Rabu, 01 April 2009

5 Kesalahan yang Dilakukan Wanita Single

Anda cantik, modis, menyenangkan, seru, mapan, banyak teman, pandai memasak, dan lain sebagainya. Lalu, mengapa sulit sekali mendapatkan lelaki? Menurut Rhonda Findling, pengarang The Dating Cure, terkadang para wanita tanpa sadar telah mengirimkan sinyal "Jangan dekat-dekat!". Apa saja bentuk sinyal-sinyal yang membuat pria menjauhi wanita single?

Anda berada dalam gerombolan
Ketika sedang ingin mencari pria, ada perasaan lebih aman dan nyaman jika Anda membawa teman wanita lain. Masalahnya, dikelilingi dengan sekawanan wanita justru membuat Anda sulit didekati. Findling menambahkan hal ini bisa membuat si pria merasa takut ditolak di depan sekelompok orang. Untuk membuat diri Anda mudah didekati, pergilah dengan beberapa wanita saja, atau jika memang Anda berada dalam gerombolan, cobalah melepaskan diri dari mereka sejenak, entah itu untuk memesan minuman di konter yang agak jauh, atau melihat-lihat majalah di bagian ujung ruangan.

Anda tidak bergaul
Ketika Anda berada dalam grup yang sama, atau berada dalam lingkungan yang sama berulang-ulang setiap hari dan tidak berusaha mencari suasana baru, akan sulit untuk menemukan teman baru. Cobalah untuk melihat bagian "dunia" lain di tempat-tempat baru. Entah itu ikut les bahasa asing, ataukah ikut kursus-kursus yang sudah lama ingin Anda ikuti. Dengan begini, Anda berkesempatan bertemu orang-orang baru. Keluarlah dari comfort zone.

Anda bertingkah tak mengenakkan pada pria lain
Ketika Anda sedang mengincar seorang pria ganteng di ujung kiri ruangan, lalu tiba-tiba ada pria lain yang berusaha mencari perhatian Anda. Mungkin Anda merasa ingin membuat pria ini menyudahi saja usahanya. Mungkin Anda tergoda untuk memberikan sikap dingin kepada pria yang tak Anda inginkan ini, namun hati-hati, sikap Anda yang dingin ini bisa ditangkap oleh pria incaran Anda dan malah membuatnya ragu mendekati Anda. Jika memang pria ini tidak terlalu menyebalkan, tetaplah berusaha bersikap sopan dan baik padanya. Namun jika memang tak mengenakkan, mintalah baik-baik untuk mengakhiri pembicaraan.

Menolak dicomblangi
Anda berkeluh-kesah betapa sulitnya menemukan Si Mr. Right, tetapi Anda bersikeras menemukannya sendiri, dan menolak tawaran untuk dikenalkan kepada teman dari sahabat Anda. Ini bisa mempersulit Anda sendiri. Bukalah jendela hati Anda untuk memperluas pergaulan dan kesempatan. Jika beruntung, Anda akan menemukan tambatan hati. Jika tidak, hei... setidaknya Anda mendapat teman baru.

Anda terlalu berlebihan“Pria bisa mencium keputusasaan,” ungkap psikoterapis, Katherine Woodward Thomas, penulis Calling in “The One”. Kebanyakan pria akan menjauhi wanita yang dirasa amat memerlukan seorang pria. Ketika seorang wanita berniat mencari seorang pria, biasanya ia akan sangat perhatian terhadap penampilannya sehingga sulit untuk menikmati waktu atau menikmati dirinya. Bila Anda ingin nongkrong di coffee shop, sebaiknya Anda memang ke tempat tersebut untuk bersenang-senang, bukan untuk menjaring pria. Justru ketika Anda bersikap santai, Anda akan menarik perhatian para pria.

7 Cara Meningkatkan Gairah Perkawinan

Bagi banyak pasangan pengantin baru, perkawinan menjadi suatu pengalaman baru yang mendebarkan. Ada perasaan menyenangkan karena bisa lebih sering bersama pasangan, ada pula rasa bingung saat berusaha mentoleransi kebiasaan-kebiasan baru pasangan.

Namun bagi pasangan yang sudah lama pacaran, pernikahan bisa-bisa hanya menjadi perubahan status saja. Anda merasa menikah tidak banyak bedanya dengan saat pacaran, karena Anda sudah terlalu lama bersamanya. Hal seperti ini seperti berpotensi memunculkan rasa bosan. Jadi bagaimana cara meningkatkan gairah dalam perkawinan? Trik ini juga berguna bagi pasangan baru lainnya agar tetap menjaga kehangatan dalam hubungannya.

