Tampilkan postingan dengan label Riak Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riak Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2009

Kerinduan Ini

Rindu aku pada heningnya malamMu
tuk bermunajat padaMU
oh.. sang Pemilik malam
jangan biarkan ku terlelap tanpa mengingatMU

Ku ingin hamparkan sajadah
Tuk memujaMu dikepekatan malamMU
Kerinduan ini getarkan jiwaku
Jiwa nan lara dariMu

Lama...tak kuketuk pintuMu
Jauh...terasa jarak kudenganMU
Rabb...Jadikan malam nanti
Waktu terindah kembali

Tuk kuhamparkan sajadah
Tuk ku menyanjung asmaMU
Karena KAU Maha Indah
Karena KAU Maha Mulia

Rabb...
Kerinduan ini kan jadi indah
saat airmata basahi pipiku
Ditahajudku padaMU

riak hati
Nur Mashita
10042009

Kamis, 05 Februari 2009

Asa ku Pada MU

Ya Rabb...
Penat rasa hati ku
Lelah rasa jiwa ku
Letih rasa asa ku
Berat rasa langkah ku

Ya Rabb...
Jangan tinggalkan aku
Dalam rasa itu semua
Rasa yang buat aku
Seakan jauh dari MU

Astagfirullah...
Ampuni aku Rabb
Atas kealpaan batinku mengingatMU
Ampuni aku akan kelalaian
Hati ini bersyukur pada MU

Ya Rabb...
Bimbinglah mata hatiku ini
Tuk selalu meraih cahayaMu

Ya Rabb...
Aku ingin asa ku padaMu
Tak pernah putus dan lelah
Agar kasih sayangMu padaku
Dapat kugapai & kurasakan
Saat ku di dunia ini dan
Saat ku kembali padaMu

Jakarta, 05 Februari 2009
By. Nur Mashita

Cukup Itu Berapa ?

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.
Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seke tika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup"


Aku tak suka bibirku..kurang seksi. Aku ingin seperti Angelina Jolie.

Di saat yang sama seseorang berharap...

Tuhan, berikanlah aku bibir yang normal...

Aku ingin mataku berwarna biru..Akan lebih cantik bila aku punya mata berwarna biru..

Di saat yang sama seseorang berharap..

Tuhan, kenapa kau tidak berikan aku sepasang mata untuk melihat...

Aku oleskan pewarna dan kurawat jari-jariku agar selalu tampil cantik

Di saat yang sama seseorang bersyukur...

Tuhan, kau hanya berikan aku 4 jari, namun aku mensyukurinya. ..

Aku akan ke salon, creambath dan hairspa agar rambutku tampil cantik

Di saat yang sama seseorang menangis..

Tuhan, kenapa aku diberikan kepala dengan ukuran yang berbeda...
Kalau seperti ini, rambut seperti apapun akan terlihat aneh...

Di saat yang sama seseorang bersyukur...

Tuhan, kau tak memberikan aku tangan dan kaki..namun aku bahagia aku masih bisa berkarya...

Sesungguhnya tubuh kita adalah hal yang berharga
Tak peduli apapun warnanya, apapun ukurannya, apapun bentuknya...
Syukurilah itu sahabat...
Karena di luar sana masih banyak yang mengharapkan mendapat fisik yang lengkap...
Kau lah ciptaan Tuhan yang terbaik...

Kau yang tampan
Kau yang cantik
Syukurilah itu..walaupun itu hanya sementara...

Sahabat dengarlah... jutaan orang di luar sana ...
Berharap bisa melihat...
Berharap bisa mendengar...
dan berharap bisa berbicara... .
Seperti kita....

Kau tak pernah mengerti..
Dan tak kan pernah mengerti...
Sadarlah sahabat...
Bahwa sesungguhnya kau tidak kekurangan.. ..

