung maupun tidak. Ada yang lewat salaman tangan, rangkulan, sentuhan, dan cara lainnya, atau yang terbaru dengan SMS, e-mail, chat, komentar maaf di jejaring sosial, seperti facebook dan lain-lain. Anak tahu mana yang paling tepat dan cocok. Biasanya dengan dibebaskan mengemukakan pendapatnya, anak akan menemukan banyak ide. Kecuali jika anak memang tak tahu caranya, maka orangtua mempunyai kesempatan memberi masukan.

6. Beri toleransi waktu.

Hindari menyuruh anak meminta maaf di saat itu juga. Orangtua memang harus menunggu hingga anak mau melakukannya dengan tulus tanpa terpaksa. Selanjutnya jika anak sudah siap, orangtua bisa menjadi perantara, membantu anak untuk meminta maaf dan mendamaikan kedua anak yang berseteru.