1. Ciptakan suasana seperti saat mulai pacaran
Menurut Patti Britton, PhD, sex therapist dan penulis The Idiot’s Guide to Sensual Massage, sangat baik bila Anda kembali flirting pada suami. Coba ingat bagaimana dulu cara Anda membuatnya "meleleh" di depan Anda. Apakah karena senyum malu-malu Anda? Apakah cara Anda meminta sesuatu dengan menggemaskan, sehingga ia tak kuasa membiarkan Anda kecewa? Atau panggilan sayang Anda untuknya, yang membuatnya bangga memiliki Anda? Bergandengan tangan sesering waktu pacaran juga akan meningkatkan rasa kebersamaan di antara Anda.

2. Buat panggilan kesayangan
Pasangan lain mungkin akan menyebut "Sayang", "Yang", "Honey", atau "Babe". Anda bisa menciptakan panggilan sayang Anda sendiri. Mungkin dengan nama dari tokoh film animasi kesukaannya, atau meniru cara keponakan memanggilnya. Seorang rekan Kompas.com memanggil calon suaminya dengan "Masnya", karena teman-teman indekosnya dulu selalu mengatakan, "Puuut... masnya datang!". Menjadi unik karena "sejarah" nama kesayangan tersebut hanya Anda berdua yang mengetahui, dan tentu tidak akan dipakai oleh pasangan lain.

3. Anggaplah suami sebagai "alter-ego" Anda
Hal ini memang dirasakan pasangan yang sudah lama berhubungan, dimana chemistry lebih memegang peranan daripada perasaan berbunga-bunga. Anda dan Si Dia merasa sudah menjadi satu bagian, saling merasa nyaman satu sama lain. Hasilnya, Anda pun lebih percaya diri di depannya. Misalnya, dengan tidak malu bertelanjang di hadapannya, atau mengenakan pakaian seksi yang sedikit menampakkan pundak atau dada saat menghadiri pesta.

4. Coba aktivitas yang baru
Kegiatan Anda sebagai pengantin baru mungkin tak banyak bedanya dengan saat pacaran. Makan, nonton, atau mengunjungi keluarga. Namun, coba lakukan sesuatu yang tak pernah Anda pikirkan sebelumnya, seperti jalan-jalan ke kota-kota yang biasanya tidak menjadi tujuan berlibur Anda, seperti Garut, Tasikmalaya, Solo, atau Malang dan sekitarnya. Ikuti arung jeram berdua. Tontonlah teater yang menampilkan selebriti sebagai bintang tamu. Anda tak akan tahu jika kegiatan baru tersebut akan menyenangkan bagi Anda.

5. Selalu intim, meskipun sedang tidak mood
Bila Anda melewatkan aktivitas paling intim antara Anda dan pasangan, Anda tidak akan membantu keharmonisan hubungan Anda. Intercourse dan orgasme memicu oxytocin, "hormon cinta" yang harus dilepaskan oleh tubuh, yang membuat Anda merasa melebur sebagai pasangan. Semakin banyak Anda melakukan hubungan seks, semakin sering Anda menginginkannya. Bila Anda merasa kelelahan saat malam, tidurlah lebih cepat, dan bangun lebih awal untuk melakukan "serangan" di pagi hari. Bila tidak, melakukan hal-hal menyenangkan berdua di dalam kamar juga seru: saling memijat, sarapan di dalam kamar, atau ngobrol intim sepanjang hari.

6. Mandi berdua
Buat kejutan dengan menyusup masuk ke dalam kamar mandi saat suami sedang berada di dalamnya. Saling menyabuni, atau memberikan sentuhan-sentuhan kecil, akan menciptakan kehangatan di antara Anda. Bila memungkinkan, jadikan aktivitas mandi berdua ini menjadi kebiasaan Anda yang baru.

7. Berjanji untuk selalu mesra

Pernahkah Anda melihat pasangan paruh baya yang masih terlihat mesra satu sama lain? Tidak inginkah Anda menjadi seperti itu kelak? Bila ya, berjanjilah mulai sekarang dengan calon suami untuk terus memperlihatkan kemesraan hingga nanti Anda beranjak tua. Tak usah malu memperlihatkan kemesraan Anda di depan teman-teman, seperti menggandeng tangannya, memeluk, mengecup kening, atau sekadar mengelus rambut atau pundaknya. Percayalah, komentar teman-teman pria seperti, "Alaaah... norak banget sih!", hanyalah menunjukkan rasa iri hati karena mereka tidak terbiasa bersikap mesra dengan pasangannya.

Mengenai Perjanjian Pra Nikah



Jika Anda sering mendengarkan berita gosip, sering terdengar suatu tren di kalangan selebritis Hollywood tentang dilakukannya perjanjian pra nikah, atau disebut juga pre nuptial agreement. Hal ini dibuat untuk melindungi harta milik masing-masing mempelai. Perlukah perjanjian ini dibuat? Bukankah ini justru menodai kepercayaan dalam pernikahan? Berikut adalah penjabaran dari T. Estu Indrajaya (Estu & Company, Advocates & Solicitors, Patent & Trademark Attorneys) mengenai perjanjian pra nikah.

Perjanjian pra nikah adalah perjanjian antara kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan di hadapan notaris. Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur mengenai perjanjian pra nikah. Pasal 29 menyebutkan:
1. Pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan, kedua pihak atas persetujuan bersama dapat mengadakan perjanjian tertulis yang disahkan oleh Pegawai pencatat perkawinan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tersangkut.
2. Perjanjian tersebut tidak dapat disahkan bilamana melanggar batas-batas hukum, agama, dan kesusilaan.
3. Perjanjian tersebut mulai berlaku sejak perkawinan dilangsungkan.
4. Selama perkawinan berlangsung perjanjian tersebut tidak dapat dirubah, kecuali bila dari kedua belah pihak ada persetujuan untuk merubah dan perubahan tidak merugikan pihak ketiga.

Di Undang-Undang Perkawinan, disebutkan bahwa dalam perjanjian pra nikah dalam pasal ini tak termasuk taklik-talak. Secara awam dan garis besar, perjanjian pra nikah dapat digolongkan menjadi 2 macam, yakni Perjanjian Pemisahan Harta Murni dan Perjanjian Harta Bawaan.

Untuk Perjanjian Harta Murni, dalam artian benar-benar memisahkan seluruh jenis harta kedua belah pihak selama perkawinan berlangsung, termasuk penghasilan yang didapat, utang dan segala macam harta, baik yang didapat sebelum pernikahan maupun yang didapat setelah pernikahan. Kemudian mengenai pengeluaran-pengeluaran rutin keluarga (uang belanja keluarga, pendidikan anak, asuransi, dan lain-lain) selama dalam tali pernikahan biasanya ditanggung secara keseluruhan oleh suami. Namun tidak mutlak, tergantung kesepakatan kedua pihak.

Kemudian, Perjanjian Harta Bawaan dalam perjanjian ini yang menjadi objek perjanjian hanyalah harta benda bawaan milik para pihak sebelum terikat tali perkawinan. Sedangkan harta yang nantinya didapat setelah terjadinya pernikahan menjadi harga bersama (harta gono-gini) dan pengeluaran rutin keluarga dibicarakan bersama.

Namun, seiring berkembangnya zaman dan emansipasi kaum wanita dewasa ini, maka tidak menutup kemungkinan perjanjian pra nikah tersebut tidak memuat mengenai harta benda, melainkan mengenai hal-hal lain yang dirasa lebih perlu contohnya proteksi diri oleh pihak istri terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Perjanjian pra nikah memang masih belum ’populer’ di kalangan masyarakat Indonesia, malah dianggap tabu dan negatif. Karena hal ini masih dianggap ’pamali’ karena memikirkan perceraian terlebih dulu sebelum menikah.

Namun demikian, perjanjian pra nikah mempunyai cukup manfaat, antara lain:
1. Dapat menimbulkan sikap saling terbuka antar pasangan dalam hal keuangan. Masing-masing pihak dapat mengekspresikan kemauannya dalam perjanjian ini.

2. Menghindari sifat boros salah satu pasangan. Dalam hal salah satu pasangan mempunyai indikasi boros, maka dengan adanya perjanjian ini dapat menyelamatkan rumah tangga perkawinan mereka nantinya. Dengan adanya perjanjian ini, maka pihak yang boros harus menaati semua aturan-aturan yang sudah disepakati dalam perjanjian pra-nikah.

3. Menghindari dari maksud buruk salah satu pasangan. Seringkali pernikahan menjadi suatu sarana untuk memperoleh keuntungan atau kekayaan dari pihak lain. Menikah kemudian mengajukan gugatan cerai untuk mendapatkan harta gono gini. Dengan adanya perjanjian pra nikah ini maka akan melindungi harta benda dari rebutan pihak lain.

4. Melindungi salah satu pihak dari tindakan hukum. Apabila salah satu pihak mengajukan kredit (misalnya kredit rumah) biasanya akan dilakukan penandatanganan perjanjian kredit oleh suami-istri sehingga utang kredit tersebut ditanggung bersama. Namun, dengan adanya perjanjian ini, maka yang mengajukan kredit bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan bukan menjadi utang bersama.

5. Bagi perempuan WNI yang menikah dengan lelaki WNA, sebaiknya mereka memiliki perjanjian pra nikah, untuk memproteksi diri mereka sendiri, karena kalau tidak, maka perempuan WNI tersebut tidak akan bisa membeli tanah dan rumah atas namanya sendiri. Selain dari pada itu, perjanjian ini dapat pula memuat mengenai kewarganegaraan anak yang nantinya dilahirkan dari perkawinan campuran, bahwa anak yang nantinya dilahirkan akan mengikuti kewarganegaraan ibu dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya pekerjaan ibu yang berlokasi di Indonesia.

Perjanjian semacam ini terbuat untuk melindungi pihak-pihak tertentu dari adanya kemungkinan-kemungkinan buruk dan dibuat setelah banyaknya kejadian-kejadian. Nah, setelah penjabaran dari Estu Indrajaya tersebut, tergantung dari Anda kembali bagaimana menyikapi perjanjian pra nikah ini.