Jumat, 26 Desember 2008

Tangisku Dalam Kubur

Aku sibuk dengan dosa-dosaku
Dosa-dosa yang ku perbuat di dunia
Dosa dan nista membebaniku
Membuat hati kian berduka
Dulu aku adalah seorang yang agung
Di mata orang yang melihatku
Namun kini aku dalam dalam kepekatan kubur
Ditemani siksa dan nestapa

Ya ALLAH
Jangan biarkan ku berduka didalam kubur
Bimbinglah hatiku agar bisa menangis
Menangis ketika hayat masih dikandung badan
Karena takutnya aku akan azabMu

Ya ALLAH
Sungguh aku takkan mampu menahan
Siksa dan nestapa dikubur nanti
Sungguh ku tak kuasa menahan
Panasnya Neraka JahanamMu

Ya ALLAH
Aku takut...takut...teramat takut
Kumohon padaMu selamatkan aku
Dari godaan dunia yang kan mengantarku
Ke nerakaMU




Jakarta, 26Des08
By. Nur Mashita

Sabtu, 20 Desember 2008

Karena Mu dan Untuk Mu

sudah hampir 7 bulan aku tidak membeli buku bacaan, karena selama itulah aku mencari bacaan lewat internet.Dan sudah 2 bulan lebih aku merasa sholat ku & ibadah ku tidak tersa nikmat & syahdu tapi biasa- biasa saja bahkan sholat malam ku pun bolong-bolong.Aku bertanya dalam hati " ada apa denagn hati ku ya, apakah iman ku mulai luntur,astagfirullah..."cepat ku tersadar.

"Ya ALLAH, ampuni salah & dosa ku yang berkurang mengingatMu dalam diam & gerak ku". Ya ALLAH, kumohon jangan pergi jauh tinggal kan aku, aku takut hati ini hampa tanpa sedih saat mengingatMu". Ya ALLAH jagan biarkan hati ini kering dari siraman hidayahMU,ku mohon jangan...jangan...jangan...Ya ALLAH, sungguh aku takut bila itu terjadi pada ku.

Jumat malam, selepas magrib aku pulang kerja aku tidak langsung pulang tapi aku berjalan-jalan di Gajah Mada Plaza. Ada toko buku baru yang ku kunjungi rak buku dengan bacaan islam yang kutuju, yah itulah rak buku favorit ku bila ke toko buku.
Beberapa buku bacaan ku lihat diantaranya tentang wanita, pernikahan, keluarga dll.

Tapi sudah lebih dari 10 judul buku&ringkasan yang kubaca selintas belum juga kutemukan buku dengan judul&ringkasan nya yang dapat menyentuh relung kalbu ku yang terasa seolah-olah kering/hampa, sampai mata ku tertuju pada 1 judul buku yang menarik hati ku tuk ingin segera membaca ringkasan nya, buku itu bertajuk "Menangis Karena Takut Pada Allah" Astagfirullah sudah hampir 1 bulan aku tak menangis haru dalam doa ku karena taku pada azab ALLAH..."

Wahai uamt islam ! kenapa engkau tidak mau menagis menyesali dosa-dosamu, padahal maut setiap saat mengintaimu, kuburan akan menjadi tempat tinggalmu dan hari kiamat tempat pembehertiannya. Disaat itu, amanusia akn mendatangi neraka yang amat panas yang tak seorangpun sanggup menghadapinya.

Bagi hamba-hamba yang beriman pada hari akhir, mereka akan banyak menagis dan sedikit tertawa karena takutnya pada ALLLAH. Dan hanya orang yang takut pada ALLAHA saja yang akan dibebaskan dari siksa nerka dan di masukkan k surga


Ada butiran air mata terasa hangat jatuh di pipiku, subhannallah aku menangis ya ALLAH....Aku takut azabMu, Aku rindu sentuhan hangat hidayahMU di hatiku. Maafkan aku ya ALLAH yang sibuk dengan urusan duniawi hingga urusan akhirat ku jalan kan hanya sekedar saja. PAdahal Engkau tak penah sedikitpun hamya sekedar saja pada hamba-hambaMu.

Mata ku teruju pada 1 judul buku yang lebih membuat terharu & syahdu merindu saat membaca ringkasan nya "Bagaimana Mencintai ALLAH"
Hidup tanpa cinta adalah hampa. Namun jika suatu cinta dikalahkan oleh nafsu, maka tak ada bedanya dengan binatang. setiap orang membutuhkan cinta. Butuh mencintai dan di cintai. Tetapi cinta sejati adalah milik ALLAH dan untuk ALLAH. Dengan ayat ujian cintacinta pada ALLAH, yaitu firman ALLAH maka kita kan bisa memahamiyang hakiki tentang cinta pad ALLAH.

Syukur kupanjatakan kehadiratMu ya ALLAH...kini ku dapat mrasakn kembali indahnya, nikmatnya ibdah kepadaMu yang insyaALLAH dengan berdasarkan pada semata- mata ibadah ini karenaMu dan untukMu. Amin


Jakarta, 20 Desember 2008
Nur MAshita

Kamis, 18 Desember 2008

Bias Senyummu

Sosok insan yang lembut
Kasih sayangnya tulus ikhlas
Cintanya sepanjang masa
Kerinduannya mengharu biru

Bisik suaranya nan merdu
Melantunkan doa untuk ku
Belaian & peluk hangatnya
Mengantar lelapnya tidurku

Oh Mama ....
Walau masa berlalu
Tapi cinta kasih sayangmu
Tak pernah pudar & goyah

Guratan indah di wajahmu
Bias senyum mu terukir selalu
Walau senja telah menyapa mu
Tapi semangat jiwa tetap membara untuk ku

Oh Mama...
Izinkan aku membelai wajah mu
Dalam lelap nya tidur mu
Izinkan aku kecup mesra rupa mu

Oh Mama...
Izinkan ku peluk tubuhmu
Jadikan pundak ku untuk rebahmu
Aku kan berjuang untuk selalu ada di sisimu

Ya ALLAH...
Kumohonkam pada Mu
Izinkan diri ini tuk bisa
Menghias senyum di wajah mama
Wajah yang tetap cantik walau senja

Untuk Mama
Inur sayang sama Mama, luv U
Jakarta, 19 Desember 2008

Rabu, 03 Desember 2008

Air Mata

Butiran bening hangat
Buliran jernih basah
Dia nya terjadi karena rasa
Dia nya terbentuk karena asa

Ungkapan dari hati karena suka
Untaian dari jiwa karena duka
Mengharu biru rasa di kalbu
Riak batin nan bergelora

Air mata ini....
saksi bisu dari perasaan
Air mata ini....
saksi nyata di akhirat


By. Nur Mashita

Sabtu, 29 November 2008

Dimana Dia...?

Assalamu'alaikum. Wr. Wb
Buat sobat-sobat Ikhwan.......


Wahai Para Kesatria, pewaris tanah pusaka
Mengapa dikau gundah gulana
Bukankah terbentang luas taman indah nan warna-warni
Tidakkah kau cium harum semerbak bunga bertebaran di kanan kirimu
Atau kurang cukupkah samudera permata nan elok lagi bersinar menghiasimu

Wahai pemuda pewaris masa depan
Tataplah jauh ke muka
Ada beban luhur yang harus segera engkau pikul
Akan masih banyak tugas menanti untuk engkau ambil alih
Di mana tak akan mampu engkau memikulnya seorang diri
Engkau butuh penghibur yang akan senantiasa menguatkan hatimu ketika dirundung kesenduan
Engkau butuh pendukung yang membuatmu betah berjalan tegak di setiap tugas risalah yang kau tanggung

Wahai temanku yang masih sendiri,
Segeralah temukan teman hidupmu
penyejuk jiwamu kelak

Carilah dia karena sesungguhnya dia itu telah dekat.

Lebarkan matamu, dan buka mata hatimu
Tajamkan pendengaran, dan simak suara kalbumu

Barangkali sang dia telah berada dekatmu
Hanya engkau mempunyai angan yang terlalu tinggi

Mungkin dia berada persis di hadapanmu
Namun engau tidak mau menerima dia apa adanya

Duhai shobatku yang kesepian
Janganlah engkau sia-siakan perhiasan terindah di dunia itu
Kalau dia belum belum berkilau, tugasmulah tuk mengkilapkannya.
Andai dia belum terlihat elok, tanggung jawabmulah untuk menghiasi dirinya dengan perhiasan ahlak yang mulia
Jika dia belum bersinar terang, ladang amalmu-lah untuk menyempurnakan
cahayanya yang masih tersingkap

Lalu apakah lagi yang engkau tunggu... wahai manusia yang telah diciptakan
Rabb-nya secara sempurna..


Wassalamu'alaikum

Jumat, 14 November 2008

Catatan Hati di Jumat Yang Indah

BimillahiRaahmaniirRaahiim

Banyak hal yang masih belum aku ketahui. Banyak manusia di dunia iniyang belum aku kenal. Banyak tempat yang belum aku kunjungi. Banyak buku yang belum terbaca.
Banyak rasa masakan yang belum aku cicipi. Banyak ide pikiran yang belum tersalurkan ke dalam tulisan..
DemiAllah, masih banyak yang belum tersampaikan… Padahal Allah menyediakanbanyak tempat buat aku belajar dan memaknai proses kehidupan ini…Begitulah…

Hhmm… pikiran ini susah sekali dikendalikan. Pikiranku melanglangkesana, kemari, ke masa lalu, ke masa depan.

Ampunilah aku, Ya Allah..
Aku tidak mampu mengendalikan pikiran ini. Pikiran ini liar sekali…
Kemudian masa lalu seperti datang menarikku balik. Malam ini aku belajar bahwa aku harus berhati-hati dengan pikiranku sendiri.
Aku tidak mau terseret oleh pikiranku ke dalam lembah-lembah keresahan dan kesedihan.
Tapi aku harus belajar berpikir tentang nikmat, karunia,anugerah dan kemenangan-kemenang an yang sudah mampir dalam hidupku.

Aku jadi ingat beberapa jam yang lalu aku mengirimkan sms ke beberapa temanku, ini caraku bersilaturahmi dengan mereka sebelum tidur.

“Assalamu’alaikum saudaraku, teman, sahabat,apa kabar semoga dalam keadaan sehat wal afiat ditambah dg doa di hati ku,semoga makin berpeluh dengan kasih dan cinta Allah Yang Maha Agung. Semoga hatimu selalu bersih dari noda dan dosa. Semoga iman-mu kian menapakmaju. Kita saling mendoakan ya…
Semoga Allah ridha dengan apa yangkita kerjakan hari ini.”

Kemudian sebagian teman-ku mereply sms-ku. Ada balasan yang menarikdari sahabatku, “ya Ustadzah… “Sudah seringkali sahabatku ini memberikan label "ustadzah" kepadaku…Biasanya aku berdoa, Alhamdulillah… semoga Allah memperkenankan.

Ustadzah itu apa sih… Aku bertanya pada diriku sendiri. Dia adalahguru. Dia adalah sosok manusia yang mengajak kebaikan kepada oranglain. Dan untuk malam ini ada perasaan berat dengan label “ustadzah”itu… Karena memang aku bukan seorang "guru"

Kemudian aku mereply sms itu, Aku sebenarnya malu dengan sebutan ustadzah yang kamu sebutkan… Hhhm… Siapa aku ??? Cuma perempuan akhir zaman yangsedang belajar dalam kehidupan ini. Cuma seseorang yang sedang berjuangmeraih kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Cuma seseorang yang belajaruntuk ikhlas, belajar untuk bersabar dan belajar bersyukur. Cuma seseorang yang belajar mengenal siapa diriku yang sebenarnya?
Hingga aku pun bisa mengenal siapa Tuhanku. Apakah keberadaanku di dunia inibermanfaat untuk keluarga dan orang-orang di kanan dan kiri ku.

Ya…,aku sedang merasakan sekolah jiwa ini.”
Sms-ku kemudian di-reply olehnya “Dari yang ustadzah yang bilang ‘cuma, cuma, dan cuma’ maka dihasilkanoptimisme luar biasa pada usaha kami (beliau dan keluarganya) padausaha dalam mendekat kepada-Nya. Dari ‘cuma’ maka timbul kesadaran padadiri saya untuk membaca dan menghidupkan Alqur’an pada diri saya. Dari‘cuma’ yang kamu katakan maka timbul kesadaran saya untuk mengingatkematian pada diri saya. ‘Cuma’ bagi ustadzah menjadi tidak percuma,luar biasa dan best motivation bagi diri saya. Semoga Allah selalu menjagamu ya… Salam

Air mataku meleleh membaca sms ini. Aku terharu dengan apa yangditulisnya.
Ya Allah… akudidoakan dengan doa yang luar biasa.
Apakah silaturahmiku selama ini dengan sahabat-sahabatku, walaupun via sms & e-mail dapat berperan dalam kehidupan mereka.
Ya Allah… apakah dakwahku via sms atau tulisan bisa dapat “menyadarkan”sebagian sahabatku untuk lebih mendekat kepada-Mu ? Ya Allah, apakah aku sudah bermanfaat bagi orang lain ?

Ahh… sebuah pertanyaan konyol ? Aku takut jatuh pada kesombongan diri, ujub dan tinggi hati. Ampuni aku Ya Allah… Semoga aku bisa menjaga keikhlasannya…
Semoga Allah selalu memudahkan jalan sahabat-sahabatku dan hamba lainnya untuk selalu bisa termotivasi untuk jadi lebih baik.
SemogaAllah selalu memberi kekuatan kepada hamba-hamba yang selalumencari-Nya.
Semoga selalu ada cahaya bagi yang berjalan di jalan-Nya.
Semoga Allah SWT karuniakan kepada kita keikhlasan tiada batas dankekuatan untuk senantiasa melanggengkan setiap amal soleh yang telah,sedang dan yang akan kita kerjakan.

Ketika aku menulis ini, bagaimana supaya aku bisa menuangkan diri supaya bisa kubaca kembali apa yang pernah terlintas di pikiran ini.
Semoga aku bisa lebih mengenali diriku, menemukan sesuatu yang kurang.
Semoga bisa jadi bahan untuk instrispeksi diri ke arah yang lebih baik.
Yah, aku ingat suatu hadist Nabi SAW “Ikatlah ilmu denganmenuliskannya…”
Ya Allah…Yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini padaAgama-Mu, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu.

Dan ya Allah, mohon temani aku kala hati dan jiwa ini “lelah”.
Mohon kuatkan aku… Semoga dapat membangkitkan kembali iman yang sedang mati atau jalan di tempat.
Semoga jiwa ini masih memiliki cahaya,meskipun sedikit. Jangan biarkan cahaya itu padam.

YaAllah… Munajatku malam ini, jangan lagi aku berpisah dari-Mu Jangan biarkanaku terlalu lama meninggalkan- Mu.
Ya Allah, ingin kulepas semua yang kuinginkan di dunia ini…
Jadikanlah Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu.
Anugerahkan padaku bisa memandang-Mu
Jadikanlah aku lebih mencintai kampung akhirat.
Jadikanlah aku lebih merindukan kehidupan yang abadi.

Semoga permohonanku malam ini disaksikan para malaikat yang bertasbih memuja-Mu. Maafkan dan ampuni aku ya Allah, untuk semua dosa, salah dankhilafku. Baik disengaja ataupun tidak disengaja. Baik lewat perbuatan,kata-kata dan apa yang sempat terlintas di pikiran.

Ya Allah…. semoga malam ini semua makhluk-Mu berbahagia. Semoga aku masih diberi kesempatan bernafas, berjalan, berbagi dan bersyukur pada hari Jum’at yang Indah ini. Hari yang penuh berkah. Hari yang cerah untuk jiwa yang cerah
Ya Allah, aku mohon ridha-Mu dan surga-Mu. Amin.

Kamis, 13 November 2008

Rindu

Rindu itu adalah anugrah dari Allah
Insan yang berhati nurani punyai rasa rindu
Rindu pada kedamaian rindu pada ketenangan
Rindukan kesejahteraan dan juga kebahagian

Orang-orang bertakwa rindu akan kebenaran
Kejujuran dan keikhlasan keredhaan tuhanNya
Orang mukmin merindukan anak-anak yang soleh
Isteri-isteri yang solehan keluarga yang bahagia

Rindu itu adalah anugrah dari Allah
Insan yang berhati nurani punyai rasa rindu
Rindu pada kedamaian rindu pada ketenangan
Rindukan kesejahteraan dan juga kebahagian

Para pencinta kebenaran rindukan suasana
Masyarakat yang terjalin aman dan sejahtera
Merindukan tertegaknya kalimah Allah di muka bumi
Dan dalam merindukan keampunan tuhannya

Rindu pada kedamaian rindu pada ketenangan
Rindukan kesejahteraan dan juga kebahagiaan
Dan seluruh umat itu merindukan cahaya yang menyinari kehidupan
Rindu kepada Tuhan

Kamis, 06 November 2008

Bila Air Mata Tak Pupus Jua

Duri tajam itu memang menyakitkan
Karenanya sedu sedan seakan tak tertahankan
Namun...Hidup ini pun tak pernah berhenti pada satu titik singgah
Lalu mengapa tak engkau hamparkan saja sajadah dan ratakan kening di atasnya?
Mohonkan ampun dalam hamburan do'a kepada Sang Pemilik Cinta

Nanar...
Pandangannya menerawang dari balik jendela kaca.
Di luar sana, sang dewi malam masih bersinar temaram kekuningan.
Tak henti memamerkan kecantikan pada setiap makhluk yang tersentuh cahayanya.
Saat itu, dengan tangan gemetar, dielusnya perut yang tampak semakin membesar.

Tak seindah rembulan, raut wajahnya kuyu dan kusam.
Mata pun sembab karena ruah tangisan. Kepedihan itu masih saja menggurat, membuat tumpukan gundah dan keluh kesah yang semakin membuncah.

Kekecewaan jelas menyelubungi jiwa dan raganya.
Kenangan itu memang sangat menyakitkan, karena telah direnggutnya sebuah nilai kesucian. Hati kecilnya berteriak, ingin berontak. Namun, kenyataan tak mungkin begitu mudah terhapuskan. Lelaki yang diharapkan mestinya bagaikan Pangeran, ternyata hanyalah seorang durjana. Memetik sari bunga, kemudian terbang entah ke mana.

Berjuta impian tentang sebuah keluarga perlahan sirna. Mimpi akan kerinduan rumah mungil yang penuh canda tawa, hanya sekedar khayalan. Hasrat untuk mengukir jiwa-jiwa suci dan murni seakan tenggelam karena tiadanya pendamping seorang qawwam. Hari-hari lalu berganti dengan derai tangisan. Memilukan, sehingga menciptakan serpihan hati yang berserakan di mana-mana.

Perlahan, dilangkahkan kakinya ke pembaringan. Mencoba sejenak melepaskan lelah jiwa dan raga. Dipejamkannya mata, namun air bening tak mudah dibendungnya. Air mata itu mengalir, bahkan membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya. Tubuhnya lemah, lunglai tiada daya. Di kesenyapan malam, isaknya masih terdengar memilukan, menyiratkan penyesalan akan nasibnya yang telah ditoreh nista.

Esok menjelang, dan dengan rasa letih, ia terjaga saat sinar mentari menerpa raut wajahnya. Jiwa yang rapuh itu seakan enggan menggerakkan raga. Tak berubah, tatapan matanya lantas kosong menerawang. Tak pula fitrah sebagai wanita menyapa kesadarannya akan detak kecil kehidupan di alam rahimnya. Perih itu masih ada. Luka pun masih menganga. Tanpa kuasa menahan segalanya, kembali air bening menerobos kelopak mata.

Duhai...Apalah daya dirinya, jika kala itu setan telah pula mengambil peran. Sepercik darah yang mestinya tersaji setelah ikatan suci disimpulkan, tak akan pernah lagi dihidangkan. Belaian mesra yang diharapkan saat mereguk cinta di malam pertama pun hanyalah sekedar khayalan.

Aaah...Indah harapan terkadang sangatlah berbeda dengan kenyataan. Namun, bila impian itu selalu saja dipenjara dalam jiwa, apakah ada beda antara keduanya? Penyesalan yang tiada kunjung usai pun bukankah dapat meranggas keimanan.

Duri tajam yang pernah menancap di jiwa memang sungguh menyakitkan. Tetapi hidup juga tidak pernah berhenti pada satu titik persinggahan. Waktu akan selalu menggulirkan siang dan malam atas titah Sang Pemiliknya. Lalu, mengapa tak usah hiraukan saja torehannya, bila itu justru akan membuat hidup ini akan jauh lebih berharga.

Hapuslah air mata, hentikan juga sedu sedan. Bila akhir sepertiga malam menjelang, hamparkan sajadah dan ratakan kening di atasnya. Kemudian, tengadahkan telapak tangan seraya memohon ampunan dalam jutaan butir do'a. Bersimpuh, seraya merenungkan semua kekhilafan tentu akan lebih menenangkan jiwa.

Sabarlah...Tiada seorang jua di dunia yang bersih dari segala dosa dan noda. Pun, masih pula tersedia banyak lembaran kertas untuk menggoreskan kehidupan yang lebih bermakna. Tataplah keindahan alam di luar sana, dengar dan rasakan senandung tasbih serta tahmid yang tak henti dialunkan penghuninya. Belajarlah dari mereka yang tercipta tidak sempurna seperti manusia, namun tak pernah berkeluh kesah akan nasibnya.

Semoga.

Penulis. Abu Aufa

Selasa, 04 November 2008

Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya Penuh Cinta

Wahai orang-orang yang terpejam matanya, perkenankanlah kami manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasiaNya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah.sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap, sungguh nikmat malam-malammu,gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, menikmati tidurmu diatas pembaringan yang empuk,bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya.

Wahai orang-orang yang terlena, ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!
Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira.
Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda.
Kami tidaksepeti dirimu!! kami adalah para perindu kamar di surga.
Tak pernahkahkau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda: "sesungguhnya disurga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisidalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukan, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." itulah sebuah kamar yang menakjubkan bagi kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,
kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Khurairah , Periwayat Hadits.Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tidak terperi.
penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar.
Tapi tahukah kau?kenikmatan itu tidak serat merta kukecap sendiri, ku bagimalam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga.
Satu untukku, satuuntuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi.
Jika salah satu dari kami telah selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya.
Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? pedulikah kau pada keluargamu?adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. sejarah mencatatku sebagai sang Penakluk Kesombongan pasukan salib, suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, "Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidahyang benar.
"Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku.Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Katamereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yangbanyak.
Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar, kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an.
Tahukah kaudengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Istriku tercinta,Khotum binti Atabik. Dia adalah istri sholehah di mataku, terlebih dimata Allah, malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalambingkai Tuhan.

Gemersikan dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernikkami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.
Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuatbelahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yangmembuatnya resah.
Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah.
Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya, pegawai yang kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai, kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al-Aqso, rumah Allah yang diberkati.
Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, sholahuddin Al-Ayyubi, orang-orangyang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang panglima yang selalu menjaga sholat berjamaah.
Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-Quran yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku,sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata.

Wahai orang-orang yang masih terlelap,
Pernahkah kau mendengarpenaklukan Konstantinopel? Akulah orang di balik penaklukan itu,Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin balatentaraku, namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada para pasukanku untuk berpuasa pada sianghari dan pada saat malam tiba kami melaksanakan sholat malam dan munajat penuh pertolongan padaNya, jika Allah memberikan kematian kepada kami pada siang hari di saat kami berjuang, maka kesyahidan,itulah harapan kami terbesar.
Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu di ujung malamnya Allah temukan kami berada dalam kehidupan, kehidupan dengan menghidupkan malam kami.

Wahai orang-orang yang tergoda, begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tidur? ya sangat kuat, tiga ikatan kuat di tengkuk lehermu, dia lalu menepuk setiap ikatan sambil berkata "Hai manusia sadarlah, engkau masih punya malam panjang, maka tidurlah!!" "Hei sadarlah, sadarlah jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya,syetan itu berbohong kepadamu, maka bangunlah! bangkitlah kerahkan kekutaanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Allah, maka akanlepas ikatan yang pertama, kemudian berwudhulah maka akan lepas ikatanyang kedua, dan terakhir sholatlah, sholat seperti kami maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlena, masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? masihkah? adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera mendekat kepadaNya, memohon ampunanNya walaupun hanya dengan dua rakaat? tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata. "AkulahRaja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapayang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni," Dia terus berkatademikian hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, bagi kami manusia-manusiamalam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya, sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna.
Masihkah kau terlelap? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya? maka ikutilah jejak kami,manusia-manusia malam, kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, nikmatilah tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya,maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.

Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surgaNya, mendapati dirimudan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalamdan sisi dalamnya terlihat dari luar.Amiiin.........

Senin, 03 November 2008

Cinta Seorang Ayah

Beratnya untuk melepaskan dia pergi. Selama ini, tangan ini yang membelainya. Selama ini, hati ini yang selalu bimbangkannya. Sejak suara tangisnya yang pertama, sejak ku laungkan azan di telinganya, aku begitu mengasihinya. Ya, dia adalah permata hatiku. Namun, dia bukan selamanya milikku….

Rumah ini, cuma persinggahan dalam perjalanannya menuju kedewasaan. Dan kini sudah hampir masanya kau pamit. Walaupun di hatiku tercalar sedikit rasa pahit, tapi siapalah aku yang boleh menahan perjalanan waktu? Siapakah aku untuk menahan realiti kedewasaan? Maafkan aku wahai anak…. Bukan aku tidak tega, tetapi kerana terlalu cinta!

Hatiku tertanya-tanya, apakah ada insan lain yang boleh menjaganya sepenuh hati. Sejak bertatih, aku melihat jatuh bangunnya tanpa rasa letih. Siapakah yang membalut luka hatinya dalam kembara itu nanti? Aku jauh……bila segalanya bertukar tangan, amanah akan diserahkan. Aku tahu saat itu aku mesti mula melepaskan. Itu satu hakikat.

Cinta seorang ayah bukan berarti mengikat..Cinta bukan bereti mengikat… tetapi melepaskan, membebaskan. Kau umpama anak burung yang telah bersayap, telah mampu terbang membelah awan, meninggalkan sarang. Apakah aku terlalu dungu untuk terus membelenggu?

Puteriku… kau terpaksa ku lepaskan…. Apakah si dia mampu menyayanginya seperti aku? Ah, mengapa rasa curiga ini datang bertandang. Bukankah segalanya telah di putuskan sejak dia membisikkan bahawa hatinya telah diserahkan kepada ‘si dia’- lelaki pilihannya? Bukankah segala perbincangan musim lalu telah terungkai dan keputusannya telah dimeterai?

Namun… hati ayah…. Hati abah… pasti ada gundah. Sudah pasrah, tapi diguris goyah. Bolak-balik hati ini wahai anak… terlalu laju untuk dipaku.

Tepatkah plihanmu? Tepatkah keputusanku? Namun siapakah kita yang boleh membaca masa depan? Layakkah kita mengukur kesudahan di batas permulaan?

Sangka baik jadi penawar. Kau anak yang baik, insyaAllah pilihanmu juga baik. Tuhan tidak akan mengecewakanmu. Jodohmu telah ditentukan. Dan ketentuan Allah itu pasti ada kebaikan!

Terkadang, aku diserbu seribu pertanyaan. Apakah aku masih di hatinya setelah dia bersuami nanti? Atau aku hanya akan menjadi tugu kenangan yang dijengah sekali-sekala? Bukan, bukan aku membangkit, jauh sekali mengungkit…upayaku mendidikmu bukan suatu jasa. Itu hanya satu amanah.

Namun, ketika usia menjangkau senja, aku pasti semakin sepi…… aku akan mengulang-ulang kisah lama yang penuh nostalgia. Diulit oleh kenangan indah musim lalu, ketika dia begitu manja di sisi. Aku ingin mendengar lagi suaranya yang dulu-dulu. Mengadu tentang ini dan itu. Bercerita dan berkisah, dengan lidahmu yang petah dan lagak yang penuh keletah.

Pergilah. Aku rela. Allah bersamamu. Doaku mengiringi setiap langkah di alam rumah tanggamu nanti. Moga si dia akan menjaganya seperti aku menjaga ibunya.umminya. aku akan bersangka baik. Justeru Allah itu menurut sangkaan hamba-hambaNya. Aku bersangka baik, insyaAllah, dia dan aku akan mendapat yang terbaik. Di situ, noktahlah kebimbangan hati seorang ayah. Seorang abah!