Rabu, 29 April 2009
Bila Seks Mulai Menjadi Rutinitas yang Membosankan
Seiring berjalannya waktu, semakin lama perjalanan pernikahan, banyak pasangan tak menyadari pentingnya sentuhan. Kebosanan seksual bisa dibilang merupakan epidemik. Gejalanya antara lain: pasangan yang saling mencintai, jarang cekcok, ingin keadaan selalu baik-baik, dan kehidupan seks adalah kegiatan rutin. Pasangan seperti ini biasanya menghindari perubahan, tak ingin mencoba risiko, dan cenderung bermain "aman".
Trina Read, kolumnis sebuah situs khusus pasangan, mengatakan, ada banyak penyebab kebosanan seksual. Untuk pasangan yang sibuk, kebosanan seksual sering termanifestasi dalam bentuk seks yang "buru-buru". "Lekas tanggalkan pakaianmu!", atau "Cepatlah capai puncakmu!". Intinya, pasangan didorong untuk cepat melakukan dan menyelesaikan supaya yang lain bisa langsung tidur, demikian menurut Trina.
Kebosanan seksual ini menyebabkan kegiatan bercinta hanya sebagai kegiatan yang rutin, atau hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai suami-istri (atau lebih parah, sebagai alat membantu cepat tidur), alih-alih sebagai aktivitas yang memperkuat keintiman Anda dan suami. Padahal, orgasme kedua pihak merupakan suatu hal yang bisa mengeratkan hubungan pasangan. Pasangan seperti ini membutuhkan sesuatu yang baru, lucu, menyenangkan, atau sedikit berbahaya untuk "menghidupkan" hubungan atau membuat suasana lebih seru.
Yang diperlukan hanyalah kemauan keduanya untuk mengambil waktu berduaan. Hentikan diri dari kesibukan dan nikmati sentuhan (juga menyentuh) sayang dari pasangan. Bermanja-manjaan dan berpelukan adalah tindakan sentuhan yang membantu pasangan untuk tetap intim. Menyentuh orang lain dengan tujuan untuk menenangkan adalah hal yang berbeda dari hanya sekadar sentuhan dengan hasrat untuk bercinta. Sentuhan kasih sayang di antara pasangan bisa membantu untuk menenangkan, menyayangi, dan membawa keduanya lebih dekat.
Namun ironisnya, sentuhan untuk menenangkan dan penuh kasih ini terkadang disepelekan. Mungkin pada awal pernikahan, suami atau Anda terbiasa untuk langsung menyentuh titik-titik genital, dan kebiasaan ini terbawa terus ke dalam pernikahan. Karena pengulangan pola yang sama, pasangan bisa merasa bosan dan menebak gerakan berikutnya dari Anda. Memang, di tengah kesibukan membagi tugas antara pekerjaan dan mengurus anak-anak, wajar jika Anda dan suami merasa kelelahan untuk mencoba kegiatan seks baru. Namun, hanya dengan saling memeluk, tidur bersebelahan sambil bercerita sebelum terlelap, dan saling menyentuh pun bisa membantu keintiman Anda.
Jika Anda memiliki waktu dan tenaga lebih, Anda bisa berinisiatif dengan membeli krim atau lotion pijat, lalu mulailah untuk memberikan pijatan terbaik untuk pasangan yang selama ini telah membuat segala sesuatunya lebih indah untuk Anda. Tanyakan pada pasangan, di mana mereka ingin disentuh? Jika ia membiarkan Anda yang memegang kendali, coba mulai dari kaki, naik ke betis, paha, bokong, punggung, pundak, lengan, dan ke ujung-ujung jarinya. Jangan lupa untuk menanyakan feedback. Siapa tahu ia tergerak untuk memulai sesuatu yang baru juga besok malam. Ingatlah, bahwa sentuhan yang tulus adalah komoditas yang paling diperlukan dalam kegiatan seksual yang sehat.
Trina Read, kolumnis sebuah situs khusus pasangan, mengatakan, ada banyak penyebab kebosanan seksual. Untuk pasangan yang sibuk, kebosanan seksual sering termanifestasi dalam bentuk seks yang "buru-buru". "Lekas tanggalkan pakaianmu!", atau "Cepatlah capai puncakmu!". Intinya, pasangan didorong untuk cepat melakukan dan menyelesaikan supaya yang lain bisa langsung tidur, demikian menurut Trina.
Kebosanan seksual ini menyebabkan kegiatan bercinta hanya sebagai kegiatan yang rutin, atau hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai suami-istri (atau lebih parah, sebagai alat membantu cepat tidur), alih-alih sebagai aktivitas yang memperkuat keintiman Anda dan suami. Padahal, orgasme kedua pihak merupakan suatu hal yang bisa mengeratkan hubungan pasangan. Pasangan seperti ini membutuhkan sesuatu yang baru, lucu, menyenangkan, atau sedikit berbahaya untuk "menghidupkan" hubungan atau membuat suasana lebih seru.
Yang diperlukan hanyalah kemauan keduanya untuk mengambil waktu berduaan. Hentikan diri dari kesibukan dan nikmati sentuhan (juga menyentuh) sayang dari pasangan. Bermanja-manjaan dan berpelukan adalah tindakan sentuhan yang membantu pasangan untuk tetap intim. Menyentuh orang lain dengan tujuan untuk menenangkan adalah hal yang berbeda dari hanya sekadar sentuhan dengan hasrat untuk bercinta. Sentuhan kasih sayang di antara pasangan bisa membantu untuk menenangkan, menyayangi, dan membawa keduanya lebih dekat.
Namun ironisnya, sentuhan untuk menenangkan dan penuh kasih ini terkadang disepelekan. Mungkin pada awal pernikahan, suami atau Anda terbiasa untuk langsung menyentuh titik-titik genital, dan kebiasaan ini terbawa terus ke dalam pernikahan. Karena pengulangan pola yang sama, pasangan bisa merasa bosan dan menebak gerakan berikutnya dari Anda. Memang, di tengah kesibukan membagi tugas antara pekerjaan dan mengurus anak-anak, wajar jika Anda dan suami merasa kelelahan untuk mencoba kegiatan seks baru. Namun, hanya dengan saling memeluk, tidur bersebelahan sambil bercerita sebelum terlelap, dan saling menyentuh pun bisa membantu keintiman Anda.
Jika Anda memiliki waktu dan tenaga lebih, Anda bisa berinisiatif dengan membeli krim atau lotion pijat, lalu mulailah untuk memberikan pijatan terbaik untuk pasangan yang selama ini telah membuat segala sesuatunya lebih indah untuk Anda. Tanyakan pada pasangan, di mana mereka ingin disentuh? Jika ia membiarkan Anda yang memegang kendali, coba mulai dari kaki, naik ke betis, paha, bokong, punggung, pundak, lengan, dan ke ujung-ujung jarinya. Jangan lupa untuk menanyakan feedback. Siapa tahu ia tergerak untuk memulai sesuatu yang baru juga besok malam. Ingatlah, bahwa sentuhan yang tulus adalah komoditas yang paling diperlukan dalam kegiatan seksual yang sehat.
Amalan Sunah

Suatu ketika, Rasulullah SAW menawarkan kepada Rabi'ah bin Malik Al-Aslami, ''Mohonlah sesuatu!'' Rabi'ah menjawab, ''Aku memohon agar dekat Anda di surga.'' Lalu, beliau bertanya, ''Adakah permohonan lainnya?'' Rabi'ah menjawab, ''Itu saja.'' Beliau bersabda, ''Bantulah dirimu dengan memperbanyak sujud.'' (HR Muslim).
Banyak orang mengira, ibadah sunah hanya pelengkap amalan wajib yang sifatnya sukarela. Bila sempat, dikerjakan. Jika tidak, ditinggalkan begitu saja.
Amalan sunah sering ditinggalkan karena kurangnya pengetahuan akan keistimewaan ibadah ini. Padahal, meninggalkan ibadah sunah berarti kerugian baginya karena tidak memperoleh pahala saat ada kesempatan untuk meraihnya.
Rasulullah SAW bahkan memperingatkan mereka yang malas beribadah sunah, ''Siapa membenci sunahku, bukan golonganku.'' (HR Muttafaq Alaih).
Selain itu, ibadah sunah memiliki beberapa keistimewaan. Pertama, bisa dekat dengan Rasulullah SAW di surga. Dijelaskan hadis di atas, memperbanyak sujud adalah dengan banyak mengerjakan shalat sunah. Amalan inilah yang akan mengantarkan pelakunya menyertai Rasulullah di surga.
Beliau bahkan mendapatkan penghargaan untuk menempati surga paling tinggi (maqaman mahmudan) berkat shalat sunah tahajud yang jarang beliau tinggalkan (QS Al-Isra' [17]: 79).
Kedua, menyempurnakan ibadah wajib. Rasulullah bersabda, ''Amal yang pertama kali dihisab hari kiamat adalah shalat. Allah SWT berfirman kepada malaikat, 'Periksalah shalat hamba-Ku, cukup atau kurang? Jika cukup, catat. Jika kurang, periksa lagi, apakah hamba-Ku punya amal shalat sunah? Jika punya, kekurangan shalat wajibnya ditambal shalat sunahnya.' Baru setelah itu, amalnya dihisab.'' (HR Abu Dawud).
Ketiga, menyucikan jiwa pelakunya. Rasul bersabda, ''Lima perkara termasuk fitrah: mencukur bulu kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.'' (HR Bukhari). Keempat, menjadi wali dan kekasih Allah SWT yang selalu dicintai-Nya.
Saat Allah mencintainya, Allah akan menyertai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.
''Jika ia memohon sesuatu kepada-Nya, pasti Allah mengabulkan. Dan, jika ia memohon perlindungan, pasti Allah akan mengabulkan untuknya.'' (HR Bukhari).
Senin, 27 April 2009
Kapan Anda Terlihat Paling Seksi?

Bagaimana pun gaya Anda, Anda akan tetap seksi bagi pasangan.
Jika Anda mengamati teman-teman pria saat sedang berkelakar sambil menonton televisi, Anda mungkin akan heran mendengar komentar-komentar mereka tentang perempuan. "Gila, seksi banget nih cewek!" begitu kata mereka, padahal Anda (dan umumnya teman-teman perempuan) menganggap perempuan yang dimaksud biasa-biasa saja. Kulit pun cenderung gelap. Atau, "Yah, cantik sih, tapi nggak menarik!", padahal Anda harus berkhayal dulu untuk membayangkan bagaimana bila Anda secantik perempuan tersebut. Komentar yang lebih menyebalkan adalah, "Wah, yang ini sih bukan buat dikawinin!" Alamaaak....
Namun pria memang cenderung melihat daya tarik fisik perempuan secara berbeda dengan kita. Pria adalah visual hunter. Mereka menggunakan mata untuk menemukan wanita yang disukai secara detail, dari wajah (termasuk tatapan matanya), tubuh, hingga kaki yang jenjang. Dan jangan mengatakan bahwa Anda tidak mengetahui hal ini. Itu sebabnya kan, kita memakai make up, rok mini, sepatu high heels, atau bahasa tubuh yang sedemikian rupa, agar terlihat saat pria melakukan "screening" di antara begitu banyaknya wanita? Hal ini yang membedakan pria dari kita: kita hanya dapat menilai menarik-tidaknya perempuan lain dari wajahnya.
Apa yang terlihat menarik pada satu wanita, juga bisa terlihat biasa saja bagi pria lain. Inilah yang terjadi ketika mereka mulai berbicara dengan hati. Tidak heran, saat Anda sibuk menyeka peluh sehabis jogging, suami segera menyambut Anda sambil mengatakan bahwa Anda tampak begitu seksi.
Untuk melihat apa yang disukai pria dari wanita -dari cara berpakaiannya, hingga kapan wanita terlihat paling seksi- majalah Redbook membuat survey yang melibatkan 100 pria. Dari survey tersebut terlihat:
56% pria menyukai wanita yang mengenakan tank top dan jeans,
79% pria menyukai wanita yang memakai gaun santai yang feminin,
64% pria menyukai tipe the girl next door, atau gaya perempuan kebanyakan,
67% pria menyukai wanita dalam keadaan polos seperti saat bangun tidur.
Dari angka persentase secara umum ini, Anda juga dapat melihat penilaian secara lebih terinci. Misalnya, 79% pria senang saat pasangannya mengenakan atasan dengan belahan yang rendah, karena sesuatu yang terlihat "sedikit" itu justru membuat mereka tergetar. Hal-hal lain yang terungkap dari hasil survey tersebut antara lain:
Kelembutan: 72% pria senang saat pasangannya yang mengenakan sweater berbahan lembut meringkuk dalam pelukannya. "Bahan yang terlihat lembut dan halus saat disentuh membuat wanita terlihat seksi," begitu kata Judd, 30, dari Brooklyn, NY.
Gaya yang cool: 56% pria senang perempuan yang bergaya dress-down, seperti jeans dengan t-shirt atau tank top putih. Alasannya, kaus putih dan jeans akan selalu menjadi paduan yang pas dan tidak mungkin salah.
Gaun yang feminin: 79% pria senang perempuan yang berdandan feminin dengan terusan yang girly. "Saya senang gaun ringan yang melayang saat tertiup angin," jelas Barry, 27, dari Rochester, NY.
Gaya natural: 64% pria senang dengan gaya wanita kebanyakan, yang alami tak tersentuh make up.
Gaya polos, sedikit messy: 67% pria senang saat mendapati pasangannya terbangun dari tidur. Anda akan terlihat acak-acakan, namun dalam cara yang menyenangkan.
Pakaian yang pas di badan: 60% pria tergila-gila pada pasangannya yang mengenakan atasan ketat, atau pencil skirt yang menonjolkan pinggul yang berisi.
Ini hanya beberapa contoh saja dari hasil survey tersebut. Bagaimana dengan Anda? Kapan Anda merasa begitu seksi?
Langganan:
Postingan (Atom